Relevansi Pancasila dalam Menjawab Tantangan Kebangsaan Indonesia Saat Ini

Saat nilai Pancasila mulai tergerus zaman, sudah waktunya kita memaknai ulang perannya demi keadilan dan persatuan nasional.

Oleh Moh. Nabil Al Ghani Syarif

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah dinamika kebangsaan saat ini yang ditandai oleh perkembangan teknologi, globalisasi, serta meningkatnya kompleksitas permasalahan sosial, nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan serius dalam implementasinya. Kondisi ini menuntut pemaknaan kembali terhadap Pancasila agar tetap relevan dan mampu menjadi landasan moral bagi seluruh elemen bangsa.

Relevansi Pancasila dalam Menjawab Tantangan Kebangsaan Indonesia Saat Ini

Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa seharusnya tercermin dalam sikap toleransi, saling menghormati, dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan. Namun, realitas menunjukkan masih munculnya sikap intoleran dan konflik yang berlatar belakang perbedaan pandangan keagamaan. Hal ini mengindikasikan bahwa internalisasi nilai Pancasila belum sepenuhnya diwujudkan dalam kehidupan sosial, khususnya dalam membangun harmoni antarumat beragama.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Persatuan Indonesia juga menghadapi tantangan seiring maraknya polarisasi sosial dan penyebaran ujaran kebencian, terutama di ruang digital. Kebebasan berekspresi sering kali disalahartikan sehingga mengabaikan etika dan nilai kemanusiaan. Kondisi tersebut berpotensi melemahkan persatuan bangsa apabila tidak disikapi dengan kesadaran kolektif akan pentingnya nilai kebersamaan dan rasa nasionalisme.

Dalam konteks demokrasi, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menekankan pentingnya musyawarah dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Namun, praktik demokrasi saat ini cenderung bersifat pragmatis dan berorientasi pada kepentingan kekuasaan. Akibatnya, nilai-nilai dialog, kompromi, dan kepentingan bersama sering terpinggirkan. Padahal, demokrasi Pancasila menghendaki partisipasi aktif masyarakat yang dilandasi tanggung jawab moral dan etika politik.

Sementara itu, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan nasional. Ketimpangan sosial dan ekonomi, serta ketidakmerataan akses terhadap pendidikan dan layanan publik, menunjukkan bahwa keadilan sosial belum sepenuhnya tercapai. Pancasila menegaskan bahwa pembangunan nasional seharusnya berorientasi pada kesejahteraan seluruh rakyat, bukan hanya sebagian kelompok.

Berdasarkan kondisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tantangan kebangsaan Indonesia saat ini bukan terletak pada kurangnya nilai dasar, melainkan pada lemahnya pengamalan Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, kebijakan publik, dan keteladanan dari para pemimpin. Dengan pengamalan yang konsisten, Pancasila akan tetap menjadi pedoman utama dalam menjaga persatuan dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Biodata Penulis:

Moh. Nabil Al Ghani Syarif saat ini aktif sebagai mahasiswa, Prodi Keperawatan, di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

© Sepenuhnya. All rights reserved.