Rincian Biaya Persalinan dan Newborn untuk Calon Ortu

Menanti kelahiran si kecil? Yuk siapkan dana persalinan dan kebutuhan newborn sejak dini agar keuangan keluarga tetap aman dan tenang.

Menanti kehadiran si kecil tentu menjadi momen yang mendebarkan sekaligus membahagiakan bagi setiap pasangan. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa di balik kebahagiaan tersebut, ada tanggung jawab finansial yang perlu dipersiapkan matang agar tidak membebani kondisi keuangan keluarga di kemudian hari.

Rincian Biaya Persalinan dan Newborn untuk Calon Ortu

Mulai dari biaya rumah sakit hingga perlengkapan bayi yang beragam, semuanya membutuhkan alokasi dana khusus. Agar kamu tidak bingung dan merasa kewalahan, mari kita bedah bersama rincian biaya persalinan serta kebutuhan newborn yang wajib masuk dalam daftar prioritasmu berikut ini.

Euforia Kehamilan vs Realita Tagihan Rumah Sakit

Saat melihat dua garis biru atau mengetahui kabar kehamilan, euforia sering kali membuat calon orang tua lebih fokus pada hal-hal emosional. Keinginan untuk melakukan maternity shoot yang estetik atau babymoon tentu sangat wajar. Akan tetapi, jangan sampai hal ini membuatmu melupakan realita tagihan rumah sakit yang pasti akan datang.

Perlu diingat bahwa biaya medis tidak hanya muncul saat hari H melahirkan. Kamu juga harus memperhitungkan biaya kontrol rutin ke dokter kandungan, pembelian vitamin, pemeriksaan USG, hingga tes laboratorium selama sembilan bulan kehamilan. Oleh karena itu, kuncinya adalah menyeimbangkan keinginan menikmati masa kehamilan dengan kewajiban mempersiapkan dana kesehatan yang cukup besar.

Cek Biaya Persalinan Normal vs C-Section di RS Incaran

Langkah awal yang paling penting adalah melakukan survei harga di rumah sakit atau klinik bersalin incaranmu. Biaya persalinan itu sangat beragam, angkanya bergantung pada metode melahirkan hingga kelas kamar yang kamu pilih.

Sebagai gambaran umum, biaya operasi caesar (C-Section) biasanya memakan biaya dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan persalinan normal. Selain biaya tindakan dokter, kamu juga perlu memperhitungkan biaya obat-obatan, biaya kunjungan dokter anak, serta biaya administrasi lainnya yang sering kali luput dari hitungan awal.

Asuransi, BPJS, atau Biaya Pribadi?

Setelah mendapatkan estimasi angkanya, sekarang saatnya mengecek sumber dana yang akan kamu gunakan.

  1. BPJS Kesehatan: Pastikan status kepesertaan aktif. Pahami juga prosedur rujukan yang berlaku agar biaya persalinan bisa ditanggung sepenuhnya.
  2. Asuransi Swasta: Cek kembali limit pertanggungan dalam polis. Perhatikan apakah sistem klaimnya menggunakan metode cashless (gesek kartu) atau reimbursement (bayar dulu baru klaim).
  3. Biaya Pribadi: Jika kamu tidak memiliki asuransi atau berencana melahirkan di RS yang belum bekerja sama dengan asuransi/BPJS, kamu wajib menyiapkan dana tunai yang cukup besar sejak jauh hari.

Perlengkapan Bayi: Mana yang Wajib Beli Baru vs Bisa Sewa

Keinginan memberikan yang terbaik sering kali membuat orang tua "kalap" membeli semua perlengkapan bayi dalam kondisi baru. Padahal, masa pakai perlengkapan bayi itu relatif singkat karena mereka tumbuh dengan cepat. Kamu perlu bijak memilah mana yang wajib beli baru dan mana yang sebenarnya cukup disewa atau beli bekas layak pakai.

  1. Wajib Beli Baru: Fokuslah pada barang yang berkaitan langsung dengan kebersihan dan kesehatan si kecil, seperti botol susu, pakaian dalam, popok, dan peralatan mandi.
  2. Bisa Sewa/Bekas: Untuk barang berharga mahal dengan masa pakai sebentar, seperti stroller, box bayi, baby walker, atau mainan besar, menyewa adalah opsi cerdas. Langkah ini bisa menghemat anggaranmu hingga jutaan rupiah.

Biaya Aqiqah atau Syukuran: Masukkan dalam Rencana

Selain urusan medis dan perlengkapan, ada satu pos lagi yang tak kalah penting, yaitu biaya tradisi atau keagamaan seperti aqiqah atau syukuran kelahiran. Bagi yang menjalankannya, ini adalah pengeluaran yang cukup besar karena melibatkan pembelian hewan kurban serta biaya katering untuk menjamu kerabat dan tetangga.

Ada baiknya kamu memasukkan pos ini ke dalam rencana keuangan sejak awal kehamilan. Hal ini penting agar dana daruratmu tidak tergerus habis untuk acara syukuran, sementara kebutuhan pasca melahirkan masih sangat banyak.

Siapkan Dana Kelahiran dengan Investasi Reksa Dana di Aplikasi OCTO

Melihat banyaknya daftar kebutuhan di atas, menabung di rekening biasa mungkin terasa berat atau pertumbuhannya terlalu lambat. Kamu membutuhkan instrumen keuangan yang bisa membantu danamu berkembang, namun tetap aman dan mudah dicairkan.

Kamu bisa mulai mempersiapkan dana kelahiran ini melalui instrumen reksa dana di Aplikasi OCTO. Investasi reksa dana, khususnya jenis pasar uang, sangat cocok untuk tujuan jangka pendek seperti biaya persalinan karena beberapa alasan berikut:

  1. Terjangkau: Tidak perlu modal besar, kamu bisa mulai berinvestasi dari Rp10.000 saja.
  2. Likuid: Dana mudah dicairkan kapan saja. Ini sangat penting mengingat HPL (Hari Perkiraan Lahir) bisa maju atau mundur.
  3. Potensi Imbal Hasil: Umumnya memberikan hasil yang lebih kompetitif dibandingkan tabungan biasa, sehingga target danamu bisa tercapai lebih cepat.
  4. Praktis: Kamu tidak perlu repot ke kantor cabang. Semua proses mulai dari pendaftaran, pembelian, hingga pemantauan portofolio bisa dilakukan langsung di Aplikasi OCTO.

Kesimpulan

Mempersiapkan kehadiran buah hati memang membutuhkan perencanaan finansial yang matang, mulai dari estimasi biaya rumah sakit, perlengkapan bayi, hingga acara syukuran. Dengan merinci biaya sejak dini dan bijak memilah prioritas, kamu bisa menyambut kelahiran si kecil dengan perasaan tenang dan fokus sepenuhnya pada kebahagiaan keluarga.

Jangan tunda persiapan finansialmu! Download Aplikasi OCTO sekarang juga dan mulai siapkan dana persalinanmu melalui investasi reksa dana yang mudah, praktis, dan terjangkau.

© Sepenuhnya. All rights reserved.