Jejak Keikhlasan di Kota Pahlawan: Catatan Bakti IKIP Widya Darma untuk Sesama

Yuk rasakan semangat berbagi Ramadan bersama IKIP Widya Darma Surabaya. Aksi nyata mahasiswa bantu masyarakat yang membutuhkan.

Ramadan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga senja. Lebih dari itu, ia adalah madrasah spiritual yang mengajarkan setiap insan untuk menoleh sejenak pada mereka yang hidup dalam keterbatasan. Semangat inilah yang melandasi keluarga besar IKIP Widya Darma Surabaya untuk bergerak melampaui sekat-sekat ruang kelas dan teori akademis, menuju realitas sosial yang nyata.

Jejak Keikhlasan di Kota Pahlawan

Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Nur Sukri, M.Si., IKIP Widya Darma berkomitmen bahwa eksistensi perguruan tinggi harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat sekitar. Kampus bukan sekadar menara gading yang menjulang tinggi, melainkan sebuah oase yang mampu memberikan kesejukan bagi warga yang membutuhkan.

Berangkat dari visi tersebut, sebuah agenda besar bertajuk "Berbagi Berkah Ramadan" pun dicanangkan. Kegiatan ini digerakkan oleh energi muda para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP Widya Darma, dipimpin oleh Achmad Rizky Bahari. Sebagai Ketua BEM, Rizky tidak hanya menjadi komandan lapangan, tetapi juga jembatan koordinasi antara aspirasi mahasiswa dan arahan pimpinan kampus. Langkah ini merupakan bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin pengabdian kepada masyarakat.

Persiapan dalam Harmoni Kebersamaan

Gema kebaikan itu mulai berdentum pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Tepat pukul 16.00 WIB, aula utama kampus mulai dipenuhi oleh tumpukan bahan pokok dan semangat yang meluap-luap. Sore itu, udara Surabaya yang biasanya terik terasa lebih bersahabat saat puluhan pasang tangan mulai bekerja sama. Kegiatan ini berada di bawah naungan Wakil Rektor III, Bapak M. Riadhos Solichin, M.Pd, yang memberikan arahan strategis agar kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh sisi humanis.

Dalam teknis pelaksanaannya, panitia mahasiswa dibimbing dengan telaten oleh Bapak Dr. Edy Suseno dan Ibu Ira Wulan Sari, M.Pd. Kedua dosen pembimbing ini memastikan bahwa setiap bingkisan yang dikemas memiliki standar kepantasan dan kualitas yang baik bagi para penerima.

Suasana pengepakan bingkisan sore itu menjadi potret indah tentang kolaborasi lintas generasi. Tak ada sekat antara dosen dan mahasiswa. Semuanya sibuk dengan tugas masing-masing: ada yang membuka kardus kemasan, menata minyak goreng, hingga memastikan tas bingkisan telah terisi bagian-bagian dengan sempurna.

Kehadiran sebagian dari para dosen dan staff tenaga kependidikan, serta Ibu Fibria Cahyani, SS. S.Pd., selaku Wakil Rektor I dan Ibu Amiatun Nuryana, S.Pd., M.Pd selaku Wakil Rektor II IKIP Widya Darma, memberikan energi tambahan bagi para anggota BEM sebagai tim panitia.

Tawa kecil dan diskusi ringan mewarnai proses pengepakan. Namun, konsentrasi tetap terjaga karena mereka tahu bahwa di dalam setiap tas bingkisan yang mereka isikan dengan berbagai kebutuhan, terdapat harapan kecil bagi warga kelas menengah bawah, seperti seorang tukang becak yang mungkin belum mendapatkan penumpang, atau seorang pemulung yang seharian bergulat dengan debu jalanan.

Rehat Sejenak dalam Kehangatan Iftar

Saat gema azan Magrib berkumandang membelah langit Surabaya, aktivitas pengepakan dihentikan sejenak. Inilah momen yang paling dinantikan setelah seharian beraktivitas dalam keadaan berpuasa. Ritual buka puasa dilakukan dengan kesederhanaan yang penuh makna. Meja-meja panjang yang tadinya penuh dengan bahan sembako, kini berganti fungsi menjadi tempat sajian berbuka. Berbagai macam minuman segar, aneka buah-buahan, hingga gorengan hangat menjadi pelepas dahaga yang nikmat. Kotak makanan yang telah disiapkan dinikmati bersama-sama dalam lingkaran kekeluargaan.

Bagi keluarga besar IKIP Widya Darma, momen berbuka ini bukan sekadar urusan mengisi perut. Di sinilah nilai-nilai ukhuwah (persaudaraan) diperkuat. Para dosen yang turut hadir duduk berbaur dengan mahasiswa, berbagi cerita dan tawa.

Salat Maghrib berjamaah kemudian dilaksanakan untuk mensyukuri kelancaran kegiatan hari itu. Setelah raga dan jiwa kembali bugar, proses pengepakan pun disempurnakan hingga tuntas, demi memastikan segalanya siap untuk hari pendistribusian.

Minggu Pagi, Menjemput Keberkahan di Jalanan

Minggu pagi, 15 Maret 2026, jarum jam baru menunjukkan pukul 09.00 WIB, namun halaman kampus IKIP Widya Darma sudah nampak sibuk. Cahaya matahari pagi menyinari wajah-wajah penuh semangat para anggota panitia IKIP Widya Darma yang telah bersiap dengan kendaraan masing-masing untuk membagikan paket berkah Ramadan.

Namun sebelum keberangkatan, tak lupa seluruh panitia melakukan Doa Bersama yang dipimpin oleh Ibu Dwi Riwayat Susiana, S.Pd., M.Pd, agar dimudahkan dan dilancarkan dalam melakukan kegiatan berbagi berkah Ramadan dan mendapatkan keberkahan untuk semuanya.

Strategi distribusi telah disusun dengan matang, membagi tim ke dalam beberapa kelompok yang akan menyisir titik-titik krusial di Surabaya Selatan dan sekitarnya. Beberapa anggota panitia menggunakan sepeda motor untuk menjangkau gang-gang sempit, sementara yang lain menggunakan mobil untuk membawa logistik dalam jumlah besar. Sinergi ini memastikan bahwa distribusi dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.

Ada empat titik fokus yang menjadi sasaran utama pergerakan tim:

  1. Selatan Royal Plaza Surabaya: Area pangkalan ojek yang selalu ramai. Di sini, tim menemui para pengemudi ojek online yang tengah menunggu orderan. Raut wajah lelah mereka seketika berganti dengan senyum syukur saat tim mendekat dan menyerahkan bingkisan.
  2. Depan RSI Surabaya: Kawasan yang menjadi tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat. Tim menyisir trotoar untuk menemui tukang becak yang setia menunggu di bawah terik matahari, serta para pemulung yang sedang beristirahat.
  3. TPS Ketintang: Tempat di mana para pahlawan kebersihan dan pemulung menggantungkan hidup. Di lokasi ini, kehadiran keluarga besar IKIP Widya Darma disambut dengan penuh haru.
  4. Lingkar Kampus IKIP Widya Darma: Sebagai bentuk rasa syukur atas dukungan lingkungan sekitar, warga fakir miskin di sepanjang jalan yang melingkari kampus juga mendapatkan perhatian khusus.

Manifestasi Nilai Kemanusiaan

Selama proses distribusi, suasana kekeluargaan sangat terasa. Mahasiswa dan dosen tidak sekadar memberikan bantuan lalu pergi, tetapi juga menyempatkan diri untuk menyapa, bertanya kabar, dan memberikan dukungan moral. Senyum ramah dari para penerima menjadi penyejuk di tengah panasnya aspal Surabaya. Meskipun dalam keadaan berpuasa, semangat para mahasiswa BEM tidak luntur sedikit pun. Langkah kaki mereka tetap ringan. Dr. Nur Sukri, M.Si selaku Rektor IKIP Widya Darma dalam berbagai kesempatan selalu menekankan bahwa keikhlasan adalah kunci. Ketika pekerjaan dilakukan dengan hati, maka rasa lelah akan terkalahkan oleh rasa bahagia saat melihat orang lain tersenyum.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter di IKIP Widya Darma berjalan dengan baik. Mahasiswa diajarkan untuk memiliki empati (sense of crisis) terhadap kondisi sosial masyarakat. Mereka belajar bahwa di balik gelar sarjana yang mereka kejar, ada tanggung jawab sosial yang besar untuk membantu sesama.

Harapan yang Terus Menyala

Tepat pukul 11.30 WIB, seluruh rangkaian kegiatan resmi berakhir. Semua tim kembali ke kampus dengan membawa cerita masing-masing. Di antaranya, ada seorang bapak paruh baya dengan mata berkaca-kaca penuh haru dan bahagia saat menerima sembako, serta seorang tukang becak yang mendoakan kebaikan bagi kampus IKIP Widya Darma. Rangkaian acara ini mungkin hanya berlangsung dalam hitungan jam, namun dampak emosional dan nilai yang ditanamkan akan membekas selamanya.

Di bawah bimbingan para pembina mahasiswa dan seluruh jajaran dosen, mahasiswa telah belajar satu pelajaran penting yang tidak ada di buku teks: bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. IKIP Widya Darma Surabaya telah menunjukkan bahwa integritas akademis harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, semangat berbagi tidak lantas berhenti. Justru, ini menjadi api pemantik bagi aksi-aksi kemanusiaan selanjutnya. Semoga bingkisan kecil yang diberikan mampu menjadi berkah bagi para penerimanya dan menjadi tabungan pahala bagi seluruh keluarga besar kampus yang terlibat.

Penulis:

  1. Dr. Edy Suseno, S.Pd., M.Pd.
  2. M. Riadhos Solichin, SE, M.Pd.
  3. Ira Wulansari, S.Pd., M.Pd.

Para penulis merupakan dosen tetap IKIP Widya Darma Surabaya dari berbagai jurusan: Pendidikan Bahasa Inggris, Ekonomi, dan Matematika.

© Sepenuhnya. All rights reserved.