Oleh Binnashiyah Nabilah Tulle
Indonesia dikenal sebagai negara yang konsisten mendukung perdamaian dunia serta kemerdekaan Palestina. Oleh karena itu, keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) menjadi perhatian masyarakat internasional. Board of Peace merupakan sebuah badan internasional yang dibentuk untuk membantu proses stabilisasi, rekonstruksi, dan pengawasan perdamaian di Gaza setelah konflik berkepanjangan. Melalui organisasi ini, negara-negara anggota diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga keamanan dan membantu pemulihan wilayah Palestina yang terdampak perang.
Keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace diambil pada tahun 2026 ketika Presiden Indonesia menghadiri pertemuan internasional yang membahas rencana perdamaian dan rekonstruksi Gaza. Dalam forum tersebut, Indonesia menyatakan kesediaannya untuk ikut berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan serta mendukung solusi dua negara antara Palestina dan Israel. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia ingin terlibat langsung dalam upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.
Menurut saya, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace merupakan langkah diplomasi yang cukup berani sekaligus strategis. Dengan berada di dalam organisasi tersebut, Indonesia memiliki kesempatan untuk menyuarakan kepentingan rakyat Palestina secara langsung dalam proses pengambilan keputusan internasional. Jika Indonesia berada di luar forum tersebut, dikhawatirkan keputusan yang diambil hanya akan didominasi oleh negara-negara tertentu tanpa mempertimbangkan kepentingan Palestina secara adil.
Namun, keputusan ini juga memunculkan berbagai perdebatan di masyarakat. Sebagian pihak menilai bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace dapat berisiko karena organisasi tersebut memiliki pengaruh besar dari negara-negara kuat dunia. Bahkan ada kekhawatiran bahwa Indonesia bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan politik internasional tertentu. Oleh karena itu, sejumlah tokoh dan organisasi di Indonesia meminta pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait keikutsertaan dalam forum tersebut.
Pemerintah Indonesia sendiri menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Board of Peace semata-mata bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan Palestina dan menjaga perdamaian dunia. Bahkan pemerintah menyatakan bahwa Indonesia siap menarik diri dari organisasi tersebut jika terbukti tidak memberikan manfaat bagi rakyat Palestina. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif serta berkomitmen untuk membela keadilan bagi bangsa yang tertindas.
Selain itu, Indonesia juga sempat menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam misi perdamaian internasional yang berkaitan dengan Gaza, termasuk kemungkinan mengirimkan personel untuk membantu stabilisasi keamanan. Langkah ini memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya memberikan dukungan secara diplomatik, tetapi juga siap berperan secara nyata dalam menjaga perdamaian dan membantu masyarakat yang terdampak konflik.
Kesimpulannya, bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace merupakan langkah diplomasi yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia dan mendukung kemerdekaan Palestina. Meskipun keputusan ini menimbulkan berbagai pendapat di masyarakat, peran Indonesia di dalam organisasi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperjuangkan keadilan dan memastikan bahwa kepentingan rakyat Palestina tetap diperhatikan dalam proses perdamaian internasional.
Selain itu, jika dilihat dari sudut pandang diplomasi internasional, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam menjaga perdamaian dunia. Indonesia selama ini dikenal sering terlibat dalam berbagai misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kegiatan kemanusiaan internasional. Dengan bergabung dalam forum seperti Board of Peace, Indonesia dapat menunjukkan bahwa negara ini tidak hanya memberikan dukungan secara politik, tetapi juga siap berkontribusi secara nyata dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan global.
Namun di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan bahwa keterlibatan Indonesia benar-benar memberikan dampak positif bagi rakyat Palestina. Keikutsertaan dalam organisasi internasional harus tetap didasarkan pada prinsip keadilan, kemanusiaan, dan kepentingan nasional. Oleh karena itu, pengawasan dan evaluasi terhadap peran Indonesia dalam Board of Peace sangat penting agar tujuan utama, yaitu menciptakan perdamaian dan membantu pemulihan Palestina, dapat benar-benar tercapai tanpa menimbulkan kepentingan politik yang merugikan pihak tertentu.
Biodata Penulis:
Binnashiyah Nabilah Tulle saat ini aktif sebagai mahasiswa, Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, di Universitas Muhammadiyah Surabaya.