#Hidupperempuanyangmelawan Simbol Perjuangan Kartini di Era Digital

Rayakan Hari Kartini dengan aksi nyata. Yuk manfaatkan media sosial untuk menyuarakan kesetaraan dan memperkuat solidaritas perempuan.

Oleh Diah Silvi Salsabila

Setiap tanggal 21 April, seluruh perempuan Indonesia menggemakan semangat perjuangan Kartini, sosok perempuan asal Jepara yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Memaknai Hari Kartini tidak selalu harus sibuk memakai kebaya setiap hari peringatannya, sebagai wanita kita harus meneladani bagaimana Kartini dapat berdiri teguh dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Dari masa ke masa, posisi perempuan masih kerap berada dalam situasi yang rentan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun budaya. Sistem patriarki yang telah lama terpupuk masih bisa kita rasakan hingga saat ini. Kebebasan perempuan belum terjamin sepenuhnya karena masih banyak tantangan yang membatasi ruang gerak mereka dalam berbagai aspek kehidupan.

Simbol Perjuangan Kartini di Era Digital

Kini telah memasuki era modern, semuanya telah serba digital, dan media sosial menjadi sarana bagi banyak orang untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi diri. Hal ini dapat menjadi peluang dan tantangan bagi perempuan. Perempuan dapat mengekspresikan diri melalui media sosial, sekaligus mengembangkan potensi diri melalui berbagai platform online. Namun, era digital juga menjadi tantangan bagi perempuan. Media sosial belum menjadi ruang aman bagi mereka. Hingga kini, kasus pelecehan yang dialami perempuan di ruang digital masih marak terjadi. Banyak oknum-oknum yang melakukan perbuatan tercela yang merugikan perempuan. Untuk itu, perjuangan Kartini masih relevan digaungkan di era digital seperti saat ini.

Menjadi perempuan harus berani mematahkan stigma yang menganggap bahwa perempuan sebagai sosok yang lemah karena kedudukannya sesama manusia adalah sama dan setara. Perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan kini dapat dilanjutkan oleh perempuan masa kini. Misalnya, di era digital seperti saat ini banyak perempuan yang memanfaatkan media sosialnya untuk ruang diskusi dan edukasi. Mereka aktif menyuarakan isu-isu terkait hak perempuan, sehingga gagasan yang disampaikan dapat diterima oleh perempuan lain melalui jangkauan internet yang luas. Selain itu, kini media sosial diramaikan oleh tagar #Hidupperempuanyangmelawan sebagai bentuk seruan atas perjuangan yang dilakukan oleh perempuan. Tagar ini berfungsi sebagai ruang untuk solidaritas digital yang mengumpulkan berbagai pengalaman, aspirasi, dan bentuk perlawanan oleh perempuan terhadap ketidakadilan.

Fenomena ini dapat menjadi kelanjutan dari semangat perjuangan yang diperjuangkan oleh Kartini yaitu hak-hak perempuan, terutama dalam pendidikan dan kebebasan berpikir. Dahulu, Kartini menyampaikan ide-idenya melalui surat-surat yang kemudian dihimpun menjadi sebuah buku yang kita kenal yaitu Habis Gelap Terbitlah Terang. Saat ini, perempuan meneruskan warisan itu melalui media sosial sebagai ruang yang lebih terbuka dan luas untuk berekspresi. Dengan demikian, semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini tetap hidup dan terus berkembang seiring dengan perubahan zaman.

Biodata Penulis:

Diah Silvi Salsabila, lahir pada tanggal 3 Maret 2005 di Jember, saat ini aktif sebagai mahasiswa di Universitas Jember.

© Sepenuhnya. All rights reserved.