Oleh Charisya Nizrina P.F
Negara pada titik tertentu selalu memiliki isu-isu atau tantangan rumit yang mungkin memengaruhi keberlangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. Ada beberapa masalah yang mungkin membuat masyarakat menjadi pergerakan bawah untuk mempromosikan perubahan yang efektif bagi mereka di luar sana. Jadi, sebagai anak muda yang lahir pada masa kemajuan teknologi ini, inovasi apa yang mungkin suatu masa dapat membawa perubahan dalam permasalahan sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat? Lantas, jika suatu hari nanti kehidupan kita saat negara kita dipaksa untuk berkompetisi dengan bangsa-bangsa dan memiliki infrastruktur negara yang buruk dan yang mungkin menghentikan dampak pembangunan berkelanjutan bertujuan bersama dari beberapa kelompok? Jadi, pertanyaan ini seharusnya sudah cukup mempunyai inovasi dan kreativitas para anak muda ini yang mengubah tantangan sosial dan ekonomi dan juga masalah lingkungan ini dan komunitas serta pengetahuan dan teknologi yang mereka kembangkan.
Kontroversi atau isu masyarakat yang pernah kita temui tidak hanya terdampak pada orang tua, tetapi juga anak-anak yang mendapatkan kurangnya pendidikan yang berkualitas dan orang dewasa yang merupakan seorang pengangguran. Permasalahan krusial ini tentunya dampak dari kurangnya inovasi dalam memajukan teknologi yang dimiliki sehingga menyenggol sistem perekonomian dan pendidikan. Padahal ekonomi dan pendidikan menjadi alasan utama bagaimana Indonesia bisa berkembang menuju Indonesia Emas. Jika kedua hal tersebut tidak terpenuhi secara berlanjut dan harmonis, maka aspek lain pun tidak akan berjalan dengan baik juga. Sebagai generasi muda yang terlahir di era berkembangnya zaman ini, hendaknya melakukan sebuah strategi dan berpikir bulat bagaimana menumpahkan sebuah kreativitas dan inovasi yang dimiliki agar terbentuknya suatu mahakarya yang bisa mendukung, menyediakan, serta merealisasikan sebuah peluang bagi masyarakat demi mendukung pula visi untuk mencapai Indonesia Emas.
Teknologi tentu saja memiliki banyak manfaat, tetapi perlu kita sadari bahwa kurangnya kemajuan teknologi juga dapat memengaruhi keberlangsungan hidup disebabkan kurangnya inovasi dan sumber daya manusia untuk bisa berpikir kritis dalam mewujudkan Indonesia Emas dengan mengembangkan ilmu teknologinya. Di kehidupan nyata, terbatasnya lapangan pekerjaan menyebabkan beberapa pengangguran ingin melakukan pekerjaannya di rumah saja, yaitu dengan menciptakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa mereka perjualbelikan. Akan tetapi, kurangnya kemajuan teknologi di bidang perekonomian bisa merugikan banyak orang termasuk sempitnya persebaran informasi produk. Hal ini disebabkan kurangnya promosi yang dilakukan karena terbatasnya perkembangan fitur dalam sosial media, selain itu kurangnya perkembangan teknologi hanya menghasilkan produk yang memiliki kualitas jangka pendek sehingga kurang mendapatkan feedback baik dari konsumen.
Tidak hanya perekonomian yang bisa kita lihat sisi redupnya, tetapi di bidang pendidikan juga memerlukan banyak akses dan fasilitas yang memadai agar para pemuda lebih efektif dalam memanfaatkan ilmu yang lebih komprehensif. Kemajuan suatu negara dapat diukur dengan seberapa berkualitasnya dan canggihnya sistem pendidikan sehingga bisa menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, berkarakter, dan memiliki kemampuan intelektual serta cepat tanggap dalam berpikir. Namun keterlibatan para pemuda dalam ketenagakerjaan masih sangat kurang karena terbukti di tahun 2023 tercatat 25,8 persen pemuda tidak pergi sekolah yang mengakibatkan tidak menerima ijazah sebagai pemenuhan syarat untuk bekerja. Strategi pengoptimalan yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang nantinya bisa berkembang memiliki kapasitas yang maksimal supaya dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara.
Pembahasan
Negara Indonesia tentunya membutuhkan para pemuda Indonesia untuk ikut serta dalam mewujudkan cita-cita mencapai kemakmuran, keadilan, dan keberlanjutan sebagai pilar dalam mewujudkan 17 arah pembangunan untuk mencapai visi Indonesia Emas di mana setiap aspek berjalan dengan efektif dan harmonis. Tentunya aspek-aspek yang diterapkan bisa diusahakan secara maksimal dan bekerja sama. Penerapan aspek utama yang telah dijelaskan di pendahuluan yakni di bidang ekonomi dan pendidikan yang akan dibahas di pembahasan mengenai peran serta solusi yang bisa melibatkan pemuda-pemuda Indonesia dalam mengembangkan inovasi dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
1. Peran Anak Muda dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Ekonomi Kewirausahaan
Di era digital ini sudah maraknya masyarakat memanfaatkan teknologi sebagai wadah kegiatan jual beli dan ruang promosi. Perubahan teknologi dan transformasi digital yang menjadi peluang bagi masyarakat telah menjadi peran penting bagi anak muda dalam mempertanggungjawabkan perkembangan ekonomi. Perkembangan ekonomi yang berbasis digital ini mampu menghempaskan kemiskinan dengan memanfaatkan ide kreativitasnya untuk ditumpahkan menjadi solusi yang efektif dengan membentuk sebuah aplikasi lalu mengimplementasikannya sebagai wadah promosi produk-produk lokal. Inovasi ini tidak hanya menciptakan sebuah peluang, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi orang-orang yang memiliki potensi kewirausahawan dan meningkatkan daya saing ekonomi di suatu negara.
Peran generasi muda dalam mengembangkan ekonomi berbasis digital tidak hanya berada pada sektor teknologi, tetapi juga mengadopsi teknologi baru dan berinovasi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi. Keterampilan digital yang mereka terapkan memungkinkan mereka menjadi pemain kunci dalam perekonomian yang bergantung pada teknologi informasi dan komunikasi. Eksistensi mereka dalam membangun dinamika baru dalam membangun peluang yang didukung oleh kemajuan teknologi menjadi modal berharga di sektor ekonomi yang semakin bergantung pada teknologi. Kreativitas yang dimiliki generasi muda tidak hanya dilontarkan sebagai pelaku konsumen teknologi, tetapi juga sebagai pelaku produsen teknologi yang menumbuhkan ide-ide baru dan solusi yang efektif.
Dengan penyediaan fitur teknologi pada sosial media dan platform daring yang lengkap, generasi muda mampu memanfaatkan hal tersebut dengan membangun merek, mempromosikan barang dan jasa, menjalin kerja sama bisnis dengan mitra global lalu menciptakan konten-konten kreatif. Hal ini bisa menjadi perubahan cara berbisnis yang berinteraksi dengan konsumen melalui online. Akan tetapi, guna mendukung perkembangan ekonomi di bidang digital, memerlukan pihak yang menguntungkan. Dalam menghadapi tantangan ini, perlu berkolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta yaitu dengan meningkatkan investasi infrastruktur teknologi seperti meningkatkan akses jaringan internet yang cepat dan terjangkau. Hal ini menjadi sumber pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia demi memudahkan penggunaan sosial media. Maka dari itu, pemerintah hendaknya berkolaborasi dengan generasi muda dengan memberikan dukungan infrastruktur untuk memfasilitasi potensi yang mereka miliki karena program dukungan ini dapat mendorong semangat berinovasi mereka dalam mengambil langkah bisnis mereka sendiri.
Mayoritas UMKM di Indonesia merupakan kegiatan usaha rumahan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 65,4 juta dan mampu menampung hingga 65,4 juta unit usaha dan menyerap 123,3 ribu tenaga kerja. Hal ini membuktikan besarnya dampak dan kontribusi usaha kecil dan menengah dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Peningkatan partisipasi pekerja pada usaha kecil dan menengah dapat mengurangi jumlah pengangguran di tanah air. Pemerintah sebagai pengelola utama dapat mendukung pengembangan UMKM lebih lanjut. Pemerintah Republik Indonesia telah mendukung UMKM dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, laju pertumbuhan KUR pada tahun 2020 sebesar 178,7 triliun rupiah atau sekitar 16,25%, dan pada tahun 2021 sebesar 1,9259 triliun rupiah atau sekitar 8,16%. Hal ini juga membuktikan bahwa UMKM para pelaku sangat membutuhkan suntikan dana untuk mengembangkan kualitas produk usahanya.
2. Peran Anak Muda dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi yang Menyediakan Kualitas Pendidikan
Dalam mempersiapkan diri untuk mencapai Indonesia Emas, pentingnya menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki pola pikir yang kritis yang bukan hanya sekadar pengembangan akademik, melainkan juga karakter; 2 poin tersebut harus berjalan dengan seimbang. Pemerintah selalu menekankan guru-guru Indonesia untuk lebih kreatif, inovatif, dan berintelektual dalam mengajar. Hal ini menjadi sebuah pertentangan, seharusnya pemerintah hendaknya memberikan hak kepada guru untuk mendirikan kurikulum dan penilaian guna meningkatkan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, hal tersebut tidak lepas dari kerja sama pemerintah dalam mendidik anak-anak rakyat.
Pemerintah belum sepenuhnya mengatasi masalah pendidikan di Indonesia, berbagai masalah yang dihadapi yaitu kurangnya pengoptimalan sistem pendidikan, tidak meratanya kualitas dan fasilitas yang tertinggal di masyarakat pelosok, meningkatnya angka putus sekolah yang menghasilkan pengangguran, tenaga pendidik yang masih kurang dalam mendalami pembelajaran, dan masih banyak lagi. Pemerataan kualitas pendidikan di wilayah Indonesia terbukti masih belum merata dikarenakan masih menyediakan batas daya tampung masuk sekolah. Selain peran penting pemerintah dalam menjamin pemerataan pendidikan, peran generasi muda juga berkontribusi dalam proses pemerataan pendidikan di negeri ini.
Generasi muda yang terlahir di era kemajuan teknologi, sangat berkontribusi besar dalam mengembangkan kualitas pendidikan. Dari peran yang mereka bagikan dalam mendukung kemajuan sistem pendidikan di Indonesia, sangat dibutuhkan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai cara dan solusi sebagai anak muda dalam berkontribusi yang efektif dengan menciptakan inovasi teknologi dalam mendukung pendidikan yang dinamis dan informatif. Kita bisa beri contoh yaitu dengan cara menciptakan platform belajar yang didapat tidak hanya bersumber di sekolah, tetapi juga melalui platform seperti bootcamp, online class, seminar atau webinar gratis. Sebagai generasi muda yang memiliki inovasi teknologi yang mumpuni mereka juga bisa menciptakan sebuah aplikasi guna menjadi akses pendidikan yang bisa dibuka di mana saja dan kapan saja. Generasi muda juga bisa memanfaatkan media sosial dalam berbagi konten-konten informatif yang mendidik, aman, sekaligus menarik. Kebutuhan belajar secara mandiri dan fleksibel dengan pemanfaatan teknologi ini dapat mengembangkan potensi, bakat, dan minat bagi anak-anak dan orang dewasa. Selain itu generasi muda dapat membangun komunitas mereka dalam menyediakan akses pendidikan untuk anak-anak yang lebih membutuhkan.
Di zaman sekarang pemanfaatan platform dan media sosial sudah meluas ke seluruh dunia dan makin pula diminati oleh masyarakat. Seperti pada tahun 2020 munculnya kampanye hashtag #samasamabelajar sebanyak 2 juta video yang diterbitkan. Kemunculan hashtag beserta banyaknya konten kampanye ini membuktikan bahwa telah diminati banyak masyarakat Indonesia dan perlu dilaksanakan secara berlanjut. Dengan kemunculan momentum konten kampanye ini membangun karakteristik juga pada anak muda dalam berkreasi, menciptakan ide yang informatif, dan progresif. Oleh karena itu, anak-anak harus diperkuat dengan pembelajaran yang mendorong rasa ingin tahu dan bertanya kritis. Literasi media digital diberikan oleh keluarga sejak dini dan diperkuat di sekolah agar anak memahami baik buruknya penggunaan media digital.
Penutup
Generasi muda di era ini tentu saja memiliki banyak peran dalam mencapai misi Indonesia meraih cita-cita, yaitu menjadi Indonesia Emas. Salah satu cara efektif yang dapat diambil aksi yaitu mengembangkan inovasi teknologi di bidang ekonomi dan pendidikan. Mengapa hanya di bidang ekonomi dan pendidikan? Karena jika bidang ekonomi dan pendidikan terpenuhi maka semua aspek akan berjalan dengan lancar dan dinamis terlebih lagi hal yang dijalankan menggunakan teknologi yang berkembang dan juga diciptakan oleh generasi muda. Perubahan sosial di masyarakat tentunya belum sepenuhnya memiliki infrastruktur yang merata. Otomatis suatu daerah memerlukan suatu pelaku utama yang bisa membantu mereka dalam membangun infrastruktur yang berkelanjutan. Terciptanya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang disalurkan kepada generasi muda untuk memperoleh sebuah inovasi yang menjadi pelaku utama dalam membentuk perubahan sosial di masyarakat. Tentunya hal ini menjadi tanggung jawab generasi muda untuk berperan aktif sebagai produsen infrastruktur di sebuah negara. Dengan adanya inovasi teknologi yang diciptakan generasi muda, memperoleh ketenagakerjaan yang berpotensi menghasilkan uang dan sumber daya manusia yang berkualitas juga. Akan tetapi, penerapan inovasi teknologi ini tidak hanya dilakukan oleh generasi muda saja, tetapi juga pemerintah ikut serta dalam menyediakan akses yang memadai dan mendukung terciptanya ide-ide yang ditumpahkan oleh generasi muda. Kolaborasi antara generasi muda dan pemerintah berupaya juga dalam membangun Indonesia Emas ke depannya. Maka dari itu pentingnya juga keterikatan hubungan antara generasi muda dengan pihak kepentingan di suatu negara untuk meraih visi dan misi Indonesia Emas sekaligus hubungan yang harmonis dan simpatis.
Daftar Pustaka:
- Zahra Aulia Risqita Nadya. (2023, Desember 30). Peran Anak Muda dalam Meningkatkan Ekonomi di Era Serba Digital. Diakses dari https://www.kompasiana.com/nadyazahra8087/658f9d5012d50f26a64980e3/peran-anak-muda-dalam-meningkatkan-ekonomi-di-era-serba-digital
- Cirprandy Riopaldo Tambunan. (2023, Juni 27). Kontribusi UMKM dalam Perekonomian Indonesia. Diakses dari https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/lubuksikaping/id/data-publikasi/artikel/3134-kontribusi-umkm-dalam-perekonomianindonesia.html
- detikNews. (2010, Februari 25). Teknologi Tertinggal Hambat Pertumbuhan Ekonomi. Diakses dari https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-1307112/teknologi-tertinggal-hambat-pertumbuhan-ekonomi
- IGOV.UMY. (2023, Agustus 23). Menuju Gnerasi Emas 2045: Membangun Indonesia yang Maju dan Berkarakter. Diakses dari https://igov.umy.ac.id/menuju-generasi-emas-2045-membangun-indonesia-yang-maju-dan-berkarakte/
- Setneg. (2022, Desember 28). Peran Penting Generasi Muda untuk Menyambut Indonesia Emas 2045. Diakses dari https://www.setneg.go.id/baca/index/peran_penting_generasi_muda_untuk_menyambut_indonesia_emas_2045
- Putri Amandawati. (2024, April 17). Menuju 2045: Tantangan dan Peluang Membangun Generasi Emas. Diakses dari https://mum.id/news/menuju-2045-tantangan-dan-peluang-membangun-generasi-emas
- IW. (2024, Juli 13). Peran Generasi Muda dalam Meningkatkan Ekonomi Bangsa. Diakses dari https://www.unisbank.ac.id/v3/peran-generasi-muda-dalam-meningkatkan-ekonomi-bangsa/
- Putri Nabilatul Humaeroh. (2022, Mei 13). Peranan Generasi Muda sebagai Proses Pemerataan Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas SDM Negara. Diakses dari https://www.kompasiana.com/putrinabilatulhumaeroh8645/627e8a794b9a474d1959a832/peranan-generasi-muda-sebagai-proses-pemerataan-pendidikan-untuk-meningkatkan-kualitas-sdm-negara
- Ester Lince Napitupulu. (2022, Oktober 24). Konten Edukasi di Platform Digital Dukung Belajar Fleksibel. Diakses dari https://www.kompas.id/baca/humaniora/2022/10/24/konten-edukasi-di-platform-digital-dukung-belajar-fleksibel
- Regina Ade Darman. (2017). Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 melalui Pendidikan Berkualitas. Jurnal Edik Informatika, 3 (2), 1-2.
Biodata Penulis:
Charisya Nizrina P.F adalah penulis kreatif yang aktif mengeksplorasi berbagai topik lintas budaya, sosial, maupun narasi. Saat ini, ia aktif menjalankan tugasnya sebagai Honorary Reporter selama satu tahun dalam mempromosikan budaya internasional untuk Korea.net, salah satu platform media resmi dari pemerintah Korea Selatan. Selain aktif dalam membuat artikel, Charisya juga memiliki kemahiran dalam menulis naskah pidato yang pernah meraih penghargaan peringkat atas. Tidak hanya itu, ia juga pernah terpilih menjadi Winner of National Writing Contest yang salah satu karyanya telah dibukukan oleh Antero Literasi dalam kumpulan cerpen yang berjudul “I Lost Your Memories.” Melalui portofolionya, ia berkomitmen untuk menghasilkan karya tulis yang dapat mengedukasi dan menginspirasi bagi para pembacanya untuk bebas menggali potensi kreatif mereka dalam menulis.