Oleh Moh. Amiruddin
Kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hanya berkaitan dengan politik dan ekonomi, tetapi juga erat hubungannya dengan kondisi lingkungan hidup. Belakangan ini, berbagai persoalan lingkungan di Indonesia semakin sering terjadi, mulai dari banjir, polusi udara, hingga kerusakan hutan. Fenomena ini menjadi tanda bahwa hubungan antara manusia dan alam belum dikelola secara seimbang.
Salah satu isu yang banyak diperbincangkan adalah meningkatnya frekuensi banjir di berbagai daerah, yang tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga oleh aktivitas manusia seperti penebangan liar dan buruknya sistem pengelolaan sampah. Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, misalnya membuang sampah sembarangan. Hal kecil seperti ini sebenarnya memiliki dampak besar jika terjadi secara terus-menerus.
Di sisi lain, pembangunan yang pesat sering kali mengabaikan aspek keberlanjutan. Pembukaan lahan untuk kepentingan industri dan permukiman kerap dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem. Hal ini menunjukkan bahwa dalam praktik kehidupan bernegara, keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.
Pemerintah memang memiliki peran penting dalam membuat kebijakan yang berpihak pada lingkungan. Namun, upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik, menjaga kebersihan, dan mendukung program pelestarian alam.
Dengan demikian, krisis lingkungan yang terjadi saat ini merupakan tanggung jawab bersama. Kehidupan berbangsa yang baik tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Jika kesadaran ini terus ditingkatkan, maka masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan dapat terwujud bagi generasi mendatang.
Biodata Penulis:
Moh. Amiruddin saat ini aktif sebagai mahasiswa, S1 keperawatan, di Universitas Muhammadiyah Surabaya.