Bagi banyak orang Indonesia yang berencana bekerja, kuliah, atau menetap di Jepang, proses persiapan seringkali terasa membingungkan. Ada banyak hal yang perlu diurus jauh sebelum koper pertama mendarat di Narita atau Haneda.
1. Pastikan Visa dan Dokumen Sudah Beres
Langkah pertama adalah memastikan Anda masuk ke Jepang dengan status yang tepat. Beberapa jenis visa yang umum diambil:
- Visa kerja — disponsori perusahaan Jepang tempat Anda bekerja.
- Visa pelajar — untuk yang mendaftar ke universitas atau sekolah bahasa.
- Digital nomad visa — diluncurkan Maret 2024, untuk pekerja remote dengan penghasilan minimal sekitar 10 juta yen per tahun.
- Visa pasangan — jika menikah dengan warga negara Jepang.
Dokumen standar yang hampir selalu dibutuhkan mencakup paspor aktif, bukti pekerjaan atau surat penerimaan institusi, dan bukti keuangan. Pastikan semua dokumen sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris atau Jepang bila diperlukan.
2. Siapkan Finansial Sebelum Berangkat
Biaya hidup di Tokyo memang lebih tinggi dari Jakarta, namun tidak setinggi yang banyak orang bayangkan jika dikelola dengan baik. Yang perlu disiapkan sebelum berangkat:
- Dana darurat minimal 3 bulan biaya hidup dalam bentuk tunai atau rekening yang bisa diakses dari luar negeri.
- Kartu kredit internasional sebagai cadangan.
- Rekening bank Jepang baru bisa dibuka setelah mendapat residence card, sehingga jangan bergantung pada transfer bank lokal di awal.
3. Pahami Sistem Tempat Tinggal di Jepang
Ini bagian yang sering mengejutkan orang yang baru pertama kali mencari hunian di Jepang. Berbeda dengan Indonesia, iklan properti di Jepang tidak menggunakan istilah "kamar tidur". Sebagai gantinya, Anda akan menemukan sistem kode tata letak seperti 1R, 1K, 1DK, dan 1LDK yang mendeskripsikan jumlah ruangan dan fasilitas ruang bersama di setiap unit. Memahami sistem ini penting sebelum mulai mencari listing, karena salah memilih tipe bisa berarti menempati ruangan yang terlalu sempit atau justru membayar lebih dari kebutuhan sebenarnya.
Di luar tipe ruangan, ada beberapa biaya sewa yang perlu dipahami sejak awal:
- Security deposit (敷金, shikikin): Setara 1-2 bulan sewa, dikembalikan saat keluar dikurangi biaya kerusakan dan kebersihan.
- Key money (礼金, reikin): Biaya yang dibayarkan langsung ke pemilik properti dan tidak dikembalikan, bahkan setelah kontrak berakhir. Besarnya bisa mencapai 1-2 bulan sewa.
- Biaya agensi: Umumnya setara 1 bulan sewa, dibayar satu kali saat penandatanganan kontrak.
- Guarantor (保証人, hoshounin): Banyak landlord mensyaratkan penjamin, yang bagi orang asing bisa menjadi hambatan tersendiri.
Untuk orang asing yang baru tiba dan belum memiliki residence card, apartemen serviced atau monthly mansion sering menjadi pilihan paling praktis karena prosesnya lebih sederhana dan umumnya tidak memerlukan semua persyaratan di atas.
4. Urus Hal-Hal Ini di 30 Hari Pertama
Begitu tiba dan mendapat residence card dari imigrasi, segera urus beberapa hal berikut:
- Pendaftaran di kantor ward (役所, yakusho) — wajib dilakukan dalam 14 hari setelah tiba.
- Kartu asuransi kesehatan nasional — bisa diurus di kantor ward yang sama.
- Nomor telepon Jepang — dibutuhkan untuk hampir semua pendaftaran layanan online.
- Rekening bank — Japan Post Bank biasanya paling mudah diakses oleh pendatang baru.
5. Pertimbangkan Lokasi Sebelum Memilih Tempat Tinggal
Lokasi hunian akan sangat menentukan kualitas hidup sehari-hari di Jepang. Tokyo memiliki jaringan kereta yang sangat luas, namun biayanya juga tidak murah jika jarak komuter Anda terlalu jauh. Sebelum memutuskan di area mana akan menetap, ada baiknya mempertimbangkan:
- Berapa menit perjalanan ke tempat kerja atau kampus menggunakan kereta.
- Apakah tersedia supermarket dan apotek dalam jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
- Total biaya komuter bulanan, karena ini dapat memengaruhi pengeluaran Anda secara signifikan.
Pindah ke Jepang membutuhkan persiapan yang matang, namun dengan urutan langkah yang tepat, prosesnya akan terasa jauh lebih terkelola. Mulailah dari yang paling krusial: visa dan dokumen, kemudian finansial, baru kemudian cari tempat tinggal.