Oleh Dian Marsya
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Salah satu isu yang cukup hangat adalah kebijakan pemerintah terkait program kesejahteraan masyarakat, termasuk wacana pengurangan intensitas program makan gratis bagi pelajar demi efisiensi anggaran negara. Hal ini menunjukkan bahwa negara sedang berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan sosial dan keterbatasan ekonomi.
Dalam kehidupan sehari-hari, kebijakan seperti ini tentu berdampak langsung pada masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Program bantuan sosial bukan sekadar bentuk kepedulian pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam nilai-nilai Pancasila. Ketika kebijakan tersebut mengalami penyesuaian, masyarakat dituntut untuk lebih mandiri, sementara pemerintah perlu memastikan bahwa keputusan yang diambil tetap berpihak pada rakyat.
Selain itu, Indonesia juga dihadapkan pada tantangan lingkungan, seperti potensi kekeringan akibat perubahan iklim dan fenomena El Niño yang diperkirakan meningkatkan suhu di berbagai wilayah. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kehidupan berbangsa tidak hanya berkaitan dengan politik dan ekonomi, tetapi juga erat hubungannya dengan keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga alam menjadi bagian penting dari tanggung jawab sebagai warga negara.
Tidak hanya itu, berbagai peristiwa seperti bencana alam, konflik sosial, hingga kasus hukum yang terjadi di beberapa daerah juga mencerminkan bahwa persatuan dan kesadaran hukum masih perlu diperkuat. Kehidupan berbangsa yang ideal seharusnya dibangun di atas rasa saling menghargai, kepatuhan terhadap hukum, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Dari berbagai kondisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta berkontribusi dalam pembangunan. Dengan sikap kritis namun tetap konstruktif, masyarakat dapat menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing.
Biodata Penulis:
Dian Marsya saat ini aktif sebagai mahasiswa, S1 Keperawatan, di Universitas Muhammadiyah Surabaya.