Burung yang Mungil
Kali ini
hujan Lebat
redalah sudah
tinggal tetesan lamabat-lambat
Angin yang kencang
Tinggal berhembus pelan-pelan
Daun-daun berserakan
Ada pula ranting yang jatuh
Dan dahan yang patah
Di halaman
Selokan berair
Coklat
Dan sampah beriring-iring
Ke hilir
Duh,
Ada burung mungil
Bulunya basah
Atau mungkin sayapnya patah
Tak dapat terbang
Badannya lemah
Lalu,
Kuambil
Dan kuselimuti dengan kain
Hangatlah badanmu
Burung yang mungil?
Kuatkanlah badanmu
Supaya nanti dapat mengepakan
Sayapmu di langit cerah
Bernyanyi di ranting dan
Riang di dahan
Tidur,
Tidurlah burung yang mungil
Akhir Desember, 1986
Analisis Puisi:
Puisi "Burung yang Mungil" menggambarkan sebuah adegan sederhana di mana seorang pembicara menemukan seekor burung kecil yang lemah dan terluka saat hujan turun.
Gambaran Alam: Puisi ini dibuka dengan deskripsi suasana setelah hujan lebat, di mana tetesan-tetesan air masih tersisa dan angin yang kencang telah mereda. Gambaran tentang daun-daun yang berserakan, ranting yang patah, dan selokan yang berair memberikan gambaran tentang alam yang masih terasa basah dan berantakan.
Keberadaan Burung: Dalam kekacauan pasca-hujan, penulis menemukan seekor burung mungil yang terluka dan lemah. Burung ini menjadi simbol kelemahan dan kerapuhan di tengah keadaan alam yang keras.
Simpati dan Perhatian: Pembicara merasa simpati terhadap burung yang mungil tersebut dan merasa terpanggil untuk memberikan bantuan. Tindakan menutupinya dengan kain hangat mencerminkan perasaan empati dan kebaikan hati yang ingin membantu makhluk lain yang membutuhkan.
Harapan dan Doa: Penutup puisi ini menampilkan harapan dan doa untuk kesembuhan burung kecil tersebut. Pembicara berharap agar burung itu pulih dan kembali kuat sehingga dapat terbang dan bernyanyi di langit cerah seperti biasanya.
Makna Simbolis: Burung yang mungil dalam puisi ini dapat diinterpretasikan sebagai simbol kerentanan dan kelemahan manusia, serta kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian dari sesama manusia. Tindakan merawat burung tersebut juga mencerminkan nilai-nilai empati, kebaikan hati, dan perhatian terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya.
Puisi "Burung yang Mungil" karya Eulis Hendrayani adalah penggambaran yang sederhana namun penuh makna tentang kebaikan hati dan simpati terhadap makhluk hidup lainnya. Melalui gambaran alam dan interaksi dengan burung mungil, puisi ini menyampaikan pesan tentang pentingnya empati, perhatian, dan harapan dalam merawat dan membantu sesama makhluk hidup.
Karya: Eulis Hendrayani
