Puisi: Hijau Pepohonan Coklat Tanah Pekarangan (Karya Mubyar Parangina)

Puisi "Hijau Pepohonan Coklat Tanah Pekarangan" karya Mubyar Parangina adalah sebuah peringatan tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan ....
Hijau Pepohonan Coklat Tanah Pekarangan

Kepak sayap halus-halus
Binatang bertubuh kecil
Bergembira menyapa bunga
Terbang,
Dari hijau daun
Ke subur dalam

Kita pun senang mendengarnya
Kita pun jangan rusak bukit-bukit
Kita pun tidak ganggu pohon-pohon

Bukit hijau pucuk pohon
Manggut halus
Disisir angin

Angin menyapa mega
Mega mengirim hujan
Hujan menyiram bumi
Pekarangan kita juga
Yang menumbuhkan
Segala kehidupan

Berseri
Berbunga hati
Dan ada matahari

31-12-1986

Analisis Puisi:

Puisi "Hijau Pepohonan Coklat Tanah Pekarangan" karya Mubyar Parangina merangkum keindahan alam dan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Harmoni Alam: Penyair menggambarkan harmoni alam yang indah melalui gambaran pepohonan hijau dan tanah pekarangan yang subur. Pohon-pohon dan tanah tersebut menjadi simbol kehidupan dan kesuburan yang diciptakan oleh alam.

Interaksi Hidupan: Pada bagian awal, puisi menggambarkan interaksi antara binatang dan bunga yang indah. Binatang kecil yang bergembira menyapa bunga memberikan gambaran tentang keragaman dan kehidupan yang aktif di alam.

Peringatan untuk Manusia: Penyair menegaskan pentingnya menjaga alam dengan mengajak manusia untuk tidak merusak bukit-bukit, mengganggu pohon-pohon, atau merusak lingkungan hidup. Hal ini merupakan peringatan tentang dampak negatif dari ulah manusia terhadap alam.

Keseimbangan Alam: Puisi menyoroti keseimbangan alam yang diwakili oleh bukit hijau, pohon-pohon, angin, mega, hujan, dan tanah pekarangan. Semua elemen tersebut saling terkait dan saling mendukung dalam menciptakan kehidupan yang subur dan berwarna.

Pesan Lingkungan Hidup: Melalui penggambaran alam yang indah, penyair mengirimkan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. Puisi ini mengajak pembaca untuk lebih peduli terhadap alam dan mempertahankan keindahannya untuk generasi mendatang.

Simbolisme Matahari: Penyair mengakhiri puisi dengan menyebutkan matahari, yang dapat diartikan sebagai sumber kehidupan dan harapan. Matahari juga dapat menjadi simbol pencerahan dan optimisme dalam menjaga alam dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

Puisi "Hijau Pepohonan Coklat Tanah Pekarangan" karya Mubyar Parangina adalah sebuah peringatan tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan memelihara keindahan alam. Dengan gambaran yang indah dan pesan yang kuat, puisi ini mengajak pembaca untuk lebih peduli terhadap alam dan bertanggung jawab dalam menjaga kelestariannya.

Puisi
Puisi: Hijau Pepohonan Coklat Tanah Pekarangan
Karya: Mubyar Parangina
© Sepenuhnya. All rights reserved.