Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa Universitas Sebelas Maret dari Organisasi Kemahasiswaan Studi Ilmiah Mahasiswa Gulirkan Modul Literasi dan Empati di SD Negeri Genengsari

Melalui program 'SIM Mengajar 2026', siswa kelas sekolah dasar dibekali kecerdasan emosional lewat metode adaptif dan interaktif.

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

Surakarta, 24 Mei 2026 – Organisasi Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) Universitas Sebelas Maret sukses menyelenggarakan program pengabdian masyarakat "SIM Mengajar 2026". Program edukasi berkelanjutan yang dilaksanakan sejak 2 Mei hingga 23 Mei 2026 (4 Pertemuan) ini menitikberatkan pada penguatan karakter anak melalui penerapan inovatif "MODUL SIMENG LITERASI DAN EMPATI 2026" di dua sekolah target, yaitu SD Negeri Genengsari 01 dan SD Negeri Genengsari 02, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.

Selama empat pertemuan intensif, para mahasiswa mengimplementasikan pendekatan psikologi pendidikan yang dirancang khusus untuk membangun kepekaan sosial siswa sekaligus meminimalisasi potensi perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Aktivitas harian dimulai secara disiplin pada pukul 07.00 WIB guna memanfaatkan waktu emas belajar siswa melalui kombinasi sesi literasi dan kelas interaktif.

Sesi Literasi

Guna memastikan efektivitas penyampaian materi, metodologi pengajaran dalam "MODUL SIMENG LITERASI DAN EMPATI 2026" dibagi ke dalam dua klaster tingkatan kelas:

Edukasi Klaster Kelas Rendah (Kelas 1–3 SD)

Fokus utama pada klaster ini adalah penanaman konsep empati dasar dan pengenalan emosi diri melalui empat tahapan:

  • Pertemuan I: Siswa diajak mengidentifikasi empat emosi dasar (senang, sedih, marah, takut) menggunakan alat peraga Pop-up Emotion Cards, metode cermin ekspresi "Cermin Ajaib", dan visualisasi warna "Monster Warna".
  • Pertemuan II: Penerapan teknik dialogic reading di mana siswa distimulasi untuk memahami alasan di balik perasaan seorang tokoh (perspective-taking).
  • Pertemuan III: Refleksi pengalaman pribadi siswa melalui lembar kerja khusus "Aku Anak Baik" serta simulasi bermain peran (role-play) dalam merespons teman yang sedang bersedih.
  • Pertemuan IV: Aktivitas luar ruangan berbasis kelompok melalui tantangan "Pos Empati", di mana siswa dituntut menunjukkan perilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Klaster Kelas Tinggi (Kelas 4–6 SD)

Siswa pada jenjang ini dibekali dengan kemampuan berpikir kritis dan analisis nilai inklusivitas menggunakan studi kasus dari serial karakter 'Bluey, Bingo, dan Judo':

  • Pertemuan I: Analisis hubungan sebab-akibat dari sebuah konflik pertemanan melalui tayangan visual dan pengerjaan lembar kerja kelompok.
  • Pertemuan II: Penyusunan "Janji Bersahabat" antar-siswa dengan menggunakan media wayang cetak karakter untuk membangun komitmen pertemanan inklusif.
  • Pertemuan III: Bedah studi kasus mandiri untuk mengevaluasi batasan perilaku benar dan salah ketika berinteraksi dengan teman baru tanpa menyisihkan teman lama.
  • Pertemuan IV: Evaluasi komprehensif mengenai arti ketulusan sebuah permintaan maaf serta penciptaan Poster Anti-Bullying kreatif sebagai produk akhir pembelajaran.

Program SIM Mengajar

Program SIM Mengajar 2026 ini juga mengintegrasikan sesi Pembelajaran Interaktif selama 30 menit yang fleksibel dan adaptif. Salah satu implementasi unik dilakukan di Kelas 2 SD Negeri Genengsari 01, di mana sesi interaktif diletakkan pada jam pertama di luar ruangan guna mengkombinasikan materi empati dengan aktivitas fisik dan team building.

Melalui tuntasnya program pengabdian ini, Studi Ilmiah Mahasiswa UNS berharap pihak sekolah dapat terus mengadopsi instrumen dan nilai-nilai dalam "MODUL SIMENG LITERASI DAN EMPATI 2026" agar tercipta ekosistem sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Tentang Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM)

Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) merupakan organisasi kemahasiswaan intra-kampus yang bergerak di bidang penalaran, penelitian ilmiah, kreativitas, dan pengabdian masyarakat. SIM berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi sektor pendidikan dasar melalui program-program aplikatif yang berdampak langsung pada masyarakat.

Nafisa Seva Anindita

Biodata Penulis:

Nafisa Seva Anindita merupakan mahasiswa Program Studi S1 Psikologi Universitas Sebelas Maret yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan kemahasiswaan. Saat ini, ia berkontribusi sebagai Staff Community Development SIM UNS serta mengemban amanah sebagai Ketua Pelaksana SIM Mengajar UNS 2026.

Melalui berbagai pengalaman organisasi, Nafisa terus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi sebagai bekal untuk menciptakan lingkungan yang produktif dan berdampak. Baginya, organisasi bukan sekadar wadah untuk belajar dan bertumbuh, tetapi juga ruang untuk berkontribusi serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

© Sepenuhnya. All rights reserved.