Khawatir Investasi Reksadana Tidak Sesuai Target Keuangan? Simak Cara Mengatasinya

Khawatir Reksadana tak sesuai target keuangan? Inilah berbagai cara untuk mengantisipasinya!
Investasi Reksadana

Reksadana sering dipilih sebagai instrumen investasi oleh para investor di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, terkadang mereka merasa khawatir akan ketidaksesuaiannya dengan target keuangan.

Bila Anda mengalami kekhawatiran yang sama, ada berbagai cara untuk menyiasatinya. Cara-cara tersebut dapat dilihat di ulasan berikut untuk langsung diterapkan saat berinvestasi.

Cara Menyiasati Reksadana agar Sesuai Target Keuangan

Target keuangan penting untuk dimiliki setiap investor untuk menentukan arah investasi. Tentu target tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan keuangan.

Saat target telah ditetapkan dan investor mulai berinvestasi reksadana, kekhawatiran akan ketidaksesuaian antara keduanya pun muncul. Anda tak perlu merasakan hal yang sama karena ada sejumlah cara untuk mengantisipasinya:

1. Memahami Profil Risiko

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami profil risiko. Dengan mengetahuinya, Anda bisa memilih jenis Reksadana yang tepat sesuai dengan kepribadian.

Secara garis besar, ada tiga jenis profil risiko. Pertama adalah konservatif, yaitu investor yang sangat berhati-hati untuk menghindari kerugian. Lalu, ada tipe agresif yang lebih siap dengan risiko demi keuntungan tinggi.

Di antara kedua tipe tersebut, ada investor moderat. Profil risikonya berada di tengah sehingga mereka cenderung berani menerima sedikit risiko untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi daripada investor konservatif.

2. Memilih Produk yang Tepat

Selain profil risiko, Anda juga perlu mempertimbangkan jangka waktu target keuangan saat ingin berinvestasi reksadana. Lalu, pilih produk sesuai jangka waktu tersebut agar peluang target keuangan terpenuhi semakin besar.

Bila Anda memiliki tujuan finansial dalam jangka pendek, Reksadana Pasar Uang bisa dipertimbangkan dengan risiko rendah dan likuid. Di sisi lain, Reksadana Pendapatan Tetap layak dipilih bila Anda memiliki tujuan finansial jangka menengah.

Namun bila target Anda memiliki waktu yang panjang hingga lebih dari lima tahun, Reksadana Saham bisa dipilih. Aset tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang maksimal dalam jangka waktu ini.

3. Menerapkan Strategi DCA

DCA merupakan singkatan dari Dollar Cost Averaging. Strategi ini menekankan prinsip menabung secara rutin alih-alih sekaligus dalam jumlah besar sebagai metode berinvestasi.

Anda bisa menerapkan cara ini untuk berinvestasi reksadana agar lebih sesuai dengan tujuan keuangan. Caranya dengan mengalokasikan dana secara konsisten pada tanggal tertentu setiap bulannya tanpa menghiraukan fluktuasi harga pasar.

Ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dari cara ini. Di antaranya adalah memperoleh harga lebih moderat secara rata-rata, meminimalkan stres saat berinvestasi, dan mengurangi risiko pembelian aset saat harga sedang tinggi.

Reksadana

4. Menyiapkan Dana Darurat

Hal penting yang perlu Anda pahami sebelum berinvestasi adalah menghindari menggunakan “uang panas” karena masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka dari itu, manfaatkan “uang dingin” untuk berinvestasi.

Selain itu, miliki dana darurat terlebih dahulu sebelum mulai berinvestasi untuk mengantisipasi penurunan harga atau bahkan pasar bearish. Dana tersebut juga bisa digunakan untuk menambah aset bila dibutuhkan.

Lalu saat sudah mulai berinvestasi di instrumen yang aman dan likuid seperti Reksadana Pasar Uang, pastikan untuk memiliki dana darurat sebesar 3-6 bulan pengeluaran di sana. Setelah itu, baru Anda bisa masuk ke aset berisiko tinggi.

5. Diversifikasi Portofolio

Selalu ingat pepatah “jangan taruh semua telur dalam satu keranjang” selama berinvestasi. Artinya, hindari alokasi semua dana dalam satu aset saja untuk meminimalkan kerugian akibat pasar yang berfluktuasi.

Strategi ini disebut sebagai diversifikasi. Anda bisa menerapkannya dengan menyebar dana ke berbagai jenis Reksadana. Persentase bisa disesuaikan dengan profil risiko yang telah dibahas sebelumnya.

Selain itu, Anda juga bisa menyebar dana ke berbagai produk dari Manajer Investasi berbeda. Cara ini dapat meminimalkan risiko saat salah satu produk mengalami penurunan nilai.

6. Jangan Mudah Panik

Salah satu “penyakit” yang sering dimiliki oleh investor adalah panic selling. Terlebih lagi bila investor tersebut belum mempunyai pengalaman matang di dunia investasi. Hal ini akan semakin sering dirasakan saat berinvestasi instrumen berisiko tinggi.

Salah satu instrumen tersebut adalah Reksadana Saham. Pasarnya memang pasti berfluktuasi. Namun, jangan buru-buru menjual aset bila pasar turun karena hal ini hanya membuat kerugian “di atas kertas” menjadi kenyataan.

Maka dari itu, fokuslah pada tujuan jangka panjang. Selama yakin dengan fundamental produknya, maka Anda bisa membeli aset di harga murah alih-alih menjual semua yang dimiliki.

7. Pilih Mitra Terpercaya

Memiliki mitra terpercaya cukup penting dalam berinvestasi. Dengan demikian, mitra tersebut mampu menjadi partner terbaik dalam menghadapi segala macam kondisi pasar. Pastikan juga bahwa ia telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Berinvestasi Bersama Perbankan Prioritas DBS Treasures

Dari ulasan di atas telah diketahui berbagai cara untuk menyiasati kekhawatiran akan ketidaksesuaian antara investasi reksadana dengan tujuan keuangan. Salah satunya adalah memilih mitra tepercaya, seperti DBS Treasures.

Bersama DBS Treasures, investasi reksadana Anda didukung oleh Manajer Investasi profesional yang berpengalaman dalam mengelola kinerja produk. Melalui pendekatan diversifikasi ke berbagai kelas aset, risiko juga dapat dikelola secara balance, sehingga portofolio tidak bergantung pada satu instrumen investasi saja.

Anda juga dapat memperoleh insight pasar yang relevan untuk membantu proses pengambilan keputusan investasi. Seluruh kebutuhan transaksi dapat diakses secara praktis melalui Aplikasi DBS digibank, mulai dari pembelian, penjualan, switching, hingga registrasi SID atau Single Investor Identification, dengan akses 24/7.

Melalui dukungan pengelolaan profesional, strategi diversifikasi, dan informasi pasar yang lebih terarah, reksadana dapat menjadi bagian dari perencanaan finansial yang lebih siap menghadapi dinamika risiko.

Dengan begitu, Anda bisa membangun portofolio yang lebih adaptif dan selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang.

© Sepenuhnya. All rights reserved.