Oleh Resti Dinar Restu Pinastiti
Pernahkah Anda sedang sujud, tapi pikiran justru melayang ke teras masjid? Bukannya meresapi bacaan imam, malah sibuk membayangkan nasib sandal jepit atau sepatu bermerek yang ditinggal di luar. Fenomena psikologis ini bukanlah hal baru. Dalam dunia santri dan aktivis masjid, ada sebuah adagium humoris namun nyata bahwa tingkat kekhusyukan salat seseorang sering kali berbanding terbalik dengan harga alas kaki yang dipakainya.
Mari kita bedah secara ilmiah, tapi santai, bagaimana manajemen risiko kehilangan alas kaki di masjid ternyata punya pengaruh besar terhadap ketenangan batin kita saat menghadap Sang Pencipta.
Makin Mahal Sandalnya, Makin Jauh Pikiran Melayang ke Teras
Secara psikologis, ketakutan akan kehilangan sesuatu disebut sebagai loss aversion. Di atas sajadah, hukum ini berlaku sangat nyata. Hubungan antara harga sandal dan tingkat kekhusyukan berjalan saling bertolak belakang.
Jamaah yang memakai sandal jepit murah biasanya mencapai tingkat kekhusyukan maksimal karena jika sandal itu sampai hilang atau tertukar, proses mengikhlaskannya sangat mudah. Sebaliknya, begitu takbiratul ihram dimulai bagi pengguna sepatu atau sandal mahal, pikiran bawah sadar akan mulai berbisik menanyakan keamanan alas kaki mereka di luar. Akibatnya, fokus ibadah pun menjadi buyar karena bayang-bayang kerugian materi.
Trik Intelijen Jamaah demi Mengamankan "Aset" di Luar
Untuk mengatasi gangguan rasa takut kehilangan sandal ini, para jamaah sebenarnya telah lama menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko yang cukup matang. Salah satu strategi yang paling populer adalah metode kamuflase, yaitu sengaja memisahkan peletakan sandal kiri dan kanan secara berjauhan. Langkah ini efektif mengurangi kemungkinan dicuri karena pencuri tidak akan membuang waktu untuk mencari pasangannya.
Strategi lainnya adalah metode menghindari risiko sama sekali, yaitu dengan sengaja memakai sandal yang paling jelek atau sudah menipis saat hendak ke masjid. Dengan begitu, hati menjadi tenang karena tahu nilai aset yang ditinggalkan di teras tidak akan menarik perhatian orang lain. Tentu saja, pilihan paling aman adalah memanfaatkan fasilitas loker atau penitipan resmi jika masjid menyediakannya, meskipun kita harus sedikit bersabar mengantre seusai salat.
Tips Anti-Insecure Biar Hati Tenang Sampai Salam
Jika situasi memaksa ke masjid menggunakan alas kaki kesayangan, ada beberapa langkah cerdas untuk mengamankan pikiran. Selain memisahkan letak sandal kiri dan kanan di ujung rak yang berbeda, Anda juga bisa membawa kantong plastik sendiri dari rumah. Bungkus sandal yang masih bersih, lalu bawalah ke dalam dan letakkan di dekat tempat Anda berdiri, selama hal tersebut tidak mengotori lantai masjid. Namun, langkah paling aman dan bebas repot tentu saja dengan memiliki satu pasang sandal murah yang memang khusus didedikasikan hanya untuk perjalanan ke masjid.
Intinya: Amankan Kaki, Khusyukkan Hati
Kekhusyukan adalah modal utama dalam beribadah. Manajemen risiko terhadap barang bawaan bukanlah bentuk sifat pelit atau berprasangka buruk, melainkan sebuah ikhtiar logis untuk mengamankan pikiran kita dari gangguan duniawi saat menyembah-Nya. Jadi, sebelum melangkah ke masjid, amankan dulu risiko di kaki Anda agar hati bisa sepenuhnya berserah diri di atas sajadah.
Penulis:
Resti Dinar Restu Pinastiti lahir pada tanggal 16 Agustus 2007.