Oleh Siti Roadatul Aisya
Kalau dilihat dari kehidupan di sekolah dasar, sebenarnya banyak siswa yang sudah cukup pintar secara akademik. Mereka bisa mengikuti pelajaran dan mendapatkan nilai yang bagus. Tapi kalau dilihat dari sikap sehari-hari, belum tentu semuanya punya rasa peduli yang tinggi ke teman. Misalnya, waktu ada teman yang kesulitan belajar, nggak semua langsung bantu. Ada juga yang cuek atau lebih fokus sama urusannya sendiri. Dari situ kelihatan kalau sekolah itu nggak cukup cuma ngajarin soal nilai, tapi juga penting banget buat ngajarin kepedulian dan empati. Menurutku, hal-hal kecil seperti saling membantu justru yang paling berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.
Di tingkat MI/SD, anak-anak lagi ada di masa perkembangan yang penting banget. Di usia segini, mereka gampang niru apa yang mereka lihat, entah dari guru atau dari teman. Makanya, lingkungan sekolah itu punya pengaruh besar buat membentuk karakter mereka. Menurutku, pendidikan yang baik itu bukan cuma bikin siswa pintar, tapi juga ngebentuk kebiasaan yang baik. Kalau dari kecil udah dibiasain peduli sama orang lain, biasanya sampai gede juga bakal kebawa. Bahkan, kebiasaan kecil seperti menyapa teman atau membantu tanpa diminta bisa jadi awal terbentuknya sikap sosial yang baik.
Pelajaran IPS sebenarnya punya peran penting dalam hal ini. Walaupun sering dianggap membosankan karena banyak hafalan, sebenarnya IPS itu dekat banget sama kehidupan sehari-hari. Lewat IPS, siswa bisa belajar gimana cara berinteraksi, menghargai perbedaan, dan ngerti kondisi lingkungan sekitar. Jadi, IPS itu bukan cuma teori, tapi juga ngajarin cara hidup di masyarakat. Kalau diajarkan dengan cara yang menarik, siswa biasanya juga lebih mudah memahami karena mereka merasa materi itu relate dengan kehidupan mereka sendiri.
Dari pengalamanku, kerja kelompok itu salah satu kegiatan yang paling kerasa manfaatnya. Waktu masih di MI, aku sering banget kerja kelompok, dan itu bikin aku jadi lebih berani ngomong. Awalnya mungkin malu, tapi lama-lama jadi terbiasa buat nyampein pendapat di depan teman-teman. Selain itu, aku juga belajar buat mikir lebih kritis, apalagi kalau ada pendapat yang beda. Biasanya kami diskusi bareng dan cari solusi sama-sama. Dari situ aku juga belajar buat dengerin orang lain dan nggak maksa pendapat sendiri. Bahkan, kadang dari diskusi itu muncul ide-ide baru yang sebelumnya nggak kepikiran. Menurutku, kegiatan kayak gini penting banget karena bikin kita lebih bisa kerja sama dan nggak egois.
Selain kerja kelompok, kegiatan bersih-bersih kelas juga punya dampak yang bagus. Dulu waktu di MI, kami sering bagi tugas—ada yang nyapu, ngepel, atau beresin meja. Dari situ aku ngerasa kalau kerja bareng itu lebih ringan daripada dikerjain sendiri. Selain itu, aku juga jadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan, bukan cuma di sekolah tapi juga di rumah. Kadang guru juga ngingetin kalau kebersihan itu tanggung jawab bersama, jadi kita jadi lebih terbiasa peduli. Kegiatan sederhana kayak gini ternyata bisa ngebentuk kebiasaan baik kalau dilakuin terus-menerus.
Dalam pelajaran IPS, guru juga bisa ngajak siswa diskusi tentang hal-hal yang dekat sama kehidupan mereka. Misalnya soal tolong-menolong, kebersihan, atau menghargai perbedaan. Dengan diskusi, siswa jadi lebih aktif dan nggak cuma dengerin penjelasan doang. Mereka juga bisa lihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Bahkan, ada kalanya siswa jadi lebih berani mengemukakan pendapat karena suasana diskusi terasa santai. Menurutku, cara ini lebih gampang dipahami daripada cuma disuruh hafal.
Selain itu, belajar IPS juga bisa dilakukan di luar kelas. Misalnya dengan ngamatin lingkungan sekitar atau ikut kegiatan sosial sederhana. Dengan cara ini, siswa jadi nggak cuma belajar teori, tapi langsung ngerasain sendiri. Jadi pembelajaran terasa lebih nyata dan nggak membosankan. Pengalaman langsung seperti ini biasanya lebih diingat dibandingkan hanya membaca buku.
Menurutku, pendidikan karakter itu penting banget dan nggak bisa dipisahin dari proses belajar di sekolah. Tujuan sekolah bukan cuma bikin siswa pintar, tapi juga punya sikap yang baik. Harapannya, siswa bisa jadi orang yang peduli, bertanggung jawab, dan bisa hidup dengan baik di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai seperti ini penting karena akan berguna dalam kehidupan jangka panjang.
Memang, masih banyak yang nganggep IPS itu pelajaran yang ngebosenin. Biasanya karena cara ngajarnya terlalu fokus ke hafalan. Padahal, kalau diajarin dengan cara yang lebih santai dan dikaitkan sama kehidupan sehari-hari, IPS bisa jadi pelajaran yang seru. Di sini peran guru penting banget buat bikin suasana belajar jadi lebih hidup. Guru yang kreatif biasanya bisa membuat siswa lebih tertarik dan tidak cepat bosan.
Kalau dilihat dari semua itu, bisa disimpulkan kalau IPS punya peran besar dalam membentuk karakter dan kepedulian sosial siswa di MI/SD. Lewat pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa nggak cuma dapet ilmu, tapi juga belajar jadi pribadi yang lebih peduli dan bisa hidup bareng orang lain dengan baik. Dengan begitu, tujuan pendidikan tidak hanya tercapai dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi sikap dan perilaku.
Penulis:
Siti Roadatul Aisya | Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.