Pantun Dari Jauh Kapalmu Datang
(Pantun Berbalas)
Sitti Nurbaya:
Dari jauh kapalmu datang,
pasang bendera atas kemudi.
Dari jauh adikmu datang,
melihat Kakanda yang baik budi.
Samsulbahri:
Selasih di kampung Batak,
perawan luka tentang kaki.
Terima kasih banyak-banyak,
sudi datang melihati.
Sitti Nurbaya:
Sultan Iskandar raja Sikilang,
raja Barus pegang tongkatnya.
Tidak disesal badanku hilang,
sudah harus pada tempatnya.
Samsulbahri:
Sukar membilang buah kelapa,
burung pipit terbang sekawan.
Biar hilang tidak mengapa,
asal bersama dengan Tuan.
Catatan:
Pantun di atas merupakan bagian dari buku Sitti Nurbaya (1920).
Analisis Puisi:
Pantun "Dari Jauh Kapalmu Datang" merupakan pantun berbalas yang terdapat dalam novel Sitti Nurbaya (1920) karya Marah Roesli. Pantun ini memperlihatkan percakapan antara Sitti Nurbaya dan Samsulbahri, dua tokoh utama yang saling mengungkapkan rasa hormat, kasih sayang, dan kesetiaan melalui untaian pantun. Sebagai bagian dari tradisi sastra Melayu, pantun ini tidak hanya menampilkan keindahan bahasa, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kesopanan, pengorbanan, dan cinta yang tulus.
Tema
Tema utama pantun ini adalah cinta yang tulus, kesetiaan, dan pengorbanan. Selain itu, pantun ini juga mengangkat tema penghormatan kepada orang yang dicintai serta keteguhan hati dalam menghadapi segala konsekuensi demi mempertahankan hubungan.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam pantun ini adalah bahwa cinta sejati tidak hanya diukur melalui kata-kata, tetapi juga melalui kesediaan untuk berkorban dan tetap setia dalam keadaan apa pun.
Pantun ini juga menyiratkan bahwa kebersamaan jauh lebih berharga daripada harta ataupun kenyamanan hidup. Kalimat "Biar hilang tidak mengapa, asal bersama dengan Tuan" menunjukkan bahwa kehadiran orang yang dicintai menjadi sumber kebahagiaan yang lebih penting daripada kepemilikan materi atau kedudukan.
Di sisi lain, ungkapan Sitti Nurbaya mengenai tubuh yang "hilang" menggambarkan sikap menerima takdir dengan ikhlas, sebuah nilai yang sering muncul dalam sastra Melayu klasik.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Amanat atau pesan yang disampaikan dalam pantun ini adalah:
- Hargailah orang yang memiliki budi pekerti yang baik.
- Cinta yang sejati dibangun atas dasar ketulusan, bukan kepentingan pribadi.
- Kesetiaan akan diuji ketika seseorang menghadapi kesulitan atau kehilangan.
- Belajarlah menerima takdir hidup dengan hati yang ikhlas.
- Kebersamaan dengan orang yang dicintai sering kali lebih bernilai daripada kekayaan atau kedudukan.
Pantun "Dari Jauh Kapalmu Datang" merupakan pantun berbalas yang memperlihatkan kehalusan budaya Melayu dalam mengungkapkan perasaan. Melalui dialog antara Sitti Nurbaya dan Samsulbahri, Marah Roesli menghadirkan gambaran cinta yang dilandasi rasa hormat, kesetiaan, dan pengorbanan. Walaupun disampaikan dengan bahasa yang sederhana, pantun ini memiliki makna yang mendalam karena menjadi cerminan hubungan kedua tokoh dalam novel Sitti Nurbaya, sekaligus menyampaikan nilai-nilai moral yang tetap relevan bagi kehidupan hingga sekarang.
Puisi: Pantun Dari Jauh Kapalmu Datang
Karya: Marah Roesli
Biodata Marah Roesli:
- Marah Roesli (dieja Marah Rusli) lahir di Padang, Sumatra Barat, pada tanggal 7 Agustus 1889.
- Marah Roesli meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 17 Januari 1968 (pada usia 78 tahun).
- Marah Roesli adalah sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka.
