Persoalan sampah rumah tangga tidak hanya berasal dari sampah anorganik, tetapi juga dari limbah organik yang setiap hari dihasilkan dari aktivitas memasak. Kulit buah, sisa sayuran, dan bahan organik lainnya sering kali berakhir di tempat sampah tanpa dimanfaatkan. Padahal, limbah tersebut dapat diolah menjadi eco enzyme, cairan hasil fermentasi yang ramah lingkungan dan memiliki beragam manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok Kelurahan Sidosermo menyelenggarakan Workshop Pembuatan Eco Enzyme sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik. Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat bahwa limbah dapur bukan hanya sekadar sampah, tetapi juga sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Belajar dari Ahlinya, Berinovasi dengan Cara Sederhana
Workshop ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bu Hj. Dwi Astuti dari Komunitas Eco Enzyme Sidosermo yang memberikan materi mengenai konsep dasar eco enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta tahapan pembuatannya. Dalam sesi praktik, narasumber mendemonstrasikan proses pembuatan eco enzyme menggunakan tong fermentasi berukuran besar yang umumnya digunakan untuk produksi dalam jumlah banyak. Menariknya, mahasiswa KKN kemudian menghadirkan inovasi yang lebih sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Jika DLH menggunakan tong besar, mahasiswa memanfaatkan galon bekas air mineral sebagai wadah fermentasi eco enzyme. Pemanfaatan galon bekas dipilih karena lebih mudah diperoleh, hemat biaya, tidak memerlukan tempat yang luas, dan sesuai untuk kebutuhan rumah tangga. Pendekatan sederhana ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka menyadari bahwa membuat eco enzyme ternyata tidak membutuhkan peralatan yang mahal maupun rumit. Dengan memanfaatkan wadah yang ada di rumah, setiap keluarga dapat mulai mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.
Eco Enzyme, Lebih dari Sekadar Cairan Fermentasi
Dalam workshop tersebut, mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa eco enzyme memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Cairan hasil fermentasi ini dapat dimanfaatkan sebagai pembersih lantai, pembersih kamar mandi, pencuci peralatan rumah tangga, penyegar udara, pupuk tanaman, hingga membantu mengurangi bau pada saluran air dan tempat sampah. Dengan berbagai manfaat tersebut, eco enzyme menjadi salah satu alternatif produk ramah lingkungan yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan pembersih berbahan kimia.
Selain bermanfaat bagi rumah tangga, pemanfaatan eco enzyme juga menjadi bagian dari upaya mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Semakin banyak masyarakat yang mengolah sampah organik menjadi eco enzyme, semakin kecil pula limbah yang harus ditangani oleh lingkungan. Yang tidak kalah penting, workshop ini menanamkan kebiasaan baru bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari dapur rumah sendiri. Limbah organik yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini memiliki fungsi baru yang lebih bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Penutup
Workshop pembuatan eco enzyme yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok Sidosermo menunjukkan bahwa edukasi lingkungan akan lebih mudah diterima apabila disertai praktik yang sederhana dan aplikatif. Inovasi penggunaan galon bekas air mineral sebagai wadah fermentasi membuktikan bahwa setiap rumah tangga dapat membuat eco enzyme tanpa harus memiliki peralatan khusus.
Melalui kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, mahasiswa KKN, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya mengelola sampah organik secara mandiri. Sebab, menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari kebiasaan sederhana di rumah. Dari setetes eco enzyme, tumbuh kesadaran bahwa sampah organik bukan lagi limbah yang dibuang, tetapi sumber manfaat yang dapat menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
Penulis:
Tim KKN Surabaya UINSA 2026.