Minggu, 19 Juli 2026, matahari bersinar cerah di atas kawasan Kebonsari, Candi, Sidoarjo. Suasana di Perumahan Pesona Sari, khususnya di blok H.19, Cluster Flower, tampak berbeda dari biasanya. Jika pada hari Minggu pagi warga biasanya menghabiskan waktu dengan beristirahat, hari ini justru terlihat kesibukan yang produktif, penuh dengan gelak tawa, dan semangat belajar yang membara. Hari itu menjadi saksi bisu pertemuan antara dunia akademis dan realitas masyarakat dalam sebuah program pengabdian yang bertajuk "Sinergi Pemberdayaan Ekonomi & Kewirausahaan Mahasiswa IWIDA: Mewujudkan Ketahanan Pangan Pesona Sari."
| Foto kebersamaan mahasiswa, dosen pembina IKIP Widya Darma dan mitra Warga Perum Pesonasari, Candi-Sidoarjo |
Kegiatan ini bukanlah sekadar agenda formalitas kampus, melainkan sebuah manifestasi dari tanggung jawab sosial yang diusung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP Widya Darma (IWIDA). Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Drs. Nur Sukri, M.Si., institusi ini terus mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga tajam dalam berempati, membaca kebutuhan masyarakat. Hari itu, tim BEM yang diketuai oleh Feby Nabila Damayanti —mahasiswa semester 4 yang penuh dedikasi—bersama Wakil Rektor III IKIP Widya Darma, M. Riadhos Solichin, SE, S.Pd., M.Pd., berserta para dosen pembimbing yang inspiratif, yakni Assoc. Prof. Dr. Edy Suseno, S.Pd., M.Pd., dan Ira Wulan Sari, S.Pd., M.Pd., serta didukung oleh kehadiran dosen-dosen lainnya seperti Sri Rejeki Puri Wahyu Pramesthi, S.Si., M.Si., Siti Ramlah, S.S., M.Hum, Dyah Nugraheny Priastuti, S.Pd., M.Pd., dan Agung Putra Pratama Buamona, S.Sos.I., M.Pssp., M.Pd turun langsung ke lapangan.
Pagi yang Membuka Harapan
Tepat pukul 09.00 WIB, suara merdu Alifa Salsabilasari selaku MC membuka rangkaian acara. Suasana yang tadinya formal perlahan mencair. Sambutan hangat datang dari Bapak Sartana, Ketua RT setempat, yang menyambut baik kehadiran para akademisi ini. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara warga dan mahasiswa dalam membangun kemandirian ekonomi lingkungan.
Gayung bersambut, M. Riadhos Solichin, SE.,S.Pd.,M.Pd, dalam kapasitasnya mewakili pimpinan kampus, menyampaikan bahwa IKIP Widya Darma hadir bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar bersama dan memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan bagi warga Pesona Sari.
Memasuki sesi pertama, suasana berubah menjadi lebih interaktif. Pak Irfan beserta istri, salah satu warga yang memiliki keahlian kuliner, memandu pelatihan pembuatan sempol. Aroma daging ayam segar berpadu dengan bumbu rempah memenuhi udara. Mulai dari tahap penggilingan daging, pencampuran tepung dengan komposisi yang tepat, hingga teknik menggoreng agar sempol tetap kenyal dan gurih, semuanya dipraktikkan dengan antusias.
| Mahasiswa menyimak cara pembuatan sempol yang diolah oleh Bapak & Ibu Irfan |
Mahasiswa dan warga bahu-membahu, belajar bahwa ketahanan pangan dimulai dari hal sederhana: keterampilan mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
Menanam Masa Depan: Kemandirian dari Lahan Sempit
Ketahanan pangan bukan hanya soal makanan siap saji, tetapi bagaimana kita bisa memproduksi sumber daya secara mandiri. Pukul 11.00 WIB, Pak Tri mengambil alih forum dengan sesi yang sangat teknis namun aplikatif. Beliau memaparkan teknik budidaya maggot dan penanaman azolla. Bagi warga yang mungkin awam, ini adalah pengetahuan baru yang revolusioner.
Maggot dan azolla, yang selama ini mungkin dianggap sepele, ternyata adalah pakan protein tinggi yang sangat efisien untuk ayam broiler, ayam kampung, hingga lele.
| Budidaya magot untuk pakan ternak ayam |
Tak berhenti di situ, Pak Tri juga mengajak warga memanfaatkan lahan terbatas di perumahan untuk menanam kumis kucing. Bukan sekadar tanaman hias, kumis kucing memiliki nilai ekonomi karena permintaannya yang stabil dari pabrik-pabrik herbal. Sesi ini menyadarkan semua orang yang hadir bahwa dengan inovasi, lahan sempit di perumahan pun bisa menjadi lumbung ekonomi keluarga.
Sinergi Timbal Balik: Dari Digital hingga Industri Rumah Tangga
| Pemberian informasi tentang trik affiliate online shop |
Setelah rehat sejenak untuk ISHOMA, semangat peserta tidak surut. Sesi pukul 13.00 WIB menghadirkan perspektif modern: dunia digital. Ibu Santi dan putranya, Robert, berbagi trik mengenai Affiliate Online Shop. Di era digital ini, keterampilan berjualan tanpa modal fisik adalah kunci. Mereka mengajarkan bagaimana memasarkan produk secara daring, sebuah ilmu yang sangat relevan bagi warga yang ingin menambah penghasilan dari rumah.
| Praktek Pembuatan Sabun Deterjen Cair |
Puncak dari pembelajaran praktis hari itu adalah saat Assoc. Prof. Dr. Edy Suseno memandu pembuatan sabun cuci baju. Di sinilah letak keindahan dari pengabdian masyarakat ini. Dosen tidak hanya berdiri di depan kelas, tetapi turun ke bawah, mencampur bahan kimia pembersih, menjelaskan proses reaksi, dan memandu warga hingga menghasilkan cairan deterjen yang siap pakai. Dalam proses ini, terjadi pertukaran peran. Warga yang memiliki pengalaman praktis sehari-hari berbagi kendala yang mereka temui, sementara dosen memberikan solusi berbasis teori. Inilah esensi "timbal balik" yang sesungguhnya.
| Praktek Pembuatan Sabun Deterjen Cair |
Kegiatan berlanjut dengan sentuhan kreativitas melalui pelatihan tata rias yang dipandu oleh Zaskia, mahasiswa berbakat dari IWIDA. Suasana berubah menjadi riang saat warga mulai mencoba teknik makeup dasar untuk menonjolkan kecantikan alami.
Mengikat Janji dalam MoU
| Penandatanganan MoU kedua belah pihak kampus dengan mitra |
Sebagai bukti bahwa kegiatan ini bukanlah agenda sesaat, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IKIP Widya Darma yang diwakili oleh Bapak Riadhos dengan Bapak Sartana selaku Ketua RT 08 Perum Pesonasari, Cluster Flower, Candi-Sidoarjo,. MoU ini menjadi payung hukum dan komitmen moral untuk menjamin keberlanjutan pelatihan timbal balik di masa mendatang. Bagi warga Pesona Sari, kehadiran mahasiswa IWIDA telah membuka cakrawala baru bahwa komunitas mereka memiliki potensi besar jika dikelola dengan ilmu pengetahuan.
|
Menjelang pukul 16.30 WIB, kelelahan yang dirasakan oleh para mahasiswa seketika sirna. Mereka melakukan sesi foto bersama (selfie) dengan warga, memamerkan hasil tata rias yang cantik, dan membagikan produk sabun deterjen cair hasil karya bersama. Tawa renyah menutup hari itu.
Refleksi: Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Melihat apa yang terjadi di Pesonasari, kita diingatkan kembali pada hakikat pendidikan tinggi. Mahasiswa bukan hanya tentang gelar sarjana, melainkan tentang bagaimana ilmu yang didapatkan di ruang kelas bisa menjawab persoalan di lapangan. Feby Nabila Damayanti, sebagai ketua panitia pelaksanaan kegiatan Mahasiswa dan seluruh jajaran mahasiswa IKIP Widya Darma telah membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk memberikan dampak. Dukungan penuh dari Dr. Drs. Nur Sukri, M.Si., beserta jajaran dosen pembimbing, menjadi fondasi kokoh bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat adalah kunci utama pembangunan bangsa.
Ketahanan pangan dan ekonomi kreatif yang dirajut di Pesonasari hari ini adalah langkah kecil. Namun, seperti filosofi menanam kumis kucing atau mengembangbiakkan maggot, hal-hal besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. IWIDA telah hadir, warga telah menerima, dan sinergi telah terbentuk. Masa depan ketahanan pangan masyarakat tidak lagi tampak samar, karena hari ini, ilmu telah disebarkan, dan persaudaraan telah dikukuhkan.
Minggu itu di Pesonasaribukan hanya tentang belajar membuat sempol, sabun, atau beternak maggot. Itu adalah hari di mana mahasiswa belajar menjadi manusia yang bermanfaat, dan masyarakat belajar bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Itulah esensi sesungguhnya dari kemajuan sebuah bangsa: ketika kampus dan kampung bergandengan tangan, maka kesejahteraan hanyalah persoalan waktu untuk diwujudkan.
Penulis:
- Assoc. Prof. Dr. Edy Suseno, S.Pd., M.Pd.
- M. Riadhos Solichin, SE, S.Pd., M.Pd.
- Ira Wulan Sari, S.Pd., M.Pd.
Para penulis merupakan dosen tetap IKIP Widya Darma Surabaya dari Program Studi Pendidikan: Bahasa Inggris, Ekonomi, dan Matematika.