Oleh Indri Lestari
Membaca adalah salah satu cara sederhana untuk mengenal dunia. Melalui buku, anak-anak dapat menemukan cerita, pengetahuan, dan berbagai hal baru yang mungkin belum pernah mereka temui. Namun, untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, anak-anak juga membutuhkan ruang yang nyaman dan menarik. Berangkat dari hal tersebut, KKN Kelompok 46, yang merupakan kolaborasi antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, menghadirkan program kerja Pojok Baca di Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Program Pojok Baca ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap budaya literasi di lingkungan masyarakat. Bertempat di area belakang Balai Desa Bogem, Pojok Baca dihadirkan sebagai ruang sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak, untuk membaca, belajar, dan menambah pengetahuan.
Ide menghadirkan Pojok Baca bermula dari keinginan mahasiswa KKN untuk menyediakan ruang membaca yang mudah dijangkau oleh anak-anak di Desa Bogem. Sebelum mewujudkannya, mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan perangkat desa, khususnya Kepala Dusun 2, Bapak Paiman, serta masyarakat setempat untuk menentukan lokasi yang sesuai. Dari hasil koordinasi tersebut, area di belakang Balai Desa Bogem dipilih sebagai lokasi Pojok Baca. Tempat tersebut dinilai cukup memadai karena memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan dan sudah dilengkapi dengan atap. Dengan kondisi tersebut, area belakang Balai Desa Bogem diharapkan dapat menjadi tempat membaca yang nyaman dan dapat digunakan oleh anak-anak untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.
Setelah lokasi ditentukan, mahasiswa KKN mulai mengumpulkan bahan bacaan untuk mengisi Pojok Baca. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mahasiswa membuka open donasi buku dan dana. Poster donasi kemudian disebarkan sebagai ajakan kepada masyarakat dan pihak lain yang ingin ikut berkontribusi dalam menyediakan bahan bacaan. Ajakan tersebut mendapat respons dari beberapa pihak. Sejumlah buku berhasil terkumpul dan kemudian menjadi koleksi awal Pojok Baca. Meskipun jumlahnya masih terbatas, setiap buku yang terkumpul menjadi bagian penting dalam langkah awal menghadirkan ruang literasi bagi anak-anak Desa Bogem.
Setelah buku-buku terkumpul, mahasiswa KKN mulai menata area belakang Balai Desa Bogem. Rak buku dipasang dan koleksi buku hasil donasi disusun agar lebih rapi serta mudah ditemukan. Area tersebut juga dihiasi dengan berbagai dekorasi dan media pendukung agar terlihat lebih menarik dan nyaman. Dengan suasana yang lebih menyenangkan, anak-anak diharapkan semakin tertarik untuk datang dan membaca. Namun, menyediakan tempat dan buku saja belum cukup. Pojok Baca perlu diperkenalkan agar anak-anak mengetahui keberadaannya dan tertarik untuk memanfaatkannya. Karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 46 melakukan promosi Pojok Baca melalui kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal Pojok Baca yang berada di belakang Balai Desa Bogem. Mahasiswa memperkenalkan tempat tersebut sebagai ruang yang dapat digunakan untuk membaca dan belajar. Anak-anak juga didorong untuk memanfaatkan buku-buku yang telah tersedia sebagai sumber pengetahuan sekaligus hiburan. Pengenalan kepada anak-anak menjadi bagian penting dari program ini. Sebab, Pojok Baca bukan hanya tentang menyediakan rak dan buku, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan ketertarikan anak-anak terhadap kegiatan membaca. Dengan mengenalkan Pojok Baca secara langsung, mahasiswa berharap anak-anak dapat melihat membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan, bukan sekadar kewajiban.
Pojok Baca di belakang Balai Desa Bogem mungkin hanyalah sebuah ruang sederhana dengan beberapa rak dan koleksi buku hasil donasi. Namun, dari tempat sederhana tersebut terdapat harapan yang lebih besar. Anak-anak memiliki ruang untuk membaca cerita, mendapatkan informasi baru, dan mengembangkan pengetahuan mereka melalui buku yang tersedia. Keberadaan Pojok Baca juga menunjukkan bahwa membangun budaya literasi tidak selalu harus dimulai dengan fasilitas yang besar. Pemanfaatan ruang yang tersedia, dukungan masyarakat, serta kepedulian untuk mengumpulkan bahan bacaan dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan lingkungan yang lebih dekat dengan literasi.
Meski demikian, perjalanan Pojok Baca tentu belum selesai. Koleksi buku yang tersedia masih dapat dikembangkan melalui donasi berikutnya agar jenis bacaan semakin beragam dan dapat memenuhi kebutuhan pembaca dari berbagai usia. Perawatan serta penataan buku juga perlu terus dilakukan agar Pojok Baca tetap nyaman dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Bogem.
Program Pojok Baca menjadi salah satu bentuk pengabdian KKN Kelompok 46 UIN Raden Mas Said Surakarta dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kepada masyarakat Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Program ini bukan sekadar kegiatan untuk menyediakan tempat dan buku, tetapi menjadi upaya kecil untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di tengah masyarakat. Dari sebuah sudut sederhana di belakang Balai Desa Bogem, mahasiswa KKN berharap lahir kebiasaan baik yang dapat terus dilanjutkan oleh anak-anak dan masyarakat. Karena perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, cukup dengan sebuah ruang kecil, beberapa buku, dan seorang anak yang mulai membaca.