Dari Botol Bekas Jadi Kebun Hidroponik, Mahasiswa KKN Ajak Warga Desa Maleber Memanfaatkan Lahan Terbatas

Yuk simak kegiatan KKN Kelompok 191 di Desa Maleber yang mengajak masyarakat memanfaatkan lahan terbatas dan botol plastik bekas untuk hidroponik.

Desa Maleber, 9 Agustus 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 191 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya tanaman hidroponik bersama masyarakat Desa Maleber. Kegiatan ini mengangkat pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mengolah limbah botol plastik bekas menjadi media tanam yang sederhana, praktis, dan ramah lingkungan.

Kuliah Kerja Nyata

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengenalan hidroponik, manfaatnya, serta cara sederhana membudidayakan tanaman tanpa membutuhkan lahan yang luas. Masyarakat diperkenalkan bahwa hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif untuk memanfaatkan ruang kosong di sekitar rumah agar lebih produktif.

Keunggulan Budidaya Hidroponik

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan beberapa keunggulan hidroponik, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan. Sistem hidroponik memungkinkan masyarakat menanam sayuran di area yang relatif kecil, seperti halaman rumah, teras, maupun ruang kosong lainnya.

Selain itu, penggunaan botol plastik bekas sebagai wadah tanam dapat menjadi alternatif yang murah dan mudah diperoleh. Dengan demikian, masyarakat tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk memulai kegiatan bercocok tanam. Hidroponik juga dapat menjadi pilihan untuk menghasilkan tanaman pangan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Mendorong Pemberdayaan Masyarakat

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik menanam, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat Desa Maleber melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.

Kegiatan KKN

Melalui pelatihan tersebut, warga diajak untuk melihat bahwa barang yang sebelumnya dianggap sebagai sampah, khususnya botol plastik bekas, masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Keterampilan sederhana ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengelola limbah sekaligus memanfaatkan lahan yang tersedia.

Mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan secara langsung agar masyarakat dapat memahami setiap tahapan pembuatan media hidroponik, mulai dari menyiapkan botol bekas, membuat media tanam, memasukkan tanaman, hingga melakukan perawatan.

Dari Sampah Menjadi Kebun Mini

Hal yang paling menarik dari kegiatan ini adalah proses perubahan botol plastik bekas menjadi kebun hidroponik mini. Masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa botol yang sudah tidak terpakai dapat diubah menjadi wadah untuk menanam sayuran.

Melalui praktik bersama, warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga berkesempatan untuk membuat media hidroponik secara langsung. Kegiatan ini menjadi pengalaman sederhana namun bermakna karena menggabungkan pertanian, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu kegiatan.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Maleber dapat terus mengembangkan budidaya hidroponik secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Selain menghasilkan tanaman yang bermanfaat, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah kecil dalam menciptakan lingkungan yang lebih produktif, kreatif, dan peduli terhadap pengelolaan sampah.

© Sepenuhnya. All rights reserved.