Oleh Rahma Mutiara As'syifa
Perjalanan KKN menjadi awal dari sebuah pengalaman baru. Bersama teman-teman KKN 026, aku datang ke Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten pada tanggal 22 Juni-31 Juli 2026 dengan membawa harapan untuk dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat. Pada awalnya, aku membayangkan KKN hanya sebatas menjalankan program kerja yang telah direncanakan. Namun, setelah mengenal masyarakat dan melihat kondisi lingkungan secara langsung, aku menyadari bahwa KKN jauh lebih luas daripada sekadar menjalankan kegiatan.
Hari-hari pertama kami gunakan untuk mengenal lingkungan desa, berkoordinasi dengan perangkat desa, serta berinteraksi dengan masyarakat. Kami mulai memahami berbagai kondisi dan potensi yang ada di Desa Mlese. Dari proses tersebut, muncul kesadaran bahwa program kerja yang kami jalankan harus benar-benar dekat dengan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat meskipun sederhana.
Salah satu hal yang menarik perhatian kami adalah persoalan sampah plastik. Dalam kehidupan sehari-hari, plastik merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dan sulit terurai. Salah satunya adalah tutup botol plastik yang sering kali langsung dibuang setelah botol digunakan. Padahal, jika dikumpulkan dan diolah dengan kreativitas, benda sederhana tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna.
Ketika Sampah Memiliki Cerita
Berangkat dari pemikiran tersebut, kami menghadirkan salah satu program kerja KKN 026 yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan limbah plastik, khususnya tutup botol bekas. Kami mencoba mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna menjadi produk kerajinan yang menarik.
Tutup botol yang biasanya hanya berakhir di tempat sampah kami kumpulkan dan manfaatkan sebagai bahan utama pembuatan gantungan kunci. Benda yang sederhana tersebut kemudian dipadukan dengan berbagai bahan dan hiasan sehingga menghasilkan gantungan kunci dengan bentuk yang unik, lucu, dan memiliki nilai jual.
Awalnya, kegiatan ini terlihat sederhana. Namun, di balik proses pembuatannya terdapat pesan yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat, yaitu bahwa sampah tidak selalu harus berakhir sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan kreativitas, kepedulian, dan kemauan untuk mencoba, barang bekas dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat bahkan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi.
Dari Kepedulian Menjadi Nilai Jual
Hal yang paling penting dari program ini bukan hanya menghasilkan gantungan kunci, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa pengelolaan sampah dapat dikembangkan menjadi peluang. Produk yang dihasilkan tidak hanya menjadi kerajinan untuk digunakan sendiri, tetapi juga memiliki potensi untuk dijual.
Gantungan kunci tersebut dapat menjadi cendera mata sederhana yang memiliki ciri khas. Dengan desain yang menarik dan pengemasan yang baik, produk dari limbah tutup botol dapat memiliki nilai jual. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan menjaga lingkungan juga dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dari sinilah aku memahami bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Hal kecil seperti mengumpulkan tutup botol, memilah sampah, dan membuat sebuah kerajinan ternyata dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran dan kreativitas.
Pada akhirnya, gantungan kunci yang kami hasilkan bukan sekadar sebuah kerajinan dari tutup botol bekas. Di balik benda kecil tersebut terdapat sebuah pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, dan keberanian untuk melihat peluang dari sesuatu yang sering dianggap tidak bernilai.
Program kerja ini mengajarkan bahwa perubahan dapat dimulai dari hal sederhana. Satu tutup botol yang diselamatkan dari tempat sampah mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dilakukan bersama-sama, jumlahnya dapat menjadi banyak. Begitu pula dengan kreativitas. Satu ide sederhana dapat berkembang menjadi sebuah karya yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.
KKN 026 Desa Mlese akhirnya bukan hanya menjadi perjalanan untuk menyelesaikan program kerja. Lebih dari itu, KKN menjadi ruang untuk belajar memahami masyarakat, bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan melihat bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat memberikan arti. Dari tutup botol bekas, kami belajar tentang kreativitas. Dari sampah, kami belajar tentang peluang. Dan dari masyarakat, kami belajar bahwa kebermanfaatan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Penulis:
Rahma Mutiara As'syifa | Peserta KKN 65 UIN GUSDUR_026 UIN RADEN MAS SAID.