Pada tanggal 20 Juli 2026, Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) 113 Universitas Sebelas Maret melaksanakan program kerja "Pelatihan Pembuatan Minyak Angin Aromaterapi" di Dusun Klegen, Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan masyarakat, khususnya di Desa Malangjiwan terhadap produk kesehatan yang praktis untuk membantu meredakan gejala pusing, pegal, mual, dan masuk angin. Bahan yang dibutuhkan mudah dijangkau dengan proses pembuatan yang sederhana sehingga cocok dipraktikan oleh masyarakat. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan tersebut untuk menghasilkan minyak angin aromaterapi yang praktis digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Aulia Ayu Ningrum selaku penanggung jawab kegiatan ini mengemukakan bahwa kegiatan pembuatan minyak angin aromaterapi ini mendukung gerakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dengan poin sebagai berikut.
- SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai alternatif produk kesehatan yang praktis untuk membantu meredakan keluhan ringan.
- SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas), memberikan edukasi dan keterampilan kepada masyarakat mengenai fungsi bahan, proses pembuatan, hingga pengemasan produk.
- SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), keterampilan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi produk yang memiliki nilai ekonomi.
- SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), diwujudkan melalui pengenalan pemanfaatan bahan secara bijak serta proses pembuatan dan pengemasan produk yang baik dan aman.
Program kerja ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK Dusun Klegen yang berjumlah 50 orang. Ibu-ibu PKK diberikan pengetahuan mengenai fungsi setiap bahan, tahapan pembuatan, hingga teknik pengemasan minyak angin roll on yang baik dan aman. Para peserta juga mengikuti proses pelatihan secara langsung sehingga dapat memahami tahapan pembuatan minyak angin aromaterapi dan mempraktikkannya secara mandiri.
Adanya dukungan penuh dari Bapak Parjoko, S.H. selaku Kepala Desa Malangjiwan, Bapak Wachid selaku Kepala Dusun Klegen, Ibu PKK serta mahasiswa KKN menjadikan program ini sebagai salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa UNS dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.