Mahasiswa KKN-T Kelompok 21 Desa Kendalsewu, Kecamatan Tarik, melaksanakan kegiatan pembuatan bank sampah pada Selasa (25/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya melalui pengelolaan sampah plastik.
Pembuatan bank sampah ditempatkan di tiga lokasi, yakni SDN Kendalsewu, Balai Desa Kendalsewu, serta PAUD As Salam yang berada di Dusun Gempolsewu. Bank sampah tersebut secara khusus difokuskan untuk menampung sampah berbahan plastik, seperti botol dan kemasan plastik yang banyak ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan pembuatan bank sampah dipimpin oleh Haris sebagai penanggung jawab. Ia dibantu Rama, Joe, Rizky, Akbar, Nafi, dan Fikri. Sebelum proses pembuatan dimulai, mahasiswa terlebih dahulu membeli berbagai bahan yang dibutuhkan. Bahan tersebut kemudian dibawa kepada tukang las untuk dibuat menjadi tempat sampah dengan konstruksi yang lebih kuat dan sesuai kebutuhan.
Rama mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. “Melalui pembuatan bank sampah ini, kami ingin menyediakan tempat yang lebih terarah untuk membuang sampah plastik sekaligus mengajak masyarakat mulai membiasakan diri memilah dan membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Edukasi Pengelolaan Sampah kepada Anak
Setelah proses pembuatan selesai, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan melakukan sosialisasi di tiga lokasi tersebut. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Di SDN Kendalsewu, mahasiswa menyampaikan edukasi kepada anak-anak mengenai dampak membuang sampah sembarangan serta pentingnya membiasakan diri menjaga kebersihan sejak dini. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa mengajak anak-anak untuk mencari sampah plastik, terutama botol plastik yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam bank sampah yang telah dibuat.
Perwakilan SDN Kendalsewu, Bu As, menyambut baik kegiatan tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat baik untuk anak-anak karena mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga langsung diajak mempraktikkan cara menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat
Selain di lingkungan sekolah, sosialisasi juga dilakukan di Balai Desa Kendalsewu dan PAUD As Salam, Dusun Gempolsewu. Kehadiran bank sampah di tiga titik tersebut diharapkan dapat menjadi sarana sederhana untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah plastik.
Di lingkungan PAUD, edukasi disesuaikan dengan usia anak agar pesan mengenai kebersihan dapat diterima melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipraktikkan. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya mengenalkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sejak usia dini.
Bu Naili selaku pihak PAUD As Salam mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa. “Pengenalan tentang kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya memang perlu dilakukan sejak anak-anak. Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak bisa belajar melalui contoh dan praktik secara langsung,” ujarnya.
Melalui pembuatan dan sosialisasi bank sampah, KKN-T Kelompok 21 tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh warga dan menjadi langkah awal dalam membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah plastik di Desa Kendalsewu.
Penulis: Nabila Wulyandini