Mahasiswa Unpad Kembangkan Smart Greenhouse Berbasis IoT untuk Stroberi Putih di Ciwidey

Yuk simak penerapan smart greenhouse berbasis IoT di Snowberry Farm untuk membantu budidaya stroberi putih menghadapi perubahan suhu dan kelembapan.

Jatinangor, Jawa Barat — Budidaya stroberi putih Sweet White Jewel (SWJ) memiliki potensi ekonomi yang menarik, tetapi proses produksinya menghadapi tantangan ketika kondisi lingkungan tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman. Di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Snowberry Farm menghadapi kondisi iklim yang tidak stabil, mulai dari perubahan suhu, kelembapan, hingga intensitas cahaya. Kondisi tersebut turut memengaruhi keberlangsungan budidaya stroberi putih.

Smart Greenhouse

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Padjadjaran melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) menerapkan teknologi Snowberry Farm: Low-Cost Hybrid Smart Greenhouse Plant Factory 4 in 1. Teknologi ini mengintegrasikan greenhouse dengan sistem Internet of Things (IoT) untuk membantu mitra mengelola lingkungan budidaya secara lebih terukur.

Teknologi yang diterapkan terdiri atas empat fitur utama, yaitu LED grow light, humidifier yang dilengkapi sistem pemantauan suhu dan kelembapan, rainwater harvesting yang terintegrasi dengan sprinkler irrigation, serta rak vertikultur untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Keempat fitur tersebut dirancang untuk membantu memanipulasi kondisi mikroklimat sesuai kebutuhan tanaman stroberi putih.

Sistem smart greenhouse juga dilengkapi dengan sejumlah sensor untuk membaca kondisi lingkungan. Sensor suhu dan kelembapan, sensor cahaya, serta sensor kelembapan media tanam terhubung dengan mikrokontroler ESP32. Data dari sensor digunakan untuk mengatur komponen seperti pompa air, humidifier, dan lampu LED sehingga kondisi di dalam greenhouse dapat dipantau melalui perangkat pintar.

Penerapan teknologi tidak berhenti pada pembangunan greenhouse. Tim PKM-PI juga melakukan pendampingan kepada mitra dalam proses budidaya dan pengoperasian sistem. Mitra diberikan pemahaman mengenai cara membaca kondisi mikroklimat melalui aplikasi, penggunaan setiap komponen, hingga pemeliharaan sistem smart greenhouse.

Dalam proses penerapannya, tim turut melakukan evaluasi dan penyempurnaan berdasarkan kondisi di lapangan. Penataan tanaman pada rak vertikultur, pengisian tandon air, penggunaan humidifier, serta sirkulasi udara menjadi beberapa aspek yang diperhatikan selama proses budidaya. Pengamatan tanaman juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi tanaman dan buah tetap terpantau.

Program ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Alifka Dina Hasanah dari Program Studi Agroteknologi, Marsya Kamila Putri dari Program Studi Teknologi Pangan, Satriono dari Program Studi Agroteknologi, Firaas Alfarisi Putra Surya dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, serta Nadia Amalia Nadzhiffa dari Program Studi Agribisnis, di bawah bimbingan Yudithia Maxiselly, S.P., M.P., Ph.D.

Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, teknologi smart greenhouse dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata mitra. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu petani mengelola budidaya stroberi putih dengan memanfaatkan teknologi yang lebih terukur sekaligus tetap mempertimbangkan kondisi dan kemampuan mitra dalam pengoperasiannya.

Penulis:

Marsya Kamila Putri bisa disapa di Instagram @pkmpi.snowberrygh

© Sepenuhnya. All rights reserved.