Tanjung Barulak, 16 Agustus 2026 — Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode awal kehidupan. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat berdampak terhadap perkembangan kognitif, kemampuan belajar, produktivitas, serta kesehatan anak pada masa mendatang. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga anak berusia dua tahun atau yang dikenal sebagai periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Permasalahan stunting bersifat multifaktorial dan tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi. Faktor lain seperti penyakit infeksi, pola asuh, ketahanan pangan keluarga, akses pelayanan kesehatan, sanitasi, air bersih, pendidikan, serta kondisi lingkungan juga dapat berkaitan dengan risiko stunting. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui intervensi spesifik dan sensitif dengan melibatkan berbagai pihak di tingkat masyarakat.
Penanganan stunting di Kabupaten Tanah Datar turut didorong oleh berbagai pihak, salah satunya Dr. dr. Andani sebagai penggagas penanganan stunting di Kabupaten Tanah Datar. Gagasan tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk mendukung upaya penanganan stunting di tingkat masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatan KKN di Nagari Tanjung Barulak, upaya tersebut didukung melalui kegiatan edukasi, pemantauan kondisi balita, serta pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan stunting di tingkat nagari, mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas di Nagari Tanjung Barulak melaksanakan program “Eliminasi Stunting melalui Intervensi Sensitif dan Spesifik Berbasis Nagari”. Program ini dilaksanakan melalui koordinasi dan kolaborasi bersama Pemerintah Nagari Tanjung Barulak, tenaga kesehatan, kader posyandu, orang tua atau pengasuh balita, peternak, serta masyarakat. Upaya penanganan stunting di Nagari Tanjung Barulak dalam pelaksanaannya kegiatan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Eng. Jon Affi, S.T., M.T., serta melibatkan Dr. Ir. Yuliaty Shafan Nur salah satu dosen dari Fakultas Peternakan yang membantu pembuatan pakan ternak untuk membantu peternak itik membuat pakan murah.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Nagari Tanjung Barulak dan pihak terkait pada 6 Juli 2026 di Kantor Wali Nagari. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melakukan koordinasi dengan kader posyandu dan tenaga kesehatan di Polindes Tanjung Barulak untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan posyandu dan sasaran balita dalam pelaksanaan program. Selanjutnya, mahasiswa KKN melakukan pengambilan data balita pada 14–18 Juli 2026 di empat posyandu setiap jorong, yaitu Posyandu Pintu Rayo, Balai Baru, Padang Datar, dan Lingkuang Kawek. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta pengumpulan informasi pendukung sesuai dengan ketersediaan data. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi pertumbuhan balita sekaligus membantu mengidentifikasi anak yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Selain pengumpulan data, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai stunting dan 1.000 HPK. Edukasi mencakup pengertian, faktor risiko, pencegahan, dan dampak stunting, serta materi mengenai gizi seimbang, ASI eksklusif, MPASI, imunisasi, pencegahan infeksi, PHBS, sanitasi, air bersih, dan pemanfaatan posyandu. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Program ini menggunakan pendekatan intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik berkaitan dengan upaya yang secara langsung mendukung peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak, sedangkan intervensi sensitif berkaitan dengan faktor tidak langsung seperti sanitasi, air bersih, kebersihan lingkungan, ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan dalam memberikan edukasi serta mendorong perilaku yang mendukung pencegahan stunting sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pengambilan data balita kemudian dilanjutkan pada 11 Agustus 2026 di empat posyandu yang sama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi dan tindak lanjut pada 13 Agustus 2026 di Kantor Wali Nagari Tanjung Barulak. Evaluasi dilakukan untuk memperoleh masukan dan rekomendasi mengenai keberlanjutan program dari pihak-pihak yang terlibat. Secara umum, program berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari Pemerintah Nagari, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan waktu, variasi tingkat pengetahuan masyarakat, serta kelengkapan data. Tantangan tersebut diatasi melalui koordinasi dengan kader dan tenaga kesehatan serta penyampaian edukasi menggunakan bahasa yang sederhana.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting, 1.000 HPK, gizi seimbang, ASI eksklusif, MPASI, imunisasi, pencegahan infeksi, PHBS, air bersih, dan sanitasi. Selain itu, kegiatan pengumpulan data menghasilkan gambaran awal mengenai kondisi pertumbuhan balita berdasarkan data Posyandu yang dikumpulkan. Program ini juga memperkuat kerja sama antara mahasiswa KKN, kader posyandu, tenaga kesehatan, Pemerintah Nagari, dan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
Upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Nagari, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, masyarakat, hingga pihak terkait lainnya. Melalui program “Eliminasi Stunting melalui Intervensi Sensitif dan Spesifik Berbasis Nagari”, mahasiswa KKN Universitas Andalas berupaya memberikan kontribusi melalui pengumpulan data, edukasi, serta penguatan kolaborasi di tingkat nagari. Diharapkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi langkah awal yang dapat dilanjutkan secara berkelanjutan oleh pihak terkait setelah masa KKN berakhir.
Penulis:
Kelompok KKN Reguler Periode II Universitas Andalas di Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.