Depok, 11, 14, dan 18 September – Dalam rangka pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), mahasiswa PK mengadakan kegiatan Sosialisasi Bahasa Isyarat untuk seluruh siswa-siswi SMP Muhammadiyah 2 Depok. Kegiatan ini dilaksanakan di masjid sekolah yaitu Masjid Al-Aqrom dengan sasaran seluruh siswa-siswi SMP Muhammadiyah 2 Depok. Kegiatan ini dipilih karena keterbatasan pemahaman siswa terhadap bahasa isyarat sebagai salah satu bentuk komunikasi bagi teman-teman dengan disabilitas rungu-wicara, sehingga kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 yaitu Pendidikan Bermutu (Quality Education) dan SDGs 10 yaitu Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities).
Keterkaitan kegiatan ini dengan SDGs 4 terletak pada target pemerataan akses pendidikan yang inklusif, termasuk untuk kelompok seperti penyandang disabilitas rungu-wicara. Bahasa Isyarat merupakan alat komunikasi utama bagi teman-teman tuli, sehingga pengenalannya membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah dan setara, serta memperkaya keterampilan komunikasi siswa sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat.
Sementara itu, keterkaitan SDGs 10 terletak pada upaya menjembatani kesenjangan sosial yang selama ini dialami penyandang disabilitas akibat hambatan komunikasi, bukan karena keterbatasan kemampuan mereka. Melalui sosialisasi ini, siswa diharapkan dapat membangun empati dan mengurangi stigma terhadap teman-teman disabilitas, sehingga menciptakan kesetaraan sosial yang menjadi inti dari tujuan tersebut. Kesenjangan yang dimaksud tidak hanya bersifat fisik, tetapi kesenjangan secara emosional dan sosial karena minimnya ruang interaksi dan pemahaman antar siswa.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan menumbuhkan pemahaman siswa mengenai bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi yang inklusif. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian pentingnya bahasa isyarat, dilanjutkan dengan praktik langsung berupa pengenalan alfabet isyarat (SIBI/BISINDO) dan beberapa kosa kata dasar seperti sapaan, terimakasih, dan perkenalan diri. Mahasiswa PK memandu siswa melalui simulasi percakapan sederhana menggunakan bahasa isyarat secara berkelompok, sehingga siswa dapat langsung mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Selama kegiatan berlangsung, guru pendamping serta pihak sekolah turut berpartisipasi aktif dalam mendampingi jalannya sosialisasi.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa, di antaranya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap teman-teman penyandang disabilitas rungu-wicara, serta bertambahnya keterampilan komunikasi alternatif yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa menjadi lebih terbuka dan menghargai keberagaman kondisi setiap lingkungan baik disekolah maupun di masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi bahasa isyarat ini, diharapkan siswa SMP Muhammadiyah 2 Depok dapat terus mengembangkan kepedulian dan pemahamannya terhadap sesama serta menjadikan bahasa isyarat sebagai salah satu keterampilan berinteraksi dengan lebih banyak orang.
Penulis:
Hibah Mazaya Rahmatin | Mahasiswa PK UNY 2026 - SMP Muhammadiyah 2 Depok.