Mahasiswa PK Susun Modul Literasi Sains untuk Perkuat Pembelajaran Berbasis Masalah di SMP Islam Terpadu LHI Banguntapan

Ingin tahu penerapan modul sains dalam pekan PBL? Yuk simak bagaimana siswa kelas 7 memanfaatkan latihan soal TKA untuk belajar lebih efektif.

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) menyusun sebuah Modul Literasi Sains yang diperuntukkan bagi siswa kelas 7 di SMP Islam Terpadu (IT) LHI Banguntapan. Modul tersebut berisi kumpulan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA). Soal-soal yang disusun terdiri dari tujuh bab materi IPA, yaitu asam basa, kalor, asas Black, pemuaian, usaha, energi, dan pesawat sederhana, dengan soal yang bervariasi bentuk, mulai dari pilihan ganda (multiple choice), pilihan ganda komplek (lebih dari satu jawaban), benar-salah (true-false), dan isian singkat atau melengkapi (fill in / short answer). Modul ini digunakan siswa sebagai bahan pendukung pembelajaran selama pekan PBL (Problem Based Learning) yang berlangsung selama tiga minggu (27 Juli – 14 Agustus) di lingkungan sekolah tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Praktik Kependidikan terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran sains di jenjang SMP, sekaligus sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya dalam aspek penyediaan pendidikan yang berkualitas.

Modul Literasi Sains

Penyusunan Modul Literasi Sains ini bertujuan untuk menyediakan bahan belajar yang terstruktur dan relevan guna mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah di sekolah. Proses penyusunan dilakukan dengan mengumpulkan dan mengorganisasikan soal-soal TKA ke dalam tujuh bab yang saling berkaitan, mulai dari konsep dasar kimia seperti asam basa, konsep kalor dan asas Black, sehingga konsep fisika seperti pemuaian, usaha, energi, dan pesawat sederhana. Setelah selesai disusun, modul tersbeut akan diberikan dan digunakan oleh siswa kelas 7 sepanjang pekan PBL berlangsung, baik sebagai sarana latihan mandiri maupun sebagai bahan pendalaman materi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui pendekatan ini, penyusunan modul dan pelaksanaan pekan PBL saling mendukung satu sama lain, dimana modul berperan sebagai instrumen penguat yang membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam selama proses pembelajaran berbasis masalah berlangsung.

Modul Literasi

Pemanfaatan Modul Literasi Sains selama pekan PBL memberikan siswa kelas 7 SMPIT LHI Banguntapan akses terhadap bahan latihan soal yang terstruktur dan mencakup tujuh bab materi sains sekaligus, sehingga proses pendalaman materi dapat berlangsung lebih terarah. Bagi sekolah, keberadaan modul ini menjadi tambahan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah. Dari sisi pencapaian SGDs, kegiatan ini paling relevan dengan Tujuan 4 : Pendidikan Berkualitas khususnya pada upaya penyediaan akses terhadap bahan ajar yang relevan dan mendukung penguasaan kompetensi sains siswa secara terstruktur melalui tujuh bba materi yang disusun dalam modul. Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan Tujuan 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, tercermin dari kolaborasi antara mahasiswa Praktik Kependidikan dan pihak SMPIT LHI Banguntapan dalam menyusun dan menerapkan modul tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan pekan PBL di sekolah.

Mahasiswa PK

Ke depan, SMPIT LHI Banguntapan dapat terus memanfaatkan Modul Literasi Sains sebagai bahan pendukung pembelajaran sains, khususnya dalam pelaksanaan pekan PBL pada periode-periode berikutnya. Kolaborasi antara mahasiswa Praktik Kependidikan dan pihak sekolah dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sains bagi siswa kelas 7 secara berkesinambungan.

Penulis:

Dyah Sekar Wikaningtyas | Mahasiswa Pendidikan IPA | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | Universitas Negeri Yogyakarta.

© Sepenuhnya. All rights reserved.