Pakem, 12 September 2026 - Sebagai wujud program kerja bertema “Sekolah Ramah Anak”, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan arena permainan tradisional engklek di halaman SMP Negeri 3 Pakem. Arena ini dibuat dengan melukis balok-balok berwarna cerah di paving block halaman sekolah, lengkap dengan angka pada setiap petaknya. Arena tersebut dapat dimanfaatkan siswa untuk bermain saat istirahat maupun kegiatan olahraga. Program ini dirancang agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar di dalam kelas, tetapi juga ruang tumbuh yang menyenangkan, aman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Pembuatan arena diawali dengan observasi halaman sekolah dan perencanaan desain, mulai dari penentuan lokasi, pemilihan pola petak, hingga kombinasi warna yang menarik perhatian anak. Setelah itu, mahasiswa PK UNY melakukan pembersihan area, pelukisan balok-balok warna-warni, dan penulisan angka pada setiap petak. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap di sela kegiatan pembelajaran serta pada hari libur supaya tidak mengganggu aktivitas sekolah. Hasilnya, halaman yang semula polos kini tampil lebih hidup dan menjadi daya tarik baru bagi siswa.
Dari sisi kesehatan, program ini mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Engklek menuntut siswa untuk melompat, menjaga keseimbangan, dan mengoordinasikan gerak tubuh sehingga melatih kebugaran fisik dengan cara yang menyenangkan. Di tengah kebiasaan anak yang semakin akrab dengan gawai, ketersediaan arena bermain di sekolah mendorong siswa lebih aktif bergerak saat istirahat. Bermain bersama teman juga memberi ruang untuk melepas penat, mengurangi kejenuhan belajar, dan menjaga kesehatan mental siswa.
Di bidang pendidikan, program ini sejalan dengan SDGs 4: Pendidikan Bermutu (Quality Education). Angka yang tertera pada setiap petak menjadi sarana pengenalan numerasi yang tidak terasa seperti pelajaran, misalnya berhitung berurutan, mengenali pola bilangan, dan menyusun strategi lompatan. Permainan ini juga menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti sportivitas, kesabaran menunggu giliran, kejujuran, dan kerja sama. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak turut mendukung tumbuh kembang siswa secara utuh, tidak hanya kecerdasan akademik, tetapi juga sosial dan emosional.
Selain itu, engklek merupakan permainan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari budaya anak Indonesia. Menghadirkannya kembali di lingkungan sekolah merupakan upaya melestarikan warisan budaya sekaligus menyediakan ruang bermain yang aman dan inklusif bagi semua siswa, sehingga mendukung SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Permainan ini murah, sederhana, dan dapat dimainkan siapa saja tanpa membedakan kelas maupun latar belakang. Dengan begitu, generasi muda tetap mengenal permainan khas daerahnya di tengah gempuran permainan digital.
Pihak sekolah menyambut penuh gembira atas terealisasinya arena permainan ini. Guru pencetus ide program, Luhur Budi Wibowo, Ss., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kolaborasi bersama mahasiswa PK UNY. “Pastinya kami sangat senang dan bersyukur karena akhirnya anak-anak memiliki arena bermain sendiri di halaman sekolah. Dapat dilihat, anak-anak menyambutnya dengan sangat gembira dan antusias memainkan engklek ini saat jam istirahat,” ungkapnya. Antusiasme siswa terlihat dari ramainya arena yang dipenuhi anak-anak bermain bergantian setiap jam istirahat tiba.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi mahasiswa PK UNY, guru, dan pihak SMP Negeri 3 Pakem, mulai dari penggagasan ide, persiapan alat dan bahan, hingga proses pengerjaan. Kolaborasi tersebut mendukung SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals), sekaligus membuktikan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menghasilkan manfaat nyata bagi warga sekolah. Ke depannya, arena engklek ini diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh seluruh siswa. Kolaborasi serupa juga diharapkan terus berlanjut sebagai estafet dalam menghadirkan program yang inovatif, bermakna, dan mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.
Penulis:
Syafira Azzahra adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Saat ini ia menjalankan Praktik Kependidikan (PK) di SMP Negeri 3 Pakem, Sleman, Yogyakarta. Bersama kelompok PK, ia terlibat dalam program kerja "Sekolah Ramah Anak" berupa pembuatan arena permainan tradisional engklek. Ia tertarik pada bidang pendidikan terutama literasi bagi siswa.