Sleman, Depok − Sebagai bagian dari pengabdian kepada lingkungan sekolah, kegiatan sosialisasi tentang pencegahan perundungan dan pengenalan bahasa isyarat dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Depok pada hari Jumat, 11 September 2026. Acara ini diselenggarakan di Masjid SMP Muhammadiyah 2 Depok dan ditujukan untuk siswa guna membangun atmosfer belajar yang aman, ramah, bebas dari ketakutan, serta saling menghargai. Inisiatif ini juga berfokus pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, terutama SDGs 4, SDGs 10, dan SDGs 16. Sosialisasi ini menjadi sarana bagi tim penyelenggara untuk berkomitmen dalam menciptakan dampak yang nyata terhadap ekosistem pendidikan yang sehat dan mendukung.
Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar bullying, ragam perundungan, contoh kasus di kehidupan sehari-hari, dampak negatif bagi korban, hingga langkah-langkah pencegahan serta penanganannya. Para siswa diajak untuk menumbuhkan rasa empati dan belajar menerima perbedaan sesama teman. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sesi pengenalan bahasa isyarat tingkat dasar. Sesi ini bertujuan membuka wawasan siswa mengenai metode komunikasi inklusif bersama teman yang memiliki kebutuhan khusus. Peserta diajarkan beberapa alfabet dan kosakata dasar, lalu mempraktikkannya secara bersama-sama. Keberhasilan acara ini berkat kerja sama antara tim mahasiswa, pihak sekolah, dan pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang mendampingi siswa selama kegiatan.
Melalui program ini, para siswa memperoleh wawasan baru mengenai bahaya perundungan dan pentingnya menjunjung tinggi toleransi. Praktik bahasa isyarat memberi pengalaman berharga bahwa perbedaan cara berkomunikasi bukanlah penghalang untuk saling berinteraksi. Acara ini diharapkan dapat menyemai nilai-nilai kepedulian, rasa saling menghormati, dan kebersamaan di lingkungan sekolah. Hal tersebut mencerminkan dari tujuan SDGs 4 melalui pemenuhan hak pendidikan yang ramah anak, SDGs 10 lewat pengikisan hambatan komunikasi, serta SDGs 16 dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai.
Diharapkan seluruh siswa mampu menerapkan prinsip anti-bullying dan sikap inklusif ini dalam keseharian mereka. Pengenalan bahasa isyarat ini menjadi langkah awal untuk membangun interaksi yang lebih beragam dan terbuka. Dengan kolaborasi yang solid dari seluruh warga sekolah, SMP Muhammadiyah 2 Depok optimis dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang aman, nyaman, dan menghargai setiap keunikan individu.
Penulis:
Febrian Aditya Mandala Putra | Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY 2026 di SMP Muhammadiyah 2 Depok.