Menyelami Konsep Matematika Bersama Akamsi Melalui Folk Game Kearifan Lokal

Yuk intip keseruan belajar matematika sambil bermain ular tangga raksasa, jarimatika toys, dan puzzle melalui folk game kearifan lokal di Sidoarjo!

Ketika folk game dipandang sebagai bentuk kearifan lokal yang memiliki makna bahwa terdapat permainan tradisional tetapi bukan sekadar sarana hiburan atau pengisi waktu luang saja melainkan sebuah "media pendidikan" tidak resmi yang diciptakan nenek moyang. “Media pendidikan” yang ada hingga saat ini dengan adanya digitalisasi semakin inovatif dan menjadi sangat dibutuhkan, tidak hanya diperuntukkan untuk generasi beta ataupun generasi alpha saja, bahkan semua generasi tertarik menggunakan. Alasannya ternyata tidak hanya sekedar menjadikannya hiburan semata melainkan dapat menghasilkan cuan. In this economy, masyarakat harus kreatif dalam hal menambah cuan/pendapatan, entah menjadikannya side job atau bahkan menjadi pekerjaan tetap yang meyakinkan masa depan. Tetapi kali ini ada kegiatan yang berkaitan dengan folk game kearifan lokal yang dikemas sebagai “media pendidikan” bagi warga sekitar perumahan Bumi Papan Selaras di daerah Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur dengan mengusung konsep matematika melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis service learning.

Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Service Learning

Konsep matematika yang disajikan dalam kegiatan kali ini memang dipadukan dengan folk game kearifan lokal agar lebih mudah untuk diselami oleh warga atau masyarakat yang jumlahnya didominasi oleh akamsi (anak kampung sini). Banyak jenis game kearifan lokal yang disajikan di antaranya permainan ular tangga dengan papan alas dengan ukuran yang sangat besar dan ukuran dadu yang ukurannya melebihi kepala orang dewasa, serta bidaknya berupa anak/orang (peserta kegiatan).

Folk Game

Selain itu, disediakan jarimatika toys yang digunakan untuk menjadi media akamsi gen alpha atau beta agar lebih mudah dalam menyelami jenis-jenis operasi aljabar dengan media game. Tidak hanya itu, disajikan pula puzzle game dan masih banyak lagi game yang disajikan.

Folk Game

Kegiatan yang bertajuk Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Service Learning yang diselenggarakan oleh salah satu dosen prodi pendidikan matematika FPMIPA IKIP Widya Darma Surabaya bernama Sri Rejeki Puri Wahyu Pramesthi, S.Si., M.Si. atau biasa dipanggil Bu Puri untuk menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu tugas wajib dosen pada tridharma perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian mengusung kegiatan belajar matematika sambil bermain permainan tradisional yang mana kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 11 Oktober 2026 pada pukul 16.00 – 17.00 WIB bertempat di area playground Perumahan Bumi Papan Selaras Wonoayu Sidoarjo. Banyak akamsi di perumahan ini yang antusias datang bersama teman – temannya, saudara, dan orang tuanya.

Sri Rejeki Puri Wahyu Pramesthi, S.Si., M.Si.
Sri Rejeki Puri Wahyu Pramesthi, S.Si., M.Si.

Kegiatan pengabdian diawali dengan persiapan membuka lapak permainan di area playground, yang sebelumnya kegiatan ini sudah disebarluaskan ke warga apabila minggu sore akan ada permainan tradisional yang mewarnai area playground yang bakal beda dari hari sebelum-sebelumnya dan lain daripada yang lain. Tanpa dikomando, akamsi beramai-ramai mendatangi area permainan dan mulai bermain dengan begitu antusias dan senang.

“Besok ada lagi ya Bu? Baru sekarang ada mainan gini, Aku senang banget bisa main sambil belajar”, ucap salah satu peserta/akamsi sambil memeluk dadu untuk bermain ular tangga ukuran besar.

Folk Game Kearifan Lokal

Arahan-arahan yang diberikan Bu Puri kepada peserta permainan menjadi semakin komplit dan lengkap dalam memahami konsep matematika dalam permainan. Mereka sangat nyaman dan bahagia hingga banyak yang tak ingin pulang meski waktu sudah hampir malam.

“Waahh asik dapat jajan, besok Aku boleh main lagi ya Bu”, kata peserta lain sambil tertawa kecil yang tidak dapat menutupi rasa bahagianya.

Kegiatan pengabdian ini selain menyajikan pembelajaran matematika melalui permainan disediakan pula snack untuk peserta yang berhasil menyelesaikan permainan hingga tuntas.

“Ternyata ada ya Bu permainan matematika seperti ini? Ternyata seru banget konsepnya”, ujar salah satu Ibunda peserta yang menemani putranya bermain sambil belajar matematika yang tak jauh berdiri di samping Bu Puri.

Berbagi Snack

Sebelum kegiatan diakhiri, Bu Puri menyebarkan angket agar diisi peserta dan meminta peserta agar tidak lupa untuk mengingat konsep matematika dalam berbagai permainan hari ini dan juga menyampaikan beberapa kata-kata motivasi, “Aku jadi gampang ngerti lho Bu sama matematika kalau main kayak gini, makin semangat belajar matematika, biar besok dapat nilai bagus ya Bu”, harap peserta yang dari awal antusias sekali mengikuti permainan dari awal hingga akhir.

Area Playground

Kegiatan sederhana yang diselenggarakan di area playground dengan konsep yang berbeda dari lainnya yakni menyelami konsep matematika melalui folk game kearifan lokal dari awal diselenggarakan kegiatan hingga akhir berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dan diharapkan dapat diselenggarakan lagi secara berkala melihat pentingnya konsep kegiatan bagi warga lintas generasi terkhusus untuk generasi alpha dan beta yang baru belajar mengenal matematika dasar.

Penulis:

Sri Rejeki Puri Wahyu Pramesthi, S.Si., M.Si. (Bu Puri) merupakan dosen program studi pendidikan matematika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) IKIP Widya Darma Surabaya dari tahun 2012 hingga saat ini. Bu Puri menyelesaikan studi sarjana dan magister di jurusan Matematika Fakultas Sains Analisis Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.  Beliau aktif melakukan penelitian di bidang aljabar max plus, pemodelan matematika, dan pendidikan matematika serta bidang matematika lainnya. Selain itu, beliau juga aktif melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama organisasi sosial formal maupun non formal.

Posting Komentar

© Sepenuhnya. All rights reserved.