Saat Teman Sebaya Jadi Beban: Membedah Akar Masalah Sosial dan Hambatan Belajar Siswa

Yuk bangun sekolah yang bebas perundungan dengan menumbuhkan kepedulian, kerja sama, dan sikap saling menghargai agar semua anak nyaman belajar.

Sekolah bukan hanya tempat kita belajar membaca, menulis, dan berhitung. Di sekolah, kita juga belajar cara berteman dan hidup bersama orang lain. Tapi sayangnya, tidak semua anak merasa senang saat berada di sekolah. Ada yang takut berangkat ke sekolah. Ada yang merasa tidak punya teman. Bahkan ada yang merasa teman-temannya justru membuat hatinya sedih dan berat.

Bekerja Sama di Dalam Kelas

Perundungan antar teman masih sering terjadi di sekolah kita. Bentuknya bermacam-macam, ada yang mengejek, mengucilkan, bahkan ada yang berbuat kasar. Kadang kita menganggap ini hanya bercandaan biasa. Padahal dampaknya sangat menyakitkan. Anak yang sering diejek atau diasingkan jadi tidak percaya diri. Ia takut ke sekolah, susah memperhatikan pelajaran, dan lama-lama pelajarannya jadi tertinggal. Kalau hati sedang sedih dan takut, tentu susah sekali untuk belajar dengan tenang. 

Selain perundungan, ada hal lain yang juga membuat anak susah belajar. Ada anak yang malu berbicara di depan teman-temannya. Ada yang merasa berbeda dari teman-teman lain. Saat belajar kelompok, anak yang malu atau takut sering hanya diam sendirian. Ia tidak berani bertanya atau menyampaikan pendapat. Padahal, kita bisa belajar dengan baik kalau merasa nyaman dan diterima di sekitar kita.

Ada cara menarik untuk membuat kita lebih akrab satu sama lain, yaitu belajar dengan cara STEAM. Di sini, kita tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi kita bekerja sama mengerjakan tugas dan mencari solusi bersama. Kita belajar menghargai pendapat teman, saling membantu, dan menyadari bahwa setiap orang punya kelebihannya masing-masing. Semoga dengan cara belajar seperti ini, kita bisa lebih saling peduli dan tidak ada yang merasa sendirian.

Kita sering berpikir bahwa yang terpenting di sekolah adalah nilai yang bagus. Padahal, anak bisa belajar dengan baik kalau hatinya tenang dan merasa aman. Perundungan dan kesulitan berteman bukan hal yang sepele. Guru dan orang tua harus peka kalau ada anak yang tiba-tiba tidak mau ke sekolah, menjauh dari teman-temannya, atau pelajarannya menurun. Mungkin saja ada masalah yang sedang ia alami dan tidak bisa ia ceritakan sendiri.

Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman, seperti rumah kedua bagi kita. Kalau kita merasa aman, disayang, dan dihargai, kita akan tumbuh menjadi anak yang berani dan senang belajar. Membantu teman dan menjaga lingkungan sekolah yang baik adalah tugas kita bersama. Dengan begitu, setiap anak bisa tumbuh dengan bahagia dan berkembang dengan baik.

Referensi:

  1. Sari, M. P. & Pratiwi, D. (2025). Pengaruh Perundungan Terhadap Semangat dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.
  2. Putri, R. A. (2025). Perasaan dan Hubungan Antar Teman di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu.
  3. Nuragnia, B., Nadiroh, & Usman, H. (2021). Belajar Bersama Melalui STEAM di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Hidayati, N. (2025). Cara Mengatasi Perundungan di Sekolah Dasar. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar.
  5. Kemendikbudristek (2025). Panduan Belajar yang Menyenangkan untuk Guru dan Siswa.

Penulis:

Idlal Fashihah | Mahasiswi UIN Jakarta.

Posting Komentar

© Sepenuhnya. All rights reserved.