Angkatan 1998 merujuk pada era yang khusus dalam sejarah sastra Indonesia, di mana para penyair dari generasi tersebut menghadapi gejolak politik dan perkembangan sosial pada akhir era Orde Baru.
Sejarah Sastrawan Angkatan 1998
Tahun 1998 adalah titik balik penting dalam sejarah Indonesia. Peristiwa Reformasi yang terjadi pada tahun itu mengakibatkan akhir rezim Orde Baru dan perubahan signifikan dalam masyarakat dan politik. Puisi Angkatan 1998 merefleksikan semangat perubahan ini dan semangat eksplorasi dalam sastra.
Angkatan 1998 atau juga dikenal dengan Angkatan Reformasi adalah julukan yang diberikan untuk sastrawan-sastrawan yang menerbitkan karya sastra pada tahun 1998-an. Munculnya angkatan ini ditandai dengan jatuhnya Orde Baru.
Umumnya karya yang dihasilkan oleh Sastrawan Angkatan 1998 bertema politik dan sosial; merefleksikan keadaan negara pada saat itu. Sastrawan yang melambung namanya dan sangat identik dengan angkatan ini adalah Wiji Thukul.
Beberapa sastrawan yang digolongkan ke dalam Angkatan 1998 adalah Acep Zamzam Noer, Ahmadun Yosi Herfanda, Sutardji Calzoum Bachri, dan Hartono Beny Hidayat, Ayu Utami, Oka Rusmini dan beberapa lainnya.
Kontribusi Sastrawan Angkatan 1998
Angkatan 1998 memberikan perspektif unik tentang perubahan sosial dan politik yang terjadi pada masa Reformasi. Para penyairnya menghadirkan suara kritis, reflektif, dan eksploratif dalam karya-karya mereka. Puisi-puisi yang mencerminkan semangat kreativitas dan semangat perubahan yang mewakili generasi pada masa tersebut.
