Dalam sejarah sastra Indonesia, ada periode penting yang dikenal sebagai Angkatan Pujangga Baru. Periode ini mencakup periode tahun 1933 hingga 1942 dan ditandai dengan gerakan sastra yang revolusioner dan berani.
Angkatan Pujangga Baru (kadang disebut Angkatan 1933 atau Angkatan '30-an) adalah julukan yang diberikan kepada sastrawan yang aktif menerbitkan karya sastra pada tahun 1933-an. Berbeda dengan Angkatan Balai Pustaka, angkatan ini berkarya tanpa campur tangan kolonial Belanda.
Angkatan Pujangga Baru lahir sebagai respons terhadap kondisi sosial, politik, dan budaya di Indonesia pada masa itu. Pada saat itu, Indonesia masih di bawah penjajahan kolonial Belanda, dan ada kebutuhan yang kuat untuk menggugah semangat perubahan dan kemandirian dalam masyarakat. Pujangga Baru, yang terdiri dari para penyair, penulis, dan intelektual, menggunakan sastra sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan perubahan sosial dan politik.
Angkatan Pujangga Baru memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan sastra Indonesia dan menciptakan landasan bagi gerakan-gerakan sastra berikutnya. Pengaruh mereka terasa dalam karya-karya sastra modern dan kontemporer, serta dalam perubahan dalam pemikiran dan gaya penulisan. Para pujangga dari angkatan ini membuka jalan kebebasan berekspresi, pembaruan gaya sastra, dan penekanan pada identitas budaya.
Lahirnya Angkatan Pujangga Baru ditandai dengan munculnya Majalah Sastra Pujangga Baru (yang terbit dari bulan Juli 1933 hingga Februari 1942). Majalah ini berhenti terbit pada saat invasi Jepang ke nusantara pada tahun 1942. Baru kemudian, setelah Indonesia merdeka, majalah Pujangga Baru terbit kembali (antara tahun 1948 hingga tahun 1953).
Adapun sastrawan yang termasuk ke dalam Angkatan Pujangga Baru antara lain: Sutan Takdir Alisyahbana, Armijn Pane, Sanusi Pane, Hamka, Amir Hamzah, J.E Tatengkeng, Ali Hasymi, Anak Agung Pandji Tisna, Roestam Effendi, Mozasa, Karim Halim, Said Daeng Muntu, Sariamin Ismail (nama pena Selasih), dan Fatimah Hasan Delais (nama pena Hamidah).
Di sini kami akan mempersempit dan hanya menghimpun karya sastra berbentuk puisi yang ditulis atau dipublikasikan pada tahun 1933-an (meski beberapa di antara sastrawan tersebut mungkin tidak digolongkan ke dalam Angkatan Pujangga Baru).
