Di tengah perkembangan sastra Indonesia modern, muncul nama muda yang berhasil menarik perhatian pembaca dari berbagai kalangan, yaitu Abinaya Ghina Jamela. Sosok yang akrab disapa Naya ini dikenal sebagai penyair, penulis cerita fantasi, penulis cerita pendek, dan esais muda berbakat asal Indonesia.
Lahir pada 11 Oktober 2009 di Padang, Naya tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan buku dan kreativitas. Masa kecilnya dijalani di beberapa kota seperti Depok, Bandung, dan Yogyakarta. Perpindahan tempat tinggal tersebut turut memperkaya sudut pandangnya terhadap kehidupan, budaya, dan manusia, yang kemudian tercermin dalam karya-karyanya.
Tumbuh Tanpa Gawai, Dekat dengan Buku dan Imajinasi
Salah satu hal yang membuat perjalanan kreatif Naya begitu menarik adalah pola asuh yang diterapkannya sejak kecil. Ia dibesarkan tanpa memegang gawai oleh kedua orang tuanya. Alih-alih menghabiskan waktu dengan layar digital, Naya lebih banyak membaca buku, menulis, melukis, bermain piano, hingga membuat kue.
Kebiasaan tersebut membentuk daya imajinasi dan kemampuan literasinya sejak usia dini. Naya mulai menulis ketika berusia lima tahun. Awalnya ia menulis puisi, lalu berkembang ke cerita pendek, esai, hingga cerita fantasi. Genre fantasi bahkan menjadi salah satu jenis tulisan favoritnya karena memberinya ruang luas untuk membangun dunia dan tokoh-tokoh imajinatif.
Awal Perjalanan Sastra yang Mengagumkan
Nama Naya mulai dikenal publik melalui buku pertamanya yang berjudul Resep Membuat Jagat Raya (2017). Buku kumpulan puisi tersebut berisi karya-karya yang ditulisnya sejak usia lima tahun. Kehadiran buku ini mengejutkan banyak orang karena menunjukkan kedewasaan bahasa dan kepekaan berpikir dari seorang anak kecil.
Buku tersebut memperoleh berbagai apresiasi penting, di antaranya:
- Masuk longlist Kusala Sastra Khatulistiwa 2017
- Meraih Tanah Ombak Award
- Menjadi Penulis dan Buku Puisi Terfavorit versi Goodreads Indonesia tahun 2017
Prestasi tersebut menjadikan Naya sebagai salah satu penulis muda paling menonjol di Indonesia pada masanya.
Mengangkat Isu Sosial dalam Perspektif Remaja
Karya-karya Naya tidak hanya berbicara tentang dongeng atau dunia fantasi. Ia juga banyak menyinggung isu sosial seperti rasisme, feminisme, lingkungan, hingga kemanusiaan. Menariknya, semua tema itu disampaikan melalui sudut pandang remaja yang jujur dan segar.
Keberaniannya membahas isu sosial menunjukkan bahwa sastra tidak mengenal batas usia. Melalui puisi dan esainya, Naya memperlihatkan bahwa anak muda juga memiliki pandangan kritis terhadap dunia di sekitarnya.
Selain aktif menulis, Naya juga beberapa kali tampil dalam berbagai forum sastra dan pendidikan. Ia pernah menjadi pembicara dalam acara Hompimpaa Edufest di Purwokerto tahun 2022 serta tampil membacakan puisi pada ajang Festival Kesenian Yogyakarta.
Pada 7 Desember 2024, ia juga menjadi pembicara dalam acara TEDxSurabaya Youth di Surabaya. Kehadirannya menunjukkan bahwa pemikiran dan kreativitasnya mulai mendapat perhatian lebih luas, tidak hanya di dunia sastra tetapi juga di kalangan pendidikan dan generasi muda.
Kiprah di Bidang Lingkungan dan Kebudayaan
Naya juga aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kebudayaan. Ia pernah menjadi Perwakilan Yogyakarta dalam pemilihan KEHATI Award kategori Tunas Lestari KEHATI Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2018.
Pada tahun 2025, kehadirannya di Balige Writers Festival 2025 didukung oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Penguatan Festival Sastra.
Daftar Karya Abinaya Ghina Jamela
Berikut beberapa buku karya Naya yang telah diterbitkan:
- Resep Membuat Jagat Raya: Kumpulan Puisi (2017)
- Aku Radio bagi Mamaku: Sehimpun Cerita (2018)
- Mengapa Aku Harus Membaca? (2019) — kumpulan 17 esai
- Rahasia Negeri Osi: Sebuah Novel (2020)
- Kucing Lelaki Tua dan Penulis yang Keliru (2021) — kumpulan 17 esai
Melalui karya-karyanya, Naya memperlihatkan kemampuan menulis yang terus berkembang, baik dalam puisi, esai, maupun prosa fiksi.
Abinaya Ghina Jamela merupakan contoh bahwa usia muda bukanlah halangan untuk berkarya dan menyampaikan gagasan besar. Dengan imajinasi yang kuat, kebiasaan membaca sejak kecil, serta keberanian membahas isu sosial, Naya berhasil menjadi salah satu suara penting generasi muda dalam sastra Indonesia.
Perjalanannya menunjukkan bahwa literasi dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana: membaca, menulis, dan memberi ruang bagi rasa ingin tahu. Dari tangan seorang anak yang gemar berimajinasi, lahirlah puisi-puisi yang mampu menyentuh banyak orang dan memperkaya dunia sastra Indonesia.
Sebagai bahan telaah, berikut kami sudah merangkum beberapa contoh puisi karya Abinaya Ghina Jamela untuk anda baca. Semoga bisa menjadi inspirasi dan bahan bacaan yang menyenangkan untuk melampiaskan rasa.