Kumpulan Puisi karya Ahmad Yulden Erwin

Ahmad Yulden Erwin merupakan salah satu penyair Indonesia yang dikenal melalui karya-karya puisi yang kaya akan refleksi sosial, spiritualitas, dan kebudayaan. Ia lahir pada 15 Juli 1972 di Bandar Lampung dan mulai aktif menulis puisi serta prosa sastra sejak tahun 1987.

Ahmad Yulden Erwin

Pada tahun 1997, Ahmad Yulden Erwin menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. Meski berlatar belakang ekonomi, minat dan dedikasinya terhadap dunia sastra terus berkembang. Sejumlah puisinya diterbitkan di berbagai media massa lokal maupun nasional serta masuk dalam beberapa antologi puisi bersama.

Prestasinya di bidang sastra mulai mendapat perhatian sejak awal 1990-an. Tahun 1992, ia meraih juara III dalam Lomba Cipta Puisi Islami “IQRA” tingkat nasional dengan dewan juri H.B. Jassin. Tiga tahun kemudian, ia menjadi juara I dalam Lomba Cipta Puisi pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional III di Jakarta. Pada tahun 2006, puisinya yang berjudul Cermin Fansuri berhasil masuk 15 besar nasional dalam lomba cipta puisi yang diselenggarakan Direktorat Kesenian.

Setelah tahun 1999, Ahmad Yulden Erwin sempat mengurangi aktivitas publikasi sastra dan lebih aktif dalam gerakan sosial antikorupsi hingga sekitar tahun 2015. Namun sejak 2012, ia kembali produktif menulis puisi. Karyanya kembali hadir di berbagai media seperti Lampung Post, Kompas Minggu, Koran Sindo, dan Koran Tempo. Ia juga aktif membimbing penulis muda melalui workshop daring bernama Akademi Menulis di media sosial Facebook.

Salah satu pencapaian pentingnya terjadi pada tahun 2018 ketika buku puisinya Perawi Rempah masuk lima besar Kusala Sastra Khatulistiwa. Karya ini semakin mengukuhkan namanya sebagai penyair yang memiliki kekuatan bahasa dan kedalaman gagasan.

Beberapa kumpulan puisi tunggal yang telah diterbitkannya antara lain:

  1. Ilusi Batu: sepilihan puisi 1995-2008 (Aneuk Mulieng, 2009)
  2. Sabda Ruang: kumpulan puisi 1989-2015 (In Depth Publishing, 2015)
  3. Hara Semua Kata: kumpulan puisi 1989-2012 (Lampung Literature, 2018)
  4. Perawi Tanpa Rumah: kumpulan puisi 1989-2014 (Lampung Literature, 2018); versi revisi.
  5. Perawi Rempah: kumpulan puisi 1994-2018 (Lampung Literature, 2018); 5 besar Kusala Sastra Khatulistiwa.
  6. Dua Puluh Ribu Cawan dalam Bilangan Phi (AYE, 2020)
  7. Cinta Ikarus: kumpulan puisi (Lampung Literature, 2020)
  8. Sirah Tembikar: kumpulan puisi (LaBRAK, 2022)

Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai antologi bersama yang memperlihatkan kontribusinya dalam perkembangan sastra Indonesia modern, berikut di antaranya:

  1. Memetik Puisi dari Udara (1987)
  2. Jung (1994)
  3. Daun-Daun Jatuh Tunas-Tunas Tumbuh (1995)
  4. Festival Januari (1996)
  5. Refleksi Setengah Abad Indonesia (1995)
  6. Dari Huma Lada (1996)
  7. Mimbar Penyair Abad-21 (1996)
  8. Cetik (1999)
  9. Jalan Panjang Menuju KPTPK (2004)
  10. Maha Duka Aceh: antologi puisi (2005)
  11. Think on these things: hal-hal yang mesti dipikirkan seorang anak bangsa (2008)
  12. Hilang Silsilah (2013)
  13. In The Empty Places (2014)
  14. Titik Terang: sidang rakyat dimulai (2015)
  15. Negeri Para Penyair: antologi puisi mutakhir Lampung (2018)
  16. Negeri yang Terapung: antologi cerpen mutakhir Lampung (2018)

Melalui perjalanan panjangnya, Ahmad Yulden Erwin menunjukkan bahwa sastra bukan sekadar karya tulis, tetapi juga ruang refleksi, perjuangan sosial, dan pencarian makna kehidupan.

Sebagai bahan telaah, berikut kami sudah merangkum beberapa contoh puisi karya Ahmad Yulden Erwin untuk anda baca. Semoga bisa menjadi inspirasi dan bahan bacaan yang menyenangkan untuk melampiaskan rasa.

    Kumpulan Puisi karya Ahmad Yulden Erwin

© Sepenuhnya. All rights reserved.