Kumpulan Puisi karya Ariffin Noor Hasby

Ariffin Noor Hasby merupakan penyair, esais, dan penulis asal Kalimantan Selatan yang telah berkarya secara konsisten sejak awal dekade 1980-an. Ia lahir di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, pada 20 Februari 1964. Ketika berusia satu tahun, ia mengikuti kedua orang tuanya yang pindah tugas ke Banjarbaru, kota yang kemudian menjadi tempat ia tumbuh, menempuh pendidikan, sekaligus mengembangkan perjalanan kepenulisannya.

Ariffin Noor Hasby

Ariffin menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Banjarbaru sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) pada tahun 1983 dan lulus pada 1988. Semasa kuliah, ia juga bekerja di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Penerangan Kalimantan Selatan. Setelah Departemen Penerangan dibubarkan, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara di Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan sejak tahun 2002.

Lahir sebagai anak kelima dari sembilan bersaudara, Ariffin merupakan putra pasangan H.M. Muzaini Bakry dan Hj. Siti Rizkiah, yang berasal dari suku Bakumpai, Barito Kuala. Minatnya terhadap dunia literasi tumbuh sejak kecil melalui kebiasaan membaca koleksi buku milik ayahnya. Ketertarikan tersebut berkembang menjadi kegemaran menulis puisi sejak duduk di bangku SMP. Karya pertamanya dipublikasikan pada November 1982 di rubrik "Dahaga" Harian Banjarmasin Post.

Selain dikenal sebagai siswa berprestasi semasa SMA, Ariffin juga pernah memperoleh beasiswa pemerintah selama dua tahun ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi (1984–1986). Dari puisi, ia kemudian mengembangkan kemampuannya dalam menulis esai, artikel, cerita pendek, hingga cerita rakyat berbahasa Banjar, termasuk serial "Si Palui" yang dimuat di Banjarmasin Post pada periode 1999–2002.

Karya-karyanya telah diterbitkan di berbagai media lokal maupun nasional, seperti Banjarmasin Post, Radar Banjarmasin, Pikiran Rakyat, Pelita, Yogya Post, Hai, Annida, Sabili, hingga media luar negeri seperti Majalah Bahana (Brunei Darussalam) dan Deutsche Welle. Dalam beberapa tulisan esainya, ia juga menggunakan nama samaran Ria F. Anestasia.

Sebagai sastrawan, Ariffin Noor Hasby telah meraih sejumlah penghargaan dalam lomba penulisan puisi dan artikel, di antaranya Juara III Lomba Cipta Puisi peringatan wafat Chairil Anwar (1984), Juara III Lomba Cipta Puisi Harkitnas (1985), Juara I Lomba Cipta Puisi Radio Mercu Clan Martapura (1988), dan Juara I Lomba Cipta Puisi tentang Kota Banjarbaru yang diselenggarakan Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru (2002). Atas dedikasinya terhadap sastra, ia menerima Hadiah Seni Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 17 Oktober 2005.

Ariffin juga aktif mengikuti berbagai forum sastra, baik di tingkat regional maupun nasional. Salah satu momen penting dalam perjalanan kepenyairannya adalah keikutsertaannya dalam Forum Cakrawala Sastra Indonesia yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki pada September 2005. Ia juga pernah terlibat dalam berbagai komunitas sastra, seperti Keluarga Penulis Banjarbaru, HIMSI Cabang Kabupaten Banjar, serta menjadi salah satu pendiri Kilang Sastra Batu Karaha di Banjarbaru pada tahun 1996.

Selain puisi, Ariffin juga menulis cerita pendek, artikel, dan puluhan esai yang dimuat di berbagai surat kabar Kalimantan Selatan. Ia belajar sastra secara otodidak, didukung oleh lingkungan keluarga yang memiliki tradisi literasi. Dari garis keturunan, ia juga disebut masih memiliki hubungan darah sebagai keturunan ketujuh Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, ulama besar sekaligus pengarang kitab-kitab klasik Islam yang berpengaruh.

Karya puisinya telah menghiasi banyak antologi bersama, di antaranya:

  1. Tenunan Hari Esok (BKKN Kalimantan Selatan, 1983)
  2. Langkah di Bagi Langkah Terus ke Depan (Kanwil Deppen Kalimantan Selatan, 1985)
  3. Bias Al Qur'an Dalam puisi (LPTQ Kalimantan Selatan, 1986)
  4. Elite Penyair Kalimantan Selatan 1979-1985 (Puskajimastra Banjarmasin, 1986)
  5. Cerita dari Hutan Bakau (Pustaka Sastra Jakarta, 1994)

Sementara itu, buku puisi tunggal yang telah diterbitkannya meliputi:

  1. Kota yang Bersiul (2012)
  2. Salawat Laut (2013)
  3. Rumah Lanting (2017)
  4. Wajah Seorang Ibu (2019)

Kontribusinya dalam dunia sastra Indonesia mendapat pengakuan melalui pencantuman biografinya dalam sejumlah referensi penting, seperti:

  1. Buku Pintar Sastra Indonesia (Kompas, 2000)
  2. Leksikon Susastra Indonesia (Balai Pustaka, 2000)
  3. Ensiklopedi Sastra Indonesia (Bina Ilmu, 2004)
  4. Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan (Balai Bahasa Banjarmasin, 2008)
  5. Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi, 2017)

Meskipun lebih dikenal di lingkungan sastra Kalimantan Selatan, Ariffin Noor Hasby merupakan salah satu penyair daerah yang berhasil membangun jejak kepenyairan yang panjang dan konsisten, sekaligus memperkaya khazanah sastra Indonesia melalui karya-karyanya yang berakar pada budaya Banjar dan nilai-nilai kemanusiaan.

Sebagai bahan telaah, berikut kami sudah merangkum beberapa contoh puisi karya Ariffin Noor Hasby untuk anda baca. Semoga bisa menjadi inspirasi dan bahan bacaan yang menyenangkan untuk melampiaskan rasa.

    Kumpulan Puisi karya Ariffin Noor Hasby

© Sepenuhnya. All rights reserved.