Kumpulan Puisi karya Beni Satryo

Di tengah perkembangan sastra Indonesia modern, nama Beni Satryo muncul sebagai salah satu penyair yang konsisten menghadirkan puisi-puisi dengan nuansa reflektif, urban, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Melalui karya-karyanya, ia memperlihatkan bagaimana kehidupan kota, kesunyian, cinta, hingga kegelisahan sosial dapat diolah menjadi bahasa puitik yang kuat namun tetap akrab bagi pembaca.

Puisi karya Beni Satryo

Beni Satryo lahir di Jakarta pada 21 November 1988. Ia merupakan alumnus jurusan Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Latar belakang filsafat tersebut tampak memengaruhi cara pandangnya dalam menulis puisi: penuh perenungan, kritis terhadap kehidupan, tetapi tetap sederhana dalam penyampaian.

Buku Puisi Tunggal

  1. Pendidikan Jasmani dan Kesunyian (EA Books, 2016); Kusala Sastra Khatulistiwa nominasi untuk Puisi - longlist (2016)
  2. Antarkota Antarpuisi (baNANA, 2019); Kusala Sastra Khatulistiwa Nominasi untuk Puisi - Shortlist (2020)

Buku Antologi Bersama

  1. Mancis: Belitan Asmara (baNANA, 2025)

Perjalanan kepenyairannya dimulai saat menempuh masa kuliah di Yogyakarta. Kota pelajar itu menjadi ruang penting bagi perkembangan kreativitasnya. Di sana, ia mulai aktif menulis puisi dan membangun kedekatan dengan dunia sastra. Selain dikenal sebagai penyair, Beni Satryo juga aktif bekerja sebagai wartawan di salah satu media terkemuka di Jakarta. Profesi jurnalistik yang ia jalani turut memberi warna pada karya-karyanya, terutama dalam menangkap dinamika kehidupan urban dan realitas sosial.

Salah satu karya pentingnya adalah Pendidikan Jasmani dan Kesunyian yang pertama kali diterbitkan oleh EA Books pada tahun 2016 dan kembali diterbitkan oleh Buku Mojok pada 2020. Buku ini mendapat perhatian luas dan masuk dalam nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa kategori puisi longlist tahun 2016. Dalam kumpulan puisi tersebut, Beni banyak menghadirkan tema kesepian, tubuh, relasi manusia, dan kehidupan sehari-hari dengan gaya bahasa yang jernih namun penuh lapisan makna.

Kesuksesan itu berlanjut melalui buku Antarkota Antarpuisi yang diterbitkan oleh baNANA pada tahun 2019. Buku ini bahkan masuk shortlist Kusala Sastra Khatulistiwa kategori puisi pada tahun 2020. Melalui karya tersebut, Beni Satryo memperlihatkan kedekatannya dengan tema perjalanan, perpindahan, dan hubungan antarmanusia di tengah ritme kota-kota modern. Puisinya terasa intim, seolah mengajak pembaca berbincang langsung tentang pengalaman hidup yang sering kali luput diperhatikan.

Selain menerbitkan buku tunggal, Beni Satryo juga terlibat dalam sejumlah antologi bersama. Salah satunya adalah Mancis: Belitan Asmara yang diterbitkan oleh baNANA pada tahun 2025. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa ia tetap aktif berkontribusi dalam perkembangan sastra Indonesia kontemporer.

Ciri khas puisi Beni Satryo terletak pada kemampuannya menghadirkan suasana yang tenang namun emosional. Ia tidak banyak menggunakan bahasa yang rumit atau metafora yang berlebihan. Sebaliknya, kekuatan puisinya justru muncul dari kesederhanaan diksi dan kedalaman pengalaman yang diangkat. Banyak pembaca merasa puisinya dekat dengan realitas hidup sehari-hari, terutama generasi muda perkotaan yang akrab dengan rasa sepi, kegelisahan, dan pencarian makna hidup.

Kini, Beni Satryo tinggal dan bekerja di Jakarta. Selain aktif menulis, ia juga dikenal aktif berbagi pemikiran melalui akun media sosial Twitter/X miliknya, @benisatryo. Kehadirannya di media sosial membuat karya dan pemikirannya semakin mudah diakses oleh pembaca muda serta komunitas sastra digital.

Sebagai penyair, Beni Satryo menunjukkan bahwa puisi tidak harus selalu hadir dalam bahasa yang sulit dipahami. Ia berhasil membawa pengalaman-pengalaman sederhana menjadi karya sastra yang menyentuh dan relevan dengan kehidupan modern. Melalui puisi-puisinya, pembaca diajak memahami bahwa di tengah hiruk-pikuk kota, manusia tetap membutuhkan ruang untuk merenung, merasa, dan memahami dirinya sendiri.

Sebagai bahan telaah, berikut kami sudah merangkum beberapa contoh puisi karya Beni Satryo untuk anda baca. Semoga bisa menjadi inspirasi dan bahan bacaan yang menyenangkan untuk melampiaskan rasa.

    Kumpulan Puisi karya Beni Satryo

© Sepenuhnya. All rights reserved.