Kumpulan Puisi karya Fahmi Wahid

Fahmi Wahid (3 Agustus 1964 – 10 Januari 2026) merupakan penyair, budayawan, dan pegiat sastra asal Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Sosoknya dikenal sebagai salah satu penyair yang konsisten mengangkat nilai-nilai budaya Banjar, kehidupan masyarakat pedalaman, serta kearifan lokal Kalimantan Selatan melalui karya-karya puisi dan aktivitas kebudayaan.

Fahmi Wahid

Pendidikan dasarnya ditempuh di kota kelahirannya dengan menyelesaikan SD, MTsN, dan PGAN. Selanjutnya ia menempuh pendidikan tinggi di Jurusan Muamalah Jinayah/Perdata Pidana Islam, Fakultas Syariah IAIN Antasari Banjarmasin (kini UIN Antasari Banjarmasin) dan lulus pada tahun 1990. Ia kemudian melanjutkan studi magister pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen IMNI Jakarta dengan konsentrasi Manajemen Pendidikan/Teknologi Pembelajaran dan meraih gelar S-2 pada tahun 2006.

Dalam kehidupan profesional, Fahmi Wahid mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan. Di luar tugas kedinasannya, ia aktif membangun ekosistem sastra dan kebudayaan di Kalimantan Selatan. Ketika masih menjadi mahasiswa di Fakultas Syariah IAIN Antasari, ia telah aktif dalam kegiatan sastra dan teater. Sejak tahun 1986 ia mulai menulis naskah drama, sedangkan aktivitas menulis puisi telah digelutinya sejak dekade 1980-an. Karya-karyanya dipublikasikan di berbagai media, antara lain Banjarmasin Post, Radar Banjarmasin, dan Media Kalimantan.

Karier organisasinya di bidang seni dan budaya juga sangat menonjol. Pada periode 1987–1990 ia menjabat sebagai Sekretaris Teater Pena Banjarmasin sekaligus menjadi pendiri Sanggar Pena Barabai. Ia kemudian dipercaya menjadi Ketua Dewan Kesenian Murakata (DKM) Kabupaten Hulu Sungai Tengah periode 2008–2012 serta pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Sastrawan Indonesia (HIMSI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sejak tahun 2014, Fahmi Wahid mendirikan Sanggar Mamang di Paringin, Kabupaten Balangan, yang menjadi ruang pembinaan bagi para penyair dan seniman muda. Ia juga tercatat sebagai anggota Dapur Sastra Jakarta (DSJ).

Di Kabupaten Balangan, Fahmi Wahid terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Balangan periode 2023–2027. Dalam peran tersebut ia aktif membina kegiatan seni, sastra, dan kebudayaan daerah, sekaligus mendorong lahirnya generasi baru seniman dan sastrawan di Kalimantan Selatan.

Dedikasinya terhadap dunia sastra membawanya mengikuti berbagai forum sastra nasional maupun internasional. Ia menghadiri Pertemuan Sastrawan Tiga Negara (Malaysia, Singapura, dan Indonesia) di Cilegon, Banten pada tahun 2014, Pertemuan Penyair Asia Tenggara di Malaysia pada tahun 2018, serta Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) di Bali pada tahun 2019. Selain itu, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan sastra di Kalimantan Selatan.

Atas kontribusinya dalam bidang kebudayaan, Fahmi Wahid menerima Hadiah Seni Bidang Sastra dari Gubernur Kalimantan Selatan pada tahun 2011. Ia juga pernah meraih penghargaan sebagai lima besar Lomba Tulis Bahasa Banjar tahun 2000 dan menjadi salah satu dari 19 nominasi Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar yang kemudian dihimpun dalam buku Manyanggar Banua (2010).

Sebagai penyair, Fahmi Wahid telah menerbitkan sejumlah buku puisi tunggal, yaitu:

  1. Suara Orang Pedalaman (2016)
  2. Perjalanan Debu (2018)
  3. Tandik Meratus (2019)
  4. Tanah Perindu (2020)
  5. Hikayat Pohon Air Mata Sungai (2024)

Selain itu, puisinya juga termuat dalam puluhan antologi bersama, di antaranya:

  1. Seribu Sungai Paris Berantai: Antologi Puisi Aruh sastra Kalimantan Selatan III, Kabupaten Kotabaru (2006)
  2. Tarian Cahaya di Bumi Sanggam: Antologi puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan V, Kabupaten Balangan (2008)
  3. Bertahan di Bukit Akhir: Antologi puisi Penyair Hulu Sungai Tengah (Penerbit KSI Kab.HST, Barabai (2008)
  4. Menyampir Bumi Leluhur: Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan V, Kabupaten Tabalong (2010)
  5. Manyanggar Banua (2010)
  6. Seloka Bisu Batu Benawa: Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan VIII (2011)
  7. Sungai Kenangan: Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan IX (2012)
  8. Tadarus Rembulan: Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan X (2013)
  9. Membuka Cakrawala Menyentuh Fitrah Manusia (2014)
  10. Solo dalam Puisi: Antologi Festival Satra Solo (2014)
  11. Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (2014)
  12. Duka Gaza Duka Kita (2014)
  13. Ada Malam Bertabur Bintang (2015)
  14. Tifa Nusantara 2 (2015)
  15. Kalimantan Selatan Menolak untuk Menyerah (2015)
  16. Memo Wakil Rakyat (2015)
  17. Memo Antiterorisme (2016)
  18. Melepas Tubuh dalam Cahaya (2016)
  19. Ije Jela: Tifa Nusantara 3 (2016)
  20. Memo Antikekerasan Terhadap Anak (2016)
  21. Pasie Karam (2016)
  22. Jejak Arus Tanah Banyu (2016)
  23. Membaca Sastra Membangun Literasi (2016)
  24. Puisi Kopi 1.550 mdpl (2016)
  25. Menembus Kegelapan Menggapai Kerinduan (2017)
  26. Maumang Makna di Huma Aksara (2017)
  27. The First Drop of Rain: Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, 2017, Negeri Bahari (2018)
  28. Hutan Hujan Tropis (2018)
  29. Membumikan Langit: Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2018 (2018)
  30. Epitaf Kota Hujan (2018)
  31. Wangian Kembang (2018)
  32. Kunanti di Kampar Kiri (2018)
  33. Sepanjang Siring Laut (2018)
  34. A Skyful of Rain: Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival (2018)
  35. Selasa di Pekuburan Ma’la: Renung-Kenang Para Penyair untuk K.H. Maimoen Zoebair (Penerbit MataAir Publishing, Rembang, Jawa Tengah, 2019)
  36. Mangkunung Banuaku: Antologi Puisi Bahasa Banjar (2019)
  37. Semerbak Hutan Seharum Ombak: Antologi Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan XVI Tanah Bumbu (2019)
  38. Dundang Parisj Van Borneo: Bunga Rampai Puisi Karya Penyair Hulu Sungai Tengah (2020)
  39. Sayur Mayur (2020), Rantau: Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10 (2020)
  40. Meratus: Nyanyian Rindu Anak Banua (Penerbit Kandaka Public Initiative, Kota Serang, 2020)

Rekam jejak kepenyairan Fahmi Wahid juga diabadikan dalam sejumlah referensi penting, seperti:

  1. Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan (Balai Bahasa Banjarmasin, 2008)
  2. Antologi Biografi 599 Sastrawan Kalimantan Selatan 1930-2011 (Rumah Pustaka Karya Sastra-Pusat Pengkajian Masalah Sastra Kalimantan Selatan, Banjarmasin, 2011)
  3. Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi, Jakarta, 2017)

Hingga akhir hayatnya pada 10 Januari 2026, Fahmi Wahid dikenang sebagai penyair yang tidak hanya produktif berkarya, tetapi juga gigih membangun ruang-ruang literasi, membina komunitas sastra, serta mengabdikan dirinya bagi perkembangan seni dan kebudayaan Kalimantan Selatan. Warisan karya dan pengabdiannya menjadikan namanya sebagai salah satu tokoh sastra Banjar yang memiliki kontribusi penting dalam perkembangan sastra Indonesia, khususnya dari kawasan Kalimantan.

Sebagai bahan telaah, berikut kami sudah merangkum beberapa contoh puisi karya Fahmi Wahid untuk anda baca. Semoga bisa menjadi inspirasi dan bahan bacaan yang menyenangkan untuk melampiaskan rasa.

    Kumpulan Puisi karya Fahmi Wahid

© Sepenuhnya. All rights reserved.