Kumpulan Puisi karya Lastri Fardani Sukarton

Lastri Fardani Sukarton adalah seorang penyair dan penulis Indonesia yang merangkai kata-kata menjadi puisi dan cerita dengan keindahan yang mendalam. Lahir pada 5 Desember 1942 di Yogyakarta, Lastri menjadi salah satu sastrawan yang tergabung dalam Angkatan 1980–1990an, menyumbangkan karya-karya puitisnya untuk memperkaya dunia sastra Indonesia.

Perjalanan Hidup

Meskipun hanya menjalani satu tahun kuliah di Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada, Lastri kemudian memilih jalur yang unik dalam kehidupannya. Pada tahun 1961, ia memutuskan untuk menjadi seorang pramugari di Garuda Indonesian Airways (GIA). Pilihan ini tidak hanya membawanya menjelajahi langit sebagai pramugari tetapi juga membentuk perspektifnya terhadap kehidupan.

Pada tahun 1964, Lastri menikah dengan Sukarton Marmosudjono, yang kelak menjabat sebagai Jaksa Agung R.I. (Masa jabatan 19 Maret 1988 – 29 Juni 1990). Pernikahan ini turut memberikan warna baru dalam perjalanan hidup Lastri, memperkaya pengalaman dan perspektifnya.

Awal Kiprah Sastra

Lastri Fardani Sukarton telah memiliki kecintaan pada dunia sastra sejak masa Sekolah Rakyat (Sekolah Dasar). Puisi-puisinya pertama kali muncul di majalah Kawanku, sebuah majalah kanak-kanak. Pada masa SMP, Lastri menjadi redaktur di 'Remaja Nasional,' sebuah lembaran remaja harian Nasional.

Inspirasi Desa

Lastri Fardani lahir dan dibesarkan di desa di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Keakraban dengan kehidupan pedesaan dan alam sekitarnya memberikan warna khusus pada karya-karyanya. Puisi-puisinya mencerminkan kepolosan, kejujuran, serta kerinduan dan kasih sayang pada desa dan lingkungannya. Beberapa judul seperti "Andong Tua" dan "Gunung Biru di Atas Dusunku" dari kumpulan puisi "Gunung Biru di Atas Dusunku" (1988) mencerminkan keakraban ini.

Karya Multigenre

Tak hanya mencurahkan pemikiran dalam puisi, Lastri Fardani juga menunjukkan keterampilannya dalam menulis cerpen dan novel. Kemampuannya merangkai kata-kata tidak hanya memukau melalui bait-bait puisinya tetapi juga memikat melalui jalan cerita dalam prosa.

Buku karya:
  1. Letup-Letup Cinta (novel, 1983);
  2. Rusa-Rusa Pun Bercinta (novel, 1985);
  3. Di Batas Kebencian (novel, 1986);
  4. Kisi-Kisi Hati (novel, 1987);
  5. Puing-Puing (novel, 1987);
  6. Gunung Biru di Atas Dusunku (puisi, 1988);
  7. Bayang-Bayang Senja (novel, 1989);
  8. Kidung Asmara di Mega-Mega (novel, 1990);
  9. Ungu: Antologi Puisi Wanita Penyair Indonesia (antologi bersama, 1997); disunting oleh Korrie Layun Rampan.
  10. Horison Sastra: Kitab Puisi (antologi bersama, 2002); disunting oleh Taufik Ismail.

Lastri Fardani Sukarton
Lastri Fardani Sukarton, melalui pena dan kata-katanya, ia menyajikan potret kehidupan yang mendalam, merangkul keindahan desa, dan menyuarakan perasaan yang tulus. Karyanya menjadi peninggalan berharga dalam dunia sastra Indonesia, terukir dalam kata-kata yang abadi dan terus menginspirasi para pembaca dan pencinta sastra.

Sebagai bahan telaah, berikut kami sudah merangkum beberapa Contoh Puisi karya Lastri Fardani Sukarton untuk anda baca. Semoga bisa menjadi inspirasi dan bahan bacaan yang menyenangkan untuk melampiaskan rasa.

    Kumpulan Puisi karya Lastri Fardani Sukarton

© Sepenuhnya. All rights reserved.