1937

Puisi: Karena Kasihmu (Karya Amir Hamzah)

Karena Kasihmu Karena kasihmu Engkau tentukan sehari lima kali kita bertemu. Aku inginkan rupamu ku lebihi sekali sebelum cuaca menali…

Puisi: Astana Rela (Karya Amir Hamzah)

Astana Rela Tiada bersua dalam dunia tiada mengapa hatiku sayang tiada dunia tempat selama layangkan angan meninggi awan. Jangan perca…

Puisi: Hanya Satu (Karya Amir Hamzah)

Hanya Satu Timbul niat dalam kalbumu; terban hujan, ungkai badai terendam karam runtuh ripuk tamanmu rampak. Manusia kecil …

Puisi: Padamu Jua (Karya Amir Hamzah)

Padamu Jua Habis kikis segala cintaku hilang terbang pulang kembali aku padamu seperti dahulu. Kaulah kandil kemerlap pelita jendela di…

Puisi: Panji di Hadapanku (Karya Amir Hamzah)

Panji di Hadapanku Kau kibarkan panji di hadapanku. Hijau jernih di ampu tongkat mutu-mutiara. Di kananku berjalan, mengiring perlahan, Ridl…

Puisi: Nikmat Nakhoda Menuju Pelabuhan (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Nikmat Nakhoda Menuju Pelabuhan 'Lang putih jauh sayup menyisir awan. Dari kapal beta tahulah beta, bahwa …

Puisi: Doa Moyangku (Karya Amir Hamzah)

Doa Moyangku Poyangku rata meminta sama semoga sekali aku diberi memetik kecapi, kecapi firdausi menampar rebana, rebana swarga. Poyangk…

Puisi: Sebab Dikau (Karya Amir Hamzah)

Sebab Dikau Kasihkan hidup sebab dikau Segala kuntum mengoyak kepak Membunga cinta dalam hatiku Mewangi sari dalam jantungku. Hidup se…

Puisi: Doa (Karya Amir Hamzah)

Doa Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku? Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik, setelah menghalaukan p…

Puisi: Turun Kembali (Karya Amir Hamzah)

Turun Kembali Kalau aku dalam engkau dan kau dalam aku adakah begini jadinya aku hamba engkau penghulu? Ak…

Puisi: Hanyut Aku (Karya Amir Hamzah)

Hanyut Aku Hanyut aku, kekasihku! Hanyut aku! Ulurkan tanganmu, tolong aku. Sunyinya sekelilingku! Tiada suara kasihan, tiada angin mendin…

Puisi: Kata Siapa (Karya Darwis)

Kata Siapa Kata siapa padi 'kan masak batang jatuh patah tergoyang Kata siapa hati tak rusak nilam pusaka menghirap terbang Kata siapa perahu tak…

Puisi: Di Kaki Gunung (Karya Mozasa)

Di Kaki Gunung Hawa meresap ke urat sarap membawa wangi bunga-bungaan diiring kabut tipis melayap enggan ke gunung merayu hutan. Angin lembut membuai…
© Sepenuhnya. All rights reserved.