Puisi: Kawanku dan Aku (Karya Chairil Anwar) Kawanku dan Aku (Versi Deru Campur Debu) Kami sama pejalan larut Menembus kabut Hujan mengucur badan Berkakuan kapal-kapal di pela…
Puisi: Diponegoro (Karya Chairil Anwar) Diponegoro Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus…
Puisi: Kepada Peminta-minta (Karya Chairil Anwar) Kepada Peminta-minta Baik, baik aku akan menghadap Dia Menyerahkan diri dan segala dosa Tapi jangan tentang lagi aku Na…
Puisi: Kupu Malam dan Biniku (Karya Chairil Anwar) Kupu Malam dan Biniku Sambil berselisih lalu mengebu debu. Kupercepat langkah. Tak noleh ke belakang Ngeri ini luka-terbuka sekali lagi t…
Puisi: Isa (Karya Chairil Anwar) Isa Kepada Nasrani Sejati Itu Tubuh mengucur darah mengucur darah rubuh patah mendampar tanya: aku salah? …
Puisi: Sendiri (Karya Chairil Anwar) Sendiri Hidup tambah sepi, tambah hampa Malam apa lagi Ia mencekik ngeri Dicekik kesunyian kamarnya Ia membenci. Dirin…
Puisi: Suara Malam (Karya Chairil Anwar) Suara Malam Dunia badai dan topan Manusia mengingatkan, "Kebakaran di Hutan" Jadi ke mana Untuk damai dan reda? Mati. …
Puisi: Kesabaran (Karya Chairil Anwar) Kesabaran Aku tak bisa tidur Orang ngomong, anjing nggonggong Dunia jauh mengabur Kelam mendinding batu Dihantam suara bertalu-talu Di …
Puisi: Sia-Sia (Karya Chairil Anwar) Sia-Sia (Versi Deru Campur Debu) Penghabisan kali itu kau datang membawa karangan kembang Mawar merah dan melati putih: darah dan suci. Kau tebarka…
Puisi: Tak Sepadan (Karya Chairil Anwar) Tak Sepadan Aku kira: Beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasvéros. …
Puisi: Taman (Karya Chairil Anwar) Taman Taman punya kita berdua tak lebar luas, kecil saja satu tak kehilangan lain dalamnya. Bagi kau dan aku cukuplah Taman kembangnya tak be…
Puisi: Di Mesjid (Karya Chairil Anwar) Di Mesjid Kuseru saja Dia sehingga datang juga Kami pun bermuka-muka. Seterusnya Ia bernyala-nyala dalam dada. Segala daya memadamkannya …
Puisi: Ajakan (Karya Chairil Anwar) Ajakan Menembus sudah caya Udara tebal kabut Kaca hitam lumut Pecah pencar sekarang Di ruang legah lapang Mari ria lagi Tuj…
Puisi: Kenangan (Karya Chairil Anwar) Kenangan untuk Karinah Moordjono Kadang Di antara jeriji itu-itu saja Mereksmi memberi warna Benda usang dilupa Ah!…
Puisi: Rumahku (Karya Chairil Anwar) Rumahku Rumahku dari unggun-timbun sajak Kaca jernih dari luar segala nampak Kulari dari gedong lebar halaman Aku tersesat tak dapat jalan …