1948

Puisi: Air Tenang (Karya Samiati Alisjahbana)

Air Tenang Tenang, hanya kerut-kerut kecil Terapung daun jatuh mengikut air didorong angin Hinggap perlahan capung atas daun pergi lambat…

Puisi: Karawang-Bekasi (Karya Chairil Anwar)

Karawang-Bekasi Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah y…

Puisi: Jalan Setapak (Karya Dodong Djiwapradja)

Jalan Setapak Jalan setapak, Becek-becek ke pegunungan Tanda kampungku berpagar bambu Kambing dan kerbau, sawahku tujuh bidang Kebun temu…

Puisi: Aku dan Debu (Karya M. Taslim Ali)

Aku dan Debu Aku jelajah ini kota, simpang-siur jalannya. Tampak tangis darah dan daging, mengeluh jatuh ke debu: Bertemu debu dan debu. Aku jelajah …

Puisi: Angin (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Angin Angin, Kata orang engkau mengerang, bila menderu di pohon kayu Selalu 'ngembara di mulia buana. …

Puisi: Manusia Baru (Karya Rosihan Anwar)

Manusia Baru Hatiku gembira tiada terkata Kuhisap udara alangkah nikmat Kulayangkan pandang sekitar rata Nampaklah perubahan pada masyarakat: Di dala…

Puisi: Buntu Kejaran (Karya S. Rukiah Kertapati)

Buntu Kejaran Di jalan panjang, Bertemu lagi Aku dan ilham. Dia ketawa tergila-gila Mulut kuat enak mengejek Cepat kukejar Ia lari…

Puisi: Lahir Batin (Karya Rosihan Anwar)

Lahir Batin Tetapi, alangkah terkadang beta kecewa Melihat keadaan sehari-hari Lain di mulut lain di hati Kata "Semangat" permainan semata …

Puisi: Buat Gadis Rasid (Karya Chairil Anwar)

Buat Gadis Rasid Antara daun-daun hijau padang lapang dan terang anak-anak kecil tidak bersalah, baru bisa lari-larian burung-b…

Puisi: Kenapa (Karya A.A. Navis)

Kenapa Tidakkah tuan dengar segala rintih keluh kesah suara serak oleh tangis sepanjang waktu? Tidakkah tuan lihat bangkai hidup tinggal kulit pembal…

Puisi: Prajurit Jaga Malam (Karya Chairil Anwar)

Prajurit Jaga Malam (Versi Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus) Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu? Pem…

Puisi: Seruan Lepas (Karya Rosihan Anwar)

Seruan Lepas Tuan berjalan jua sendirian Makin ke muka, semakin mendaki Hendak mencapai puncak kemenangan Tak tahu lelah, tak pernah berhenti. Berser…

Puisi: Kamar Tua (Karya S. Rukiah Kertapati)

Kamar Tua Aku meraba dalam gelap kamar sempit sudah tua berbau apak mata dua jadi buta di mana titik sinar? Gelap! teru…

Puisi: Untuk Saudara (Karya Rosihan Anwar)

Untuk Saudara Setelah saudara bersusun madah Tiada hemat sanjungan dipuja Merdu didengar buai nyanyian Asia Raya jadi junjungan Sudikah saudara perik…

Puisi: Kaliurang Tengah Hari (Karya Sitor Situmorang)

Kaliurang (Tengah Hari) Kembali kita berhadapan Dalam relung sepi ini Dari seberang lembah mati Bibirmu b…
© Sepenuhnya. All rights reserved.