Puisi: Aku dan Debu (Karya M. Taslim Ali) Aku dan Debu Aku jelajah ini kota, simpang-siur jalannya. Tampak tangis darah dan daging, mengeluh jatuh ke debu: Bertemu debu dan debu. Aku jelajah …
Puisi: Angin (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Angin Angin, Kata orang engkau mengerang, bila menderu di pohon kayu Selalu 'ngembara di mulia buana. …
Puisi: Manusia Baru (Karya Rosihan Anwar) Manusia Baru Hatiku gembira tiada terkata Kuhisap udara alangkah nikmat Kulayangkan pandang sekitar rata Nampaklah perubahan pada masyarakat: Di dala…
Puisi: Buntu Kejaran (Karya S. Rukiah Kertapati) Buntu Kejaran Di jalan panjang, Bertemu lagi Aku dan ilham. Dia ketawa tergila-gila Mulut kuat enak mengejek Cepat kukejar Ia lari…
Puisi: Lahir Batin (Karya Rosihan Anwar) Lahir Batin Tetapi, alangkah terkadang beta kecewa Melihat keadaan sehari-hari Lain di mulut lain di hati Kata "Semangat" permainan semata …
Puisi: Buat Gadis Rasid (Karya Chairil Anwar) Buat Gadis Rasid Antara daun-daun hijau padang lapang dan terang anak-anak kecil tidak bersalah, baru bisa lari-larian burung-b…
Puisi: Kenapa (Karya A.A. Navis) Kenapa Tidakkah tuan dengar segala rintih keluh kesah suara serak oleh tangis sepanjang waktu? Tidakkah tuan lihat bangkai hidup tinggal kulit pembal…
Puisi: Prajurit Jaga Malam (Karya Chairil Anwar) Prajurit Jaga Malam (Versi Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus) Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu? Pem…
Puisi: Seruan Lepas (Karya Rosihan Anwar) Seruan Lepas Tuan berjalan jua sendirian Makin ke muka, semakin mendaki Hendak mencapai puncak kemenangan Tak tahu lelah, tak pernah berhenti. Berser…
Puisi: Kamar Tua (Karya S. Rukiah Kertapati) Kamar Tua Aku meraba dalam gelap kamar sempit sudah tua berbau apak mata dua jadi buta di mana titik sinar? Gelap! teru…
Puisi: Untuk Saudara (Karya Rosihan Anwar) Untuk Saudara Setelah saudara bersusun madah Tiada hemat sanjungan dipuja Merdu didengar buai nyanyian Asia Raya jadi junjungan Sudikah saudara perik…
Puisi: Kaliurang Tengah Hari (Karya Sitor Situmorang) Kaliurang (Tengah Hari) Kembali kita berhadapan Dalam relung sepi ini Dari seberang lembah mati Bibirmu b…
Puisi: Ina Mia (Karya Chairil Anwar) Ina Mia Terbaring di rangkuman pagi — hari baru jadi — Ina Mia mencari hati impi, Teraba Ina Mia kulit harapan belaka …
Puisi: Keyakinan (Karya Rosihan Anwar) Keyakinan Sekalipun dibanting seluruh tubuh Disergap dari segenap penjuru Pedih memar lahir dan batin Namun jiwa tetap berani Tiada gentar yakin '…
Puisi: Pandai Besi (Karya Nursjamsu Nasution) Pandai Besi Tempa terus pandai besi, Walau dengkang-dengking laga besi dan besi Rasa 'kan meruntuhkan atap dinding kepalamu Walau merah…
Puisi: Pesta Kelasi (Karya M. Balfas) Pesta Kelasi Kabut lalu berhenti di muka laut. Mendung ini mengandung bius! Aku lari dari gunung jauh mau berlayar tidak jadi sebab o…