Puisi: Buat Nyonya N. (Karya Chairil Anwar) Buat Nyonya N. Sudah terlampau puncak pada tahun yang lalu, dan kini dia turun ke rendahan datar. Tiba di puncak dan dia sungguh tidak tahu, Burung-b…
Puisi: Lagu daripada Pasukan Terakhir (Karya Asrul Sani) Lagu daripada Pasukan Terakhir Pada tapal terakhir sampai ke Jogja bimbang telah datang pada nyala langit t…
Puisi: Yang Terampas dan Yang Putus (Karya Chairil Anwar) Yang Terampas dan Yang Putus Kelam dan angin lalu mempesiang diriku, menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin, malam tambah merasuk, rimba jad…
Puisi: Seorang Prajurit kepada Bung Karno (Karya Mh. Rustandi Kartakusuma) Seorang Prajurit kepada Bung Karno di Maguwo, Desember 1949 Kami yang berpijak di atas lereng gunung kapur antara terik panas dan godaan batu panas, …
Puisi: Cahaya Mau Mati (Karya S. Rukiah Kertapati) Cahaya Mau Mati Kita memang berdiri antara pagi dan malam Pula kadang-kadang lihat juga bintang di langit seribu, atau perempuan busuk hati,…
Puisi: Mirat Muda, Chairil Muda (Karya Chairil Anwar) Mirat Muda, Chairil Muda di pegunungan 1943 Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah, menatap lama ke dalam pandangnya coba…
Puisi: Kekasih yang Kelu (Karya Asrul Sani) Kekasih yang Kelu ( Untuk seorang sahabat ) Air mata, adalah sekali ini air mata dari hati yang mengandung d…
Puisi: Sembrono (Karya Amal Hamzah) Sembrono Bukan aku tak tahu bahwa lereng ngarai itu amat curam dan rintis di situ sempit serta lincir. Bila terpeleset kakiku tubuh ini t…
Puisi: Keliru (Karya A.A. Navis) Keliru Kau gantung tinggi lalu gapai-gapai tuntutan naluri beripuh mandi peluh menanti rubuh. Selama hayat pasti takkan tercapai walau melolong mulut…
Puisi: Mantera (Karya Asrul Sani) Mantera Raja dari batu hitam, di balik rimba kelam, Naga malam, mari kemari! Aku laksamana dari lauta…
Puisi: Jangan Harap (Karya A.A. Navis) Jangan Harap Semanis mulut bicara kalau bukti tiada jangan harap orang akan percaya. sebaik baik budi kalau suka melanggar janji jangan harap orang a…
Puisi: Perempuan (Karya Siti Nuraini) Perempuan Perempuan lena mematah-matahkan seranting kering, bersandar di jendela tinggi empat persegi, rahasia kejauhan di luar memanggil, …
Puisi: Elegi (Karya Asrul Sani) Elegi Ia yang hendak mencipta, menciptalah atas bumi ini. Ia yang akan tewas, tewaslah karena kehidupan. Kita yang mau mencipta dan akan t…
Puisi: Perhitungan Habis Tahun (Karya Asrul Sani) Perhitungan Habis Tahun Semalam aku telah bercinta pula, Kepada engkau yang datang dengan kereta senja Dan pulang berkereta pagi, Serta aku…