Puisi: Secangkir Teh Panas (Karya Arifin C. Noer) Secangkir Teh Panas Secangkir teh panas pada suatu senja telah menyempurnakan panorama dalam istirah, setelah lepas dan beban timbunan kerja — Terima…
Puisi: Hati Nurani (Karya Sandy Tyas) Hati Nurani entah, sudah berapa lama saudara, sudah berapa lama kita senantiasa diam, senantiasa diam terkadang campur aduk pengertian apa ini kebija…
Puisi: Waktu (Karya Daelan Muhammad) Waktu bagai sejumlah pengantar jenazah waktu berduyun datang berduyun pergi sarat dengan tangis keluh dan kesah yang tiada lagi disadari amboi! lamba…
Puisi: Kidung Akhir Tahun (Karya Slamet Sukirnanto) Kidung Akhir Tahun Seorang tua jalan sendiri Meninggalkan gerbang duniawi Tak ada yang lain, kecuali pergi Lewat jalan akhir dan sunyi! …
Puisi: Bendera (Karya Taufiq Ismail) Bendera Mereka yang berpakaian hitam Telah berhenti di sebuah rumah Yang mengibarkan bendera duka Dan mas…
Puisi: Kepada Para Cendekia (Karya Arifin C. Noer) Kepada Para Cendekia Maafkanlah saya, para cendekia, yang purba ataupun yang baru saja Dunia semenjak didirikan oleh kasih-Nya tak pernah berubah hak…
Puisi: Bendera Laskar (Karya Taufiq Ismail) Bendera Laskar Kali pertama, di halaman kampus, pagi itu Telah berkibar bendera laskar Berkibar putih bagai…
Puisi: Parangtriris (Karya Yunus Mukri Adi) Parangtriris Salam padamu laut: Selamat tidur Namun dirimu tak pernah mendengkur Langit dan dadamu bertemu jauh di selatan Seperti aku dan bayang-bay…
Puisi: Harmoni (Karya Taufiq Ismail) Harmoni Enam barikade telah dipasang Pagi ini Ketika itu langit pucat Di atas Harmoni Senjata dan baju-baju perang Depan kawa…
Puisi: Tiada Durja (Karya Toeti Heraty) Tiada Durja tiada durja, mata menatap ke arah sana, tertuju rapat ke titik harap, cakrawala bulat dimana pusat? keluasan ini kehitaman pekat kiri, ka…
Puisi: 06:30 (Karya Taufiq Ismail) 06:30 Di pusat Harmoni Pada papan adpertensi (Arloji Castell) Tertulis begini: "Dunia Kini Membutuhkan Waktu Yang Tepat" D…
Puisi: Kuminta Hari-Hari Berani Menguakkan Daun Pintu (Karya Rusli Marzuki Saria) Kuminta Hari-Hari Berani Menguakkan Daun Pintu kuminta hari-hari berani menguakkan daun pintu terjang angin kijang lari putih matamu di gua pertapaan…
Puisi: Geometri (Karya Taufiq Ismail) Geometri Dari titik ini Sedang kita tarik garis lurus Ke titik berikutnya Segala komponen Telah jelas. Dalam soal Yang sederhana. 1966…
Puisi: Daun-Daun Jatuh (Karya Sapardi Djoko Damono) Daun-Daun Jatuh Daun-daun jatuh selembar demi selembar kaupun tengah menyaksikannya lewat jendela Mereka semua para tetangga kita, yang selalu…