1966

Puisi: Sungai Mekong (Karya Abdul Latiff Mohidin)

Sungai Mekong (1) Sungai Mekong, kupilih namamu kerna aku begitu sepi kau kubenamkan dadaku ke dasarmu kaki kananku ke bulan kaki kiriku ke matari ka…

Puisi: Perempuan-Perempuan Perkasa (Karya Hartojo Andangdjaja)

Perempuan-Perempuan Perkasa Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka Ke setasiun kereta mereka datan…

Puisi: Karangan Bunga (Karya Taufiq Ismail)

Karangan Bunga Tiga anak kecil Dalam langkah malu-malu Datang ke Salemba Sore itu Ini dari kami bertiga Pita hitam pada karangan…

Puisi: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail)

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain. Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur. …

Puisi: Biarlah Jantra Tetap Berputar (Karya Sapardi Djoko Damono)

Biarlah Jantra Tetap Berputar Apapun yang mesti terjadi, biarlah jantra tetap berputar; tak-lain sebab Engkaulah yang berhak menawarkan baik dan buru…

Puisi: Kata Itu, Suara Itu (Karya Taufiq Ismail)

Kata Itu, Suara Itu Tiga buah panser kavaleri Membayang hitam malam ini Kami sama berjaga. Semua hening Seorang anak empat belas tahun Be…

Puisi: Sebuah Jaket Berlumur Darah (Karya Taufiq Ismail)

Sebuah Jaket Berlumur Darah Sebuah jaket berlumur darah Kami semua telah menatapmu Telah berbagi duka yang agung Dalam kepedihan b…

Puisi: Surat Ini Adalah Sebuah Sajak Terbuka (Karya Taufiq Ismail)

Surat Ini Adalah Sebuah Sajak Terbuka Surat ini adalah sebuah sajak terbuka Ditulis pada sebuah sore yang biasa. Oleh Seorang warganegara bi…

Puisi: Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya (Karya Taufiq Ismail)

Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya "Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali" Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Ana…

Puisi: Doa (Karya Taufiq Ismail)

Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun‐tahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hat…

Puisi: Cicuruk (Karya Sandy Tyas)

Cicuruk hidup yang indah ialah ini hari di mana para lelaki masih sempat mengerti kesetiaan bini di mana para bayi sempat …

Puisi: Mukadimah (Karya Arifin C. Noer)

Mukadimah Puisi-puisi membutuhkan keberanian sebagaimana perempuan-perempuan yang berjuang di ranjang untuk kehadiran anaknya Segala yang kita punyai…
© Sepenuhnya. All rights reserved.