1966

Puisi: Secangkir Teh Panas (Karya Arifin C. Noer)

Secangkir Teh Panas Secangkir teh panas pada suatu senja telah menyempurnakan panorama dalam istirah, setelah lepas dan beban timbunan kerja — Terima…

Puisi: Hati Nurani (Karya Sandy Tyas)

Hati Nurani entah, sudah berapa lama saudara, sudah berapa lama kita senantiasa diam, senantiasa diam terkadang campur aduk pengertian apa ini kebija…

Puisi: Waktu (Karya Daelan Muhammad)

Waktu bagai sejumlah pengantar jenazah waktu berduyun datang berduyun pergi sarat dengan tangis keluh dan kesah yang tiada lagi disadari amboi! lamba…

Puisi: Kidung Akhir Tahun (Karya Slamet Sukirnanto)

Kidung Akhir Tahun Seorang tua jalan sendiri Meninggalkan gerbang duniawi Tak ada yang lain, kecuali pergi Lewat jalan akhir dan sunyi! …

Puisi: Bendera (Karya Taufiq Ismail)

Bendera Mereka yang berpakaian hitam Telah berhenti di sebuah rumah Yang mengibarkan bendera duka Dan mas…

Puisi: Kepada Para Cendekia (Karya Arifin C. Noer)

Kepada Para Cendekia Maafkanlah saya, para cendekia, yang purba ataupun yang baru saja Dunia semenjak didirikan oleh kasih-Nya tak pernah berubah hak…

Puisi: Bendera Laskar (Karya Taufiq Ismail)

Bendera Laskar Kali pertama, di halaman kampus, pagi itu Telah berkibar bendera laskar Berkibar putih bagai…

Puisi: Parangtriris (Karya Yunus Mukri Adi)

Parangtriris Salam padamu laut: Selamat tidur Namun dirimu tak pernah mendengkur Langit dan dadamu bertemu jauh di selatan Seperti aku dan bayang-bay…

Puisi: Harmoni (Karya Taufiq Ismail)

Harmoni Enam barikade telah dipasang Pagi ini Ketika itu langit pucat Di atas Harmoni Senjata dan baju-baju perang Depan kawa…

Puisi: Tiada Durja (Karya Toeti Heraty)

Tiada Durja tiada durja, mata menatap ke arah sana, tertuju rapat ke titik harap, cakrawala bulat dimana pusat? keluasan ini kehitaman pekat kiri, ka…

Puisi: 06:30 (Karya Taufiq Ismail)

06:30 Di pusat Harmoni Pada papan adpertensi (Arloji Castell) Tertulis begini: "Dunia Kini Membutuhkan Waktu Yang Tepat" D…

Puisi: Kuminta Hari-Hari Berani Menguakkan Daun Pintu (Karya Rusli Marzuki Saria)

Kuminta Hari-Hari Berani Menguakkan Daun Pintu kuminta hari-hari berani menguakkan daun pintu terjang angin kijang lari putih matamu di gua pertapaan…

Puisi: Geometri (Karya Taufiq Ismail)

Geometri Dari titik ini Sedang kita tarik garis lurus Ke titik berikutnya Segala komponen Telah jelas. Dalam soal Yang sederhana. 1966…

Puisi: Daun-Daun Jatuh (Karya Sapardi Djoko Damono)

Daun-Daun Jatuh Daun-daun jatuh selembar demi selembar kaupun tengah menyaksikannya lewat jendela Mereka semua para tetangga kita, yang selalu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.