Puisi: Rendez-Vous (Karya Taufiq Ismail) Rendez-Vous Sejarah telah singgah Ke kemah kami Ia menegur sangat ramah Dan mengajak kami pergi "…
Puisi: Pertemuan (Karya Toeti Heraty) Pertemuan inilah pertemuan yang dinanti-nanti akhirnya lupa untuk disadari benda-benda berputar telah berkali kembali …
Puisi: Ibu (Karya D. Zawawi Imron) Ibu Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting hanya mata air air matamu ibu, yang te…
Puisi: Nyanyian Kampung Halaman (Karya D. Zawawi Imron) Nyanyian Kampung Halaman merpati betina, merpati jantan ada dengung, ada sipongang bersabung di awang-awang langit beludru di batang-batang awan pera…
Puisi: Tembang Kasmaran (Karya D. Zawawi Imron) Tembang Kasmaran Sepasang mata mengintai dalam dada timbul prahara sekepul debit, embun dan segala yang menggelora sedap melati inikah cinta, ibuku? …
Puisi: Perempuan-Perempuan Perkasa (Karya Hartojo Andangdjaja) Perempuan-Perempuan Perkasa Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka Ke setasiun kereta mereka datan…
Puisi: Terkenang Kembali (Karya Rusli Marzuki Saria) Terkenang Kembali Seperti Hamlet. Kuda-kuda telutuk mainan masa kanakku Terlantar dari rumah ibutiri yang satu ke rumah ibutiri yang lain Beban nasib…
Puisi: Layang-Layang Milikku (Karya Slamet Sukirnanto) Layang-Layang Milikku Layang-layang milikku, kumanjakan kau Membumbung, di langit biru Di alam raya bersama burung-burung bebas Lihatlah d…
Puisi: Satu saat dalam Sejarah (Karya Ajip Rosidi) Satu saat dalam Sejarah Beginilah kisahnya: Dalam dinding-dinding penjara Terpahat sudah Nama para perwira Yang tak pernah mengalah Yang tak pernah m…
Puisi: Pujangga Anak Peladang (Karya Hijaz Yamani) Pujangga Anak Peladang Suara-suara yang menebar di gunung-gunung begitu menjelujuri suasana yang syahdu dan merindui kegairahan hidup – pada diri-dir…
Puisi: Setiap Kali (Karya Arifin C. Noer) Setiap Kali Setiap kali kuangkat diriku pada puncak perbukitan yang paling tinggi atau pada suatu puncak gedung yang paling tinggi kita selalu berfik…
Puisi: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail) Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain. Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur. …
Puisi: Langgar Purwodiningratan (Karya Arifin C. Noer) Langgar Purwodiningratan Udara sangat lembab basah pada dinding-dindingnya duh, bagai gua yang sunyi di tengah hutan Kemana gerangan perginya? Wahai,…