Puisi: Merah Putih (Karya Slamet Sukirnanto) Merah Putih Merah putih di angkasa Dijaga mentari Dijaga udara Dijaga bunga Dijaga mereka Yang hatinya bersih! Kita membangun sejar…
Puisi: Tikus (Karya Wiji Thukul) Tikus seekor tikus pecah perutnya terburai isinya berhamburan dagingnya seekor tikus mampus dilindas kendaraan tergeletak di tengah jalan kaki dan ek…
Puisi: Di Malioboro (Karya Goenawan Mohamad) Di Malioboro Kepada seseorang yang mengingatkan saya akan Iramani, yang dibunuh di tahun 1965 Saya menemukanmu, tersenyum, acuh tak acuh di…
Puisi: Kemarau (Karya Wiji Thukul) Kemarau Ember kosong gentong melompong baju jemuran seng atap rumah menyilaukan mata Bumi menguap blingsatan anjing kucing…
Puisi: Rindu Emak (Karya Fikar W. Eda) Rindu Emak Angin sepi berayun gelisah antara dua kutub di padang batu dan gerimis lukai perut bumi rin…
Puisi: Ifni (Karya Acep Zamzam Noor) Ifni Ketika lelehan cahaya melumuri sebuah beranda Angin menyelinap di antara kursi-kursi rotan, meja kaca Asbak marmar putih serta dua cangkir teh y…
Puisi: Surat Cinta (Karya Medy Loekito) Surat Cinta Akan kutanam pokok-pokok melati di hatiku dan kuantar bunga-bunganya kepada hatimu. Februari, 1…
Puisi: Romantisme Jarak (Karya Mustafa Ismail) Romantisme Jarak (1) Mestinya kita punya sedikit waktu untuk menceritakan perihal masing-masing angin tak be…
Puisi: Doa Seorang Ibu bagi Anaknya (Karya Diah Hadaning) Doa Seorang Ibu bagi Anaknya (I) Jadikan aku sungai jernih, Tuhan mengalir tenang 'nuju muara tempat anakku menghilir. (II) Jadikan ak…
Puisi: Huh (Karya Zainuddin Tamir Koto) Huh kucoba mengintip kelam dari cahaya lilin sia-sia petir tunggal menggelepar aku bagai debu menerawang angkasa sejuta mata menatap kepadaku yang be…
Puisi: Louvre (Karya Acep Zamzam Noor) Louvre Cahaya remang yang melumuri trotoar berbatu Menyentuh juga tiang-tiang lampu yang berukir indah Sepanjang …
Puisi: Di Antara Batu-Batu (Karya Beni R. Budiman) Di Antara Batu-Batu Dia antara batu-batu lumut menari dalam air kali Ganggang berenang tenang. Dan capung melayang Bersama belalang. Anak-ana…
Puisi: Tujuan Kita Satu Ibu (Karya Wiji Thukul) Tujuan Kita Satu Ibu Kutundukkan kepalaku, bersama rakyatmu yang berkabung bagimu yang bertahan di hutan dan terbunuh di gunung di ti…