Puisi: Malam Pengantin Pesisir Serangan (Karya Wayan Jengki Sunarta) Malam Pengantin Pesisir Serangan setapak jalan bakau kubangan lumpur setinggi betismu kususuri tiba di matamu teduh, pantai biru dan hu…
Puisi: Penyair, yang Lahir di Tanah Air (Karya Dodong Djiwapradja) Penyair, yang Lahir di Tanah Air Inilah aku, Burung unta dari seberang Bulu-bulunya terbuat Dari pantun, sajak dan tembang (Vla…
Puisi: Delapan Windu (Karya Fridolin Ukur) Delapan Windu Pro: Sri! Akhirnya tiba juga di puncak bukit kembara pada usia senja lembut cerah delapan windu, hitungan enam puluh empa…
Puisi: Surat Carok (Karya Wahyu Prasetya) Surat Carok 99 malam kuasah celurit melebihi sorot mata kekasih di tengah peradaban yang dijejalkan sebagai simbol lenturnya lidah kita telah berjanj…
Puisi: Siang dalam Toilet (Karya Wahyu Prasetya) Siang dalam Toilet sebenarnya tak ada yang memaksanya membangun tubuhnya dari toilet umum sampai toilet bergengsi. untuk itulah selalu saja kehidupan…
Puisi: Obituari (Karya Wahyu Prasetya) Obituari menghabiskan seluruh malam hari lampu yang melekat di mata orang ramai sedang di kegelapan, belantara lelaki siapa begitu kecongkakan tiba r…
Puisi: Potret Lelaki Penempuh (Karya Herwan FR) Potret Lelaki Penempuh Gibran mengajarimu bersilaturahmi dengan diri sendiri. Kesetiaan, teka-teki yang selalu tersimpan dalam tubuh. Kata-kata tidak…
Puisi: Hutan Cemara (Karya Wayan Jengki Sunarta) Hutan Cemara hanya ular di rerimbun daun cemara. mendesis pun kabut di hati kita. mendesis "tuangkan desis itu lekas ke dalam hau…
Puisi: Seekor Sarajevo (Karya F. Rahardi) Seekor Sarajevo Seekor lapar seekor dingin seekor gemetar dan sakit seekor mimpi buruk dan luka-luka seekor berdarah dia ingin sekali ma…
Puisi: Di Jimbaran Aku Mengenangmu (Karya Wayan Jengki Sunarta) Di Jimbaran Aku Mengenangmu mengenangmu laut hasrat akan paras bulan namun hanya pendaran lampu lampu restoran merambati mimpi …