1998

Puisi: VOC (Karya Taufiq Ismail)

VOC Melintas di Rijswijk dalam lompatan kuantum serasa Siapa bila yang menetapkan nama rentang ini Djalan Segara Dalam lalu lintas antara s…

Puisi: Jembatan (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Jembatan Sedalam-dalam sajak takkan mampu menampung airmata bangsa. Kata-kata telah lama terperangkap dalam basa-basi dalam ewuh pekewuh dalam isyara…

Puisi: Dan Bermimpi Kembali (Karya Leon Agusta)

Dan Bermimpi Kembali Sungguh sayang, kau bilang tak berani lagi bermimpi melihat pantai, menghitung bintang-bintang sambil berkejaran denga…

Puisi: Pertanyaan Penting (Karya W.S. Rendra)

Pertanyaan Penting (Kenapa kamu bunuh Marsinah?) Indonesia indah melimpah. Di samping sumur pohon jambu berkembang. Di laut ikan…

Puisi: Cinta Rupiah (Karya Taufiq Ismail)

Cinta Rupiah Sesuatu paling jahil malam ini aku simak sebagai perintah Yaitu perintah agar rakyat mencintai rupiah Buru-buru aku ke kamar mandi mence…

Puisi: Gagak (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Gagak burung gagak mematuki kabel dalam tengkorakku memutus listrik dalam otakku burung gagak berparuh tajam menusuki benakku sampai padam lampu jiwa…

Puisi: Fiktif (Karya Taufiq Ismail)

Fiktif Kata fiktif masuk ke dalam kertas cetak biru lalu menyelami kerangka besi beton stadion olahraga kota-ma…

Puisi: Bayi Lahir Bulan Mei 1998 (Karya Taufiq Ismail)

Bayi Lahir Bulan Mei 1998 Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga Suaranya keras, menangis berhiba‐hiba Begitu lahir ditating tan…

Puisi: Mega Mendung (Karya Slamet Sukirnanto)

Mega Mendung Kabut putih Di ujung bukit Ada yang tampak Betapa alit Tak ada burung Terbang di langit Tak ada layang-layang Terban…

Puisi: Doa Orang Kubangan (Karya Taufiq Ismail)

Doa Orang Kubangan Di hilir pemandian masih saja Kau sediakan logam mulia sebagai pancuran dan bejana platina bergagang emas tempat kam…

Puisi: Rumah-Rumah Cinta (Karya Eka Budianta)

Rumah Cinta (1) Laut tak dapat dikubur Tak dapat dilupakan Ia boleh ditinggalkan Tapi berdebur dalam dada Di luar, semua sandiwara Pada…

Puisi: Syair Empat Kartu di Tangan (Karya Taufiq Ismail)

Syair Empat Kartu di Tangan Ini bicara blak‐blakan saja, bang Buka kartu tampak tampang Sehingga semua jelas membayang Monolo…
© Sepenuhnya. All rights reserved.