1998

Puisi: Taman Seroja (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Taman Seroja sejauh itu kau tabur beribu cahaya yang bagai kunangkunang menyeret diri selarut malam saat kami menuju kedamaianmu jan…

Puisi: Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis (Karya Taufiq Ismail)

Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis, Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Masa Penjajahan Baru, Kata Si Toni Kami generasi yang sanga…

Puisi: Negeri Sawah yang Lelah (Karya Toto ST Radik)

Negeri Sawah yang Lelah Negeri sawah yang lelah terlipat dalam buku sejarah di atas sprei yang berdarah tanpa mempelai Tubuh perawannya…

Puisi: Terlahir Kembali (Karya Diah Hadaning)

Terlahir Kembali Aku pematung kehilangan pethel tak bisa lagi membuat keindahan awali pengembaraan panjang mencari kayu buat hulu mencar…

Puisi: Agustus dalam Elegi (Karya Diah Hadaning)

Agustus dalam Elegi Seorang perempuan dengan bendera di pangkuan terus menulis kata di udara dengan jemari mulai gemetaran. Aku waktu …

Puisi: Sunyi (Karya Dianing Widya Yudhistira)

Sunyi Aku tak pernah belajar takut dan ragu Hadirnya memintalku dalam gelisah Darahku resah Lidahku gagu Inikah keterbatasan Bergolak bagai garis mal…

Puisi: Cermin (Karya Dianing Widya Yudhistira)

Cermin Memandang langit Hati damai Nikmati zikir bintang-bintang Serta sujud rembulan Mengingat dosa Hati ngungun Sesali keangkuhan Serta kealpaan En…

Puisi: Seperti Pengakuan (Karya Agus R. Sarjono)

Seperti Pengakuan Di negeri kami semua berdebu selalu seperti kenangan atau sejarah. Pada sebuah pagi atau …

Puisi: Di Subuh Menjelang Fajar Memijar (Karya A. Rahim Eltara)

Di Subuh Menjelang Fajar Memijar Di subuh menjelang fajar memijar Aku menggigil sepi Aku memanggil nama-Mu Aku meraba selimut kasih-Mu …

Puisi: Siapa Menyimpan Sekuntum Bunga (Karya Handrawan Nadesul)

Siapa Menyimpan Sekuntum Bunga untuk Kita Nanti? Berkeranjang-keranjang bunga Mekar di benak orang-orang yang kakinya masih tulus berjalan Di kegelap…

Puisi: Gurindam (Karya Taufiq Ismail)

Gurindam Satu Secoret parafku memancarkan komisi seratus juta Bertahun-tahun begitu sampai mataku buta. Gurindam Satu Setengah Harimau mat…
© Sepenuhnya. All rights reserved.