Aceh masih belum baik-baik saja.

1998

Puisi: Iklan Wisata Sebuah Biro Perjalanan (Karya Agus R. Sarjono)

Iklan Wisata Sebuah Biro Perjalanan Jika Anda datang ke Indonesia, jangan lupa datang ke Aceh. Negeri tua yang tabah, tajam rencongnya bikin …

Puisi: Pasar Minggu, Mei 1998 (Karya Rayani Sriwidodo)

Pasar Minggu, Mei 1998 Lewat jendela kamar kulihat Pasar Minggu limbung tercekik asap membubung Aku baru keluar dari BNI jalanan mirip tali nilon, te…

Puisi: Malam Kesatu (Karya Iyut Fitra)

Malam Kesatu seperti bulan yang lalu melintas tak terdekap kutulis lagi cerita yang sama: kita dua angsa putih gamang berlayar menabuhkan kelahiran m…

Puisi: Masih Untukmu (Karya Eka Budianta)

Masih Untukmu Aku masih harus bersajak Tentang rakyat kecil di desa-desa Yang tak peduli siapa presidennya Yang mendamba cukup makan Dan sandang seha…

Puisi: Pernyataan Cinta (Karya Acep Zamzam Noor)

Pernyataan Cinta Kau yang diselubungi asap Kau yang mengendap seperti candu Kau yang bersenandung dari balik penjara Tanganmu buntung kare…

Puisi: Catatan Nopember di Jalan Depan Senayan (Karya Diah Hadaning)

Catatan Nopember di Jalan Depan Senayan Hujan Nopember membasah kota nafas-nafas panaskan udara jiwa terpasung berwindu-windu hasrat mencari…

Puisi: Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia (Karya W.S. Rendra)

Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja. Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan. …

Puisi: Ode buat Mahasiswa (Karya Juniarso Ridwan)

Ode buat Mahasiswa dari bangku-bangku kuliah, dari ruang-ruang perpustakaan, dari halaman-halaman kampus : telah terbit suara kebenaran langit pun me…

Puisi: Ketika Sebuah Kapal Hendak Bertolak (Karya Slamet Sukirnanto)

Ketika Sebuah Kapal Hendak Bertolak Ketika sebuah kapal hendak bertolak Ternyata pelabuhan ini sudah renta Menghidangkan gerimis senja sediki…

Puisi: Semanggi (Karya Ahda Imran)

Semanggi Meminjam tubuhmu dari jalanan penuh tentara dan mahasiswa: Aku penari dengan kening yang retak. Ranting angin tumbuh dan menjulur…

Puisi: Di Sawah-Sawah Tuhan (Karya Eka Budianta)

Di Sawah-Sawah Tuhan Di sawah-sawah Tuhan, kunang-kunang berhenti menari Mata air menangis siang dan malam Burung-burung selalu berdoa Dan aku tumbuh…
© Sepenuhnya. All rights reserved.