Puisi: Demokrasi Dunia Ketiga (Karya Agus R. Sarjono) Demokrasi Dunia Ketiga Kalian harus demokratis. Baik, tapi jauhkan tinju yang kau kepalkan itu dari pelipisku bukankah engkau… Tutup mulut! …
Puisi: Naga (Karya Arif Bagus Prasetyo) Naga Terbang. Terkam aku dalam igaumu! Naga: seringan taklimat perang, bergulung sepanjang petang, denting logam hari-hari yang bertarun…
Puisi: Setiap Terjaga (Karya Gus tf) Setiap Terjaga Setiap terjaga, ia berkata, "Celaka, kenapa aku terbangun di tubuh yang sama?" Tapi tidak. Setiap tidur, …
Puisi: Orang Hilang Ada Orang Pecah (Karya Afrizal Malna) Orang Hilang Ada Orang Pecah Ada orang hilang. Tapi ada orang pecah juga. Presiden yang telah membunuh demokrasi, jatuh. Tangan dan lehernya mengelua…
Puisi: Kami Terpaksa Mengkafani Harapan (Karya Rachmat Djoko Pradopo) Kami Terpaksa Mengkafani Harapan Kami terpaksa kini mengkafani harapan karena angin pun mogok makan dan kemudian menjadi mayat t…
Puisi: Semanggi (Karya Ahda Imran) Semanggi Meminjam tubuhmu dari jalanan penuh tentara dan mahasiswa: Aku penari dengan kening yang retak. Ranting angin tumbuh dan menjulur…
Puisi: Tertegun (Karya Mustofa Bisri) Tertegun Tertegun dalam kelabu langitku aku mencoba membayangkan mentari di balik gemawan yang sejak lama tak menyinari rumah-rumah kalbu Tertegun da…
Puisi: Siak (Karya Slamet Sukirnanto) Siak Kayuh sampan-sampan mimpi Ke dalam ceruk luka Menggores tepi Pekanbaru, Maret 1998 Sumber: Gergaji (2001) Analisis Puisi: Tema utam…
Puisi: Banaspati (Karya Arif Bagus Prasetyo) Banaspati Bangsat. Kau jahanam yang tersengat sungut api. Bersama zindik dan babi-babi kau berderak kau menari dalam darah. Menyelisik garis pered…
Puisi: Sajak Orang Kepanasan (Karya W.S. Rendra) Sajak Orang Kepanasan Karena kami makan akar dan terigu menumpuk di gudangmu. Karena kami hidup berhimpitan dan ruangmu berlebihan mak…
Puisi: Dharma Wanita (Karya Taufiq Ismail) Dharma Wanita Karena sayang pada Ibu-ibu Dharma Wanita Maka ini saran saya Bubarkanlah Dharma Wanita Mari kita buka sebuah rahasia Bahwa sudah sangat…
Puisi: Suatu Ketika (Karya Roeswardiyatmo) Suatu Ketika di lorong kumuh sudut sebuah kota, suatu ketika AKU lepas sepotong roti dan semangkuk sup macaroni bocah-bocah jalanan mengacungkan jari…
Puisi: Kami Tahu Asal Jadi Kau (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Kami Tahu Asal Jadi Kau asal sebab kembali sebab asal tanah pulang ke tanah asal darah ke mula darah asal tahu muasal tahu kami tahu asal jadi kau ka…