2009

Puisi: Berkunjung ke Kotamu (Karya Husnul Khuluqi)

Berkunjung ke Kotamu -mengenang alm. Moh. Wan Anwar masih seperti dulu kotamu debu-debu terbaring di tepi jalan kemarau tak lelah menancapkan kuku…

Puisi: Gerimis di Lain Senja (Karya Rahmatiah)

Gerimis di Lain Senja Setelah ini Mungkin kita akan kembali pulang ke tubuh masing-masing engkau menjadi hujan dan aku akan kembali menjadi angin Sem…

Puisi: Hitam (Karya Nersalya Renata)

Hitam aku tak tahu apa yang salah dengan kulitku yang hitam hitam membuatku ingin lenyap tiap kali acara arisan keluarga, a…

Puisi: Setiap Tengah Malam (Karya Nirwan Dewanto)

Setiap Tengah Malam Setiap tengah malam, bunyi serunai kereta api pengangkut batu-bara Mendesak gendang telinganya. Tengah malam ketika ia mer…

Puisi: Ziarah Tanah Jawa (Karya Iman Budhi Santosa)

Ziarah Tanah Jawa Tinggal satu jalan yang ditunjukkan kota-kota berdebu pada usia enam satu. "Kembalilah ke Jawa..." menyusuri jejak ingas …

Puisi: Ladang Cinta Putih (Karya Anjani Kanastren)

Ladang Cinta Putih Ibu Ketika aku beranjak remaja Aku tahu engkaulah sahabat dalam khayalku Kupunya ruang berandai-andai di sana Ibu da…

Puisi: Pagi (Karya Avianti Armand)

Pagi ( 1 ) Pagi ini uap putih yang mengepul dari ceret lari keluar lewat jendela yang mengantuk lalu hilang terseret angin; aro…

Puisi: Kiblat (Karya Mario F. Lawi)

Kiblat Engkaukah keabadian itu Yang selalu kami dalami Dengan sunyi dan doa? Engkaukah suara itu Yang sedang kami telusuri Lewat daras mazmur dan kit…

Puisi: Perahu (Karya Mario F. Lawi)

Perahu Sehelai rambutmu sekejap menjelma badai Yang anggun menggulung sisa pelayaranku. Umpamakanlah doaku berkisar pada arah Ke mana kompas gelisah …

Puisi: Untuk Palestina (Karya Mario F. Lawi)

Untuk Palestina Tak terhitung lagi banyaknya doa yang berguguran. Juga air mata di antara puing-puing reruntuhan. Para wanita berdoa, semoga hari ini…

Puisi: Litani (Karya Mario F. Lawi)

Litani Engkaulah pengelana paling memukau. Muka bumiku gersang. Takjub yang panjang. Kutarik garis ke arah lehermu yang jenjang. Embun-embun luruh me…

Puisi: Seekor Cicak di Dinding (Karya Kurniawan Junaedhie)

Seekor Cicak di Dinding Seekor cicak merayap di dinding. Siapa namamu? Singa? Macan? Ah, aku hanya seekor buaya kecil yang kerjanya merayap di d…

Puisi: Tak Ada yang Hilang (Karya Kurniawan Junaedhie)

Tak Ada yang Hilang ( mengenang 14 tahun ditinggal ibunda ) Tanpa sayap, ibu terbang ke angkasa. Hati, jantung…
© Sepenuhnya. All rights reserved.