2010

Puisi: Bulan dan Kenangan (Karya Mahdi Idris)

Bulan dan Kenangan Bulan masih mengintip di jendela angin menebar senyum pada lelembar gordin menyibak, membuka cakrawala sejauh ka…

Puisi: Kopi Luwak (Karya Nirwan Dewanto)

Kopi Luwak Dari biji-biji mata yang baru saja lepas dari perut Bimasakti kusadap airmata paling hitam barangkali juga paling suci. Minumlah. Lekaslah…

Puisi: Jika Ibu telah Pergi (Karya Mahdi Idris)

Jika Ibu telah Pergi Jika ibu pergi terlalu pagi membawa sejumpit ingatan mimpi di mana kau tanam kayu merindangi tubuhnya yang terbaka…

Puisi: Rona Perempuan (Karya Shinta Miranda)

Rona Perempuan : Komako – Tetirahnya Seorang Geisha Menuruni bukit kecil berselimut salju Ketika temaram petang memudar putihnya Bagai   kaki  burung…

Puisi: Metamorfosis (Karya Dimas Arika Mihardja)

Metamorfosis Kubawa buku, tapi bukan wahyu wajah waktu terlukis sebagai grafiti pada dinding imaji Serupa burung, aku merenung orang-or…

Puisi: Wajah Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Wajah Ibu Pepohon rindang daun adalah engkau, ibu tak lelah mengairi dan mengalirkan embun di musim kemarau engkaulah, wajah yang bu…

Puisi: Sajak Parodi Indonesia (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Sajak Parodi Indonesia (1) Aku (Rujukan: Aku ) Kalau belum habis waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan mengganggu Tidak juga kau Tak perl…

Puisi: Gandari (Karya Goenawan Mohamad)

Gandari Rekaman lima hari sebelum ibu para Kurawa itu membalut matanya dengan sehelai kain hitam, mendampingi suaminya, raja buta itu, sampai kela…

Puisi: Sujud Petani Lereng Merapi (Karya Iman Budhi Santosa)

Sujud Petani Lereng Merapi Hampir tengah hari kembali ia menapakkan kaki di lereng Merapi . Daun pohon mengering rumah tinggal puing. Di mana-mana is…
© Sepenuhnya. All rights reserved.