Puisi: Kangen (Karya Gunoto Saparie) Kangen rinduku api dalam sekam mungkin abadi, tak juga padam betapa jauh kau tak tergapai puisi-puisi pun terserak sunyi rinduku api dalam sekam mung…
Puisi: Sepucuk Surat yang Kukirim Kepada Tuhan (Karya Rahmatiah) Sepucuk Surat yang Kukirim Kepada Tuhan Dua tahun sejak kau kirimkan rindu Menjadi kunang-kunang yang berpijar menghuni pohon-pohon di ke…
Puisi: Ada yang Lebih Tabah dari Hujan Bulan Juni (Karya Agus Noor) Ada yang Lebih Tabah dari Hujan Bulan Juni (: SDD ) Ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni , ialah ia, yang t…
Puisi: Lelucon Menjelang Kematian (Karya Agus Noor) Lelucon Menjelang Kematian (: Gus Dur) 1/ Aku ingin mendengar leluconmu, sebelum mati. Engkau pun bercerita per…
Puisi: Kisah Pulang (Karya Ook Nugroho) Kisah Pulang Mereka terus membangun Semakin banyak rumah dan gedung Juga gudang, lorong-lorong dan guha Rahasia, tapi tambah tak yakin Musti pulang k…
Puisi: Stasiun Tugu (Karya Susy Ayu) Stasiun Tugu (1) di peron lidahmu kelu sebab telah salah kau tulis pidato penyambutan untuk sesuatu yang menjadi keberangkatanmu sendiri Stasiun Tugu…
Puisi: Ziarah Rindu (Karya Ulfatin Ch.) Ziarah Rindu Di tanahmu, ibu. Aku pulang membuka catatan lama tentang rindu dan harapan Di tanahmu, ibu. Hujan kupatahkan agar derainya tak berujung …
Puisi: Kunang-Kunang (Karya Joko Pinurbo) Kunang-Kunang Ketika kecil ia sering diajak ayahnya bergadang di bawah pohon cemara di atas bukit. Ayahnya senang sekali menggendongnya meny…
Puisi: Aubade (Karya Agus Noor) Aubade (Untuk M) Pagi ialah tangan yang terulur santun, ke dalam hatimu. Dibukakannya pintu kebaikan dan keselama…
Puisi: Iklan Kulkas (Karya Kurniawan Junaedhie) Iklan Kulkas Hidup dalam kulkas, menyegarkan. Persis seperti bunyi iklannya: to be cool . Aku bisa bercengkerama bersama daging, ikan segar, b…
Puisi: Lukisan (Karya Fitri Yani) Lukisan saat kamu dan dia bersatu, benda-benda di sekitarmu seketika akan berada dalam lukisan seorang perenung yang senantiasa bersaksi dan…