Puisi: Ziarah Rindu (Karya Ulfatin Ch.) Ziarah Rindu Di tanahmu, ibu. Aku pulang membuka catatan lama tentang rindu dan harapan Di tanahmu, ibu. Hujan kupatahkan agar derainya tak berujung …
Puisi: Kunang-Kunang (Karya Joko Pinurbo) Kunang-Kunang Ketika kecil ia sering diajak ayahnya bergadang di bawah pohon cemara di atas bukit. Ayahnya senang sekali menggendongnya meny…
Puisi: Iklan Kulkas (Karya Kurniawan Junaedhie) Iklan Kulkas Hidup dalam kulkas, menyegarkan. Persis seperti bunyi iklannya: to be cool . Aku bisa bercengkerama bersama daging, ikan segar, b…
Puisi: Lukisan (Karya Fitri Yani) Lukisan saat kamu dan dia bersatu, benda-benda di sekitarmu seketika akan berada dalam lukisan seorang perenung yang senantiasa bersaksi dan…
Puisi: Malaikat Berbaris Menyambutku (Karya Syamsu Indra Usman) Malaikat Berbaris Menyambutku Malaikat berbaris menyambut Kedatanganku Di tengah para pelayat yang berkerumun Dan …
Puisi: Teteskan Sedikit Saja Airmata Kita (Karya Nurdin F. Joes) Teteskan Sedikit Saja Airmata Kita Teteskan sedikit saja airmata kita Masih banyak saudara kita, pedih menderita Ada yang belum makan pagi …
Puisi: Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu (Karya Susy Ayu) Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu di muara Jeneberang ku menunggu sebelum kangen mengutukku menjadi batu-batu Sombaopu yang kau susun un…
Puisi: Di Sisi Jalan Sawojajar (Karya Shinta Miranda) Di Sisi Jalan Sawojajar : Miriam Berdiri di sisi jalan Sawojajar tanpa trotoar lagi Pohon kenari telah tua dan tinggal sedikit lagi Masih ada wangi j…
Puisi: Rahasia Cinta (Karya Ahmadun Yosi Herfanda) Rahasia Cinta Rahasia cinta ada pada bunga yang tak pernah ingkar Memekarkan dirinya demi kupu-kupu Yang membutuhkan madu untuk menitikkan s…
Puisi: Telepon (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Telepon Aku selalu menelepon-Mu langsung terhubung tanpa nada tunggu dengan sinyal jernih sepanjang waktu t…
Puisi: Aku dan Kataku (Karya Rini Intama) Aku dan Kataku Aku dan kata mencintaimu, menyelinap di antara syair-syair mengalir bersama butir-butir pasir laut, bukankah sama seperti ketika men…
Puisi: Dalam Kemah (Karya Goenawan Mohamad) Dalam Kemah Sudah sejak awal kita berterus terang dengan sebuah teori: cinta adalah potongan-potongan pendek interupsi – lima menit, tujuh…
Puisi: Malam Minggu (Karya Joko Pinurbo) Malam Minggu Malam minggu, malam para jomblo, malam para penunggu. Pengembara muda duduk gelisah di ber…