Puisi: Bulan dan Kenangan (Karya Mahdi Idris) Bulan dan Kenangan Bulan masih mengintip di jendela angin menebar senyum pada lelembar gordin menyibak, membuka cakrawala sejauh ka…
Puisi: Kopi Luwak (Karya Nirwan Dewanto) Kopi Luwak Dari biji-biji mata yang baru saja lepas dari perut Bimasakti kusadap airmata paling hitam barangkali juga paling suci. Minumlah. Lekaslah…
Puisi: Jika Ibu telah Pergi (Karya Mahdi Idris) Jika Ibu telah Pergi Jika ibu pergi terlalu pagi membawa sejumpit ingatan mimpi di mana kau tanam kayu merindangi tubuhnya yang terbaka…
Puisi: Rona Perempuan (Karya Shinta Miranda) Rona Perempuan : Komako – Tetirahnya Seorang Geisha Menuruni bukit kecil berselimut salju Ketika temaram petang memudar putihnya Bagai kaki burung…
Puisi: Metamorfosis (Karya Dimas Arika Mihardja) Metamorfosis Kubawa buku, tapi bukan wahyu wajah waktu terlukis sebagai grafiti pada dinding imaji Serupa burung, aku merenung orang-or…
Puisi: Wajah Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja) Wajah Ibu Pepohon rindang daun adalah engkau, ibu tak lelah mengairi dan mengalirkan embun di musim kemarau engkaulah, wajah yang bu…
Puisi: Sajak Parodi Indonesia (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi) Sajak Parodi Indonesia (1) Aku (Rujukan: Aku ) Kalau belum habis waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan mengganggu Tidak juga kau Tak perl…
Puisi: Gandari (Karya Goenawan Mohamad) Gandari Rekaman lima hari sebelum ibu para Kurawa itu membalut matanya dengan sehelai kain hitam, mendampingi suaminya, raja buta itu, sampai kela…
Puisi: Sujud Petani Lereng Merapi (Karya Iman Budhi Santosa) Sujud Petani Lereng Merapi Hampir tengah hari kembali ia menapakkan kaki di lereng Merapi . Daun pohon mengering rumah tinggal puing. Di mana-mana is…