Puisi: Akulah yang Kalah (Karya Husin Dunggio) Akulah yang Kalah Dalam heningnya malam yang menghanyutkanku di samudra kesendirian, hingga terperangkap di pusaran hati yang sepi menenggelamkanku k…
Puisi: Sekata Maaf yang Terlalu Enggan untuk Terucap (Karya WS Handayani) Sekata Maaf yang Terlalu Enggan untuk Terucap ada luka di ujung bibir yang tak pernah sempat diikat kata menjadi maaf yang lepas dari jemari angin te…
Puisi: Drama Merayu Kemurkaan (Karya Amanda Amalia Putri) Drama Merayu Kemurkaan Jangan sampai membangunkan singa yang sedang tertidur pulas Perempuan buruk akan menghancurkan semua kepemilikanmu Menjaga sia…
Puisi: Hancur Sudah (Karya Ehfrem Vyzty) Hancur Sudah Hancur sudah Damai secepat ini pergi Yang tertinggal di hati kecil ini Hanyalah marah menyala-nyala Di ruang gelap itu Kunang-kunang dit…
Puisi: Maraknya Korupsi di Negeri Ini (Karya Zainol Akbar) Maraknya Korupsi di Negeri Ini maraknya korupsi di negeri ini, seperti angin tak bisa dihalau meraja-lela tanpa ampun merayap dalam sistem merusak im…
Puisi: Jangan Risaukan Aku (Karya Yanti Harbi) Jangan Risaukan Aku jangan risaukan aku… karena aku terbiasa membenamkan wajah di lipatan tangan di atas lutut Jangan risaukan aku… Karena aku terbi…
Puisi: Takengon (Karya A. Munandar) Takengon Itulah kita di antara dosa-dosa tersamar dalam desahan cuaca Aku tak punya pilihan lain selain mencintaimu Sungguh, tak seperti kota-kota la…
Puisi: Ikhtiar (Karya Riyanto) Ikhtiar Dulu... Antara Munjul dan Johar Grande Terbaru... Antara Harjamukti dan Johar Grande Tetap setia menemanimu Tetap seia sekata denganmu Walau…
Puisi: Ra Mahfudz (Karya Moh. Ghufron Cholid) Ra Mahfudz Badai PILKADA telah berlalu Ada badai yang lebih kencang Merawat amanah jiwa-jiwa tersayang Semoga tak tumbang Tetap sepanjang sajadah pan…
Puisi: Lorong Waktu (Karya Riyanto) Lorong Waktu Di kursi kayu kududuk menyendiri Nanar mataku sangat dalam Tatapan mata kosong penuh arti Menerobos lorong waktu yang silam Banyak kisah…
Puisi: Setelah Wafatmu, Pejuang (Karya Moh. Ghufron Cholid) Setelah Wafatmu, Pejuang : Nyai Hj Makkiyah Hujan turun Sampaikan salam perpisahan Sedang langit tak lagi sungkan Menggambar kepedihan Atas kepergia…
Puisi: Pembeli dan Tukang Gorengan (Karya Riyanto) Pembeli dan Tukang Gorengan Ketika tahu goreng tidak tersedia Tertinggal di rumah tak sengaja Keikhlasan tukang gorengan kembali jua Dan keikhlasan p…
Puisi: Hari Terang (Karya Irma Afiani) Hari Terang Bogor Kota Hujan Kamu kerap kali bertanya Hujankah hari ini? Padahal matahari bersinar terik Kamu seakan muram Rindu akan mendung Dunia s…
Puisi: Rabu yang Menyatukan (Karya Lalik Kongkar) Rabu yang Menyatukan Rabu menyatukan senja, jalan kota basah, dan secangkir kopi dalam sajak biru untuk kita nikmati Rabu pertama di bulan April, sek…