Puisi: Aliran Hitam Memasang Peringatan (Karya Amanda Amalia Putri) Aliran Hitam Memasang Peringatan Sel darah putih membekukan sumsum tulang Bambu runcing menusuk sepasang bola mata yang berkedip-kedip Tabung gas dip…
Puisi: Cara Kenangan Menyuburkan Rindu dalam Diri pada Kita (Karya Ehfrem Vyzty) Cara Kenangan Menyuburkan Rindu Dalam Diri pada Kita : kepada kawan seangkatan Setelah kita lekas melepas pisah Hangat tawamu masih saja menyengati h…
Puisi: Jangan Risaukan Aku (Karya Yanti Harbi) Jangan Risaukan Aku jangan risaukan aku… karena aku terbiasa membenamkan wajah di lipatan tangan di atas lutut Jangan risaukan aku… Karena aku terbi…
Puisi: Selembar Daun Kering (Karya Gunoto Saparie) Selembar Daun Kering selembar daun kering itu yang jatuh ke bumi basah arti dan maknanya apakah? tak kudengar kata-kata bijakmu selembar daun kering …
Puisi: Apa yang Bisa Aku Perbuat (Karya Zainol Akbar) Apa yang Bisa Aku Perbuat apa yang bisa aku perbuat pada sekujur tubuh yang telah kaku meratap pun tak mengembalikan saat semula berbagi jenaka. apak…
Puisi: Demi Tuhan (Karya Ehfrem Vyzty) Demi Tuhan Demi Tuhan Aku sudah bertahun-tahun menjelma dendam tak terlampiaskan pada kenangan-kenangan Aku bersedia menjadi luka yang sewaktu-waktu …
Puisi: Topeng yang Terkubur (Karya Elle Geraldine) Topeng yang Terkubur lihat aku dunia! setiap hari kukenakan bola mata yang mengguncang langit dan lautan yang meronce kenangan senyum yang bisu menyi…
Puisi: Sepenggal Rindu (Karya Ristiana Wang) Sepenggal Rindu Tak banyak yang kutahu tentangmu Tak banyak waktu yang kulalui bersamamu Namun kini ketika kau t'lah berlalu Tak mampu 'ku me…
Puisi: Sudut dalam Selimut (Karya Raden Siti Raihanah Ambarsari) Sudut dalam Selimut Pintu dibuka Deru tangis mulai menyapa Masanya telah tiba Yang tenggelam dalam sudut kematian 2024 Analisis Puisi : Puisi "S…
Puisi: Akankah Kita Seperti Ini (Karya Ehfrem Vyzty) Akankah Kita Seperti Ini Sungguh luar biasa Awal tahun sudah kehilangan arah Belum apa-apa Kita sudah disekat oleh jarak Realita berbicara tanpa nad…
Puisi: Sajadah Rindu (Karya Firman Fadilah) Sajadah Rindu Di atas sajadah yang lembut terbentang Terpatri rindu yang mengalir dalam kenang Seperti butiran embun di pagi yang begitu sejuk Rindu …
Puisi: Metamorfosis Doa-Doa Masa Kecilmu Itu (Karya Ehfrem Vyzty) Metamorfosis Doa-Doa Masa Kecilmu Itu Sudah tengah malam Jam dinding telah tanggal seperti biasanya Waktu tinggal menjelma tunggal tak terduga Doa-d…
Puisi: Doa yang Tak Usang (Karya Citradna) Doa yang Tak Usang Hampir tiga ratus bulan Doa ibu tiada bandingan Ia menyertai anak-anaknya Menyelami waktu pagi dan malam Usia hanya tinggal angka…
Puisi: Sekarang Kau Semestinya Mengerti (Karya Ehfrem Vyzty) Sekarang Kau Semestinya Mengerti Semakin hari semakin kita menepi pada duri-duri Detak sunyi seperti mengamini selesai tambah miris "Aku lebih m…