Puisi: Mata Hitam (Karya W.S. Rendra) Mata Hitam Dua mata hitam adalah matahari yang biru dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu. Rindu bukanlah milik perempuan melulu …
Puisi: Kangen (Karya Gunoto Saparie) Kangen rinduku api dalam sekam mungkin abadi, tak juga padam betapa jauh kau tak tergapai puisi-puisi pun terserak sunyi rinduku api dalam sekam mung…
Puisi: Dongeng Nenek Sebelum Tidur (Karya Gunoto Saparie) Dongeng Nenek Sebelum Tidur dongeng nenek sebelum tidur di masa-masa kanakku kini makin mengabur karena bahasa dan jarak waktu namun aku ingat nama s…
Puisi: Pada Sebuah Kota Lama (Karya Gunoto Saparie) Pada Sebuah Kota Lama pada sebuah kota lama kutemukan duka ada rasa cemas akan kehilangan ada jejak-jejak yang masih membekas ketika riwayat membeku …
Puisi: Mengapa Dibiarkan Daku Bercinta (Karya A. Damhoeri) Mengapa Dibiarkan Daku Bercinta Mengapa dibiarkan Paku merata, Tunduk dibuluh Melingkar betung. Mengapa dibiarkan Daku bercinta, Duduk mengeluh menya…
Puisi: Restu (Karya Gunoto Saparie) Restu mohon doa restu aku benar-benar pergi mungkin tak bisa kembali jam-jam hanya berdetak jemu bukan karena alpa aku benar-benar berjalan namun tak…
Puisi: Alun-Alun Asal Kelakon (Karya Sam Haidy) Alun-Alun (Asal Kelakon) Dua pergumulan singkat Dan aku pun terjerat! Di batik kepalamu aku tersungkur Di pelik pesonamu aku terbujur. …
Puisi: Horison (Karya Gunoto Saparie) Horison horison sayup di kejauhan hanya sepanjang garis alit pertemuan laut dan langit batas antara kenyataan dan impian horison tak pernah teraba o…
Puisi: Sajak Membaca Buku (Karya Bambang Supranoto) Sajak Membaca Buku Selalu bisa kutemukan lembar rahasia baru Yang dibisikkan huruf-huruf halaman buku Ingin bisa kunikmati kata-kata yang bermakna Ag…
Puisi: Siul Penggembala (Karya Gunoto Saparie) Siul Penggembala siul seorang bocah penggembala terdengar rawan sore itu terasa sendu terbawa udara ada rasa kingkin bikin galau sebentar lagi matah…
Puisi: Sekuntum Kembang di Balik Pagar (Karya A. Damhoeri) Sekuntum Kembang di Balik Pagar Ingin daku hendak memetik, Kembang sekuntum di balik pagar; "Jangan dijemba!" Suara menghardik, "Ta…
Puisi: Wajah Hukum di Negeri Ini (Karya Sam Haidy) Wajah Hukum di Negeri Ini Korban dikeroyok Pelaku dilindungi tembok Keadilan terkapar Diinjak-injak kumpul…