Puisi 2 Bait

Puisi: Misalnya Kau Hawa (Karya Gunoto Saparie)

Misalnya Kau Hawa tak sengaja kusebut namamu saat kita bersua di sebuah taman namun apel tak mengenyangkanku dosa bisa merampas kebahagiaan misalnya …

Puisi: Hari Esok (Karya Linus Suryadi AG)

Hari Esok Akan kudukung hari-hari esokmu Dengan wajah sebagaimana semula Letih lesu kini tengah mengabu Da…

Puisi: Kwatrin tentang Sebuah Poci (Karya Goenawan Mohamad)

Kwatrin tentang Sebuah Poci Pada keramik tanpa nama itu kulihat kembali wajahmu Mataku belum tolol, ternyata untuk sesuatu yang tak ada.…

Puisi: Yell (Karya Taufiq Ismail)

Yell Tiga truk terbuka Lewat depan rumah Mereka menyanyi gembira "Buat Apa Sekolah" Tas buk…

Puisi: Sajak untuk Bungbung (Karya Goenawan Mohamad)

Sajak untuk Bungbung Tiap tengah malam hujan mendarat pada atap anak yang mimpi Tentang seorang pilot, tanpa pesawat di atas sawah dan pag…

Puisi: Angin Kecil (Karya Faisal Ismail)

Angin Kecil ada suaramu bertingkah irama selembut cahaya, selembut cinta berbisik rahasia, berbisik bahagia membelai-belai rambutmu ketika senja lang…

Puisi: Kapal-Kapal Kecil (Karya Surachman R.M.)

Kapal-Kapal Kecil Kapal-kapal kecil di telaga itu Dibiarkan mimpi di pangkalannya sendiri Sedang keteduhan taman menunggumu Sejak pagihari Habislah a…

Puisi: Jangan Lagi Engkau Berdiri (Karya Goenawan Mohamad)

Jangan Lagi Engkau Berdiri Jangan lagi Engkau berdiri di jendela-jendela sunyi dan kelam kali Jangan lagi Engkau tak mengerti sajak apakah…

Puisi: Waktu (Karya Daelan Muhammad)

Waktu bagai sejumlah pengantar jenazah waktu berduyun datang berduyun pergi sarat dengan tangis keluh dan kesah yang tiada lagi disadari amboi! lamba…

Puisi: Danau (Karya Linus Suryadi AG)

Danau Siapakah berkaca di Danau Kehidupan romanmu anggun dan teduh berkilauan sepi dari bujuk, pamrih atas d…

Puisi: Ada Aku (Karya A. M. Dg. Myala)

Ada Aku Ada aku melihat alam, Alam luas alam permai: Datang Tuan ulurkan tangan, Pimpin daku ke dunia damai. Ada aku melihat alam, Alam buas alam ona…

Puisi: Cinta-Kasih (Karya Usmar Ismail)

Cinta-Kasih Langit berkaca atas samudera Air biru hening merata Langit biru, biru gelombang Bertemu kedua di tepi pandang Nyanyi membubung mengisi al…

Puisi: Tarutung (Karya Mansur Samin)

Tarutung jalan padat melumat direguk mata hamparan Silindung dan luhak Toba derai angin gugur menusuk hampa senandung leluhur pisah meraba…

Puisi: Tokyo Menjelang Tengah Malam (Karya Ajip Rosidi)

Tokyo Menjelang Tengah Malam Aku berlari-lari menempuh waktu yang hampir luput Janji ke Osaka, tapi di sini masih tersangkut: Menokok-nokok …

Puisi: Villa Violeta (Karya Eka Budianta)

Villa Violeta Aku tidak lagi merasa berjalan di bawah bulan melintasi lapangan mencumbu seorang perempuan t…
© Sepenuhnya. All rights reserved.